Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Nama lain | Benjak-enjak |
|---|---|
| Sajian | Kudapan/kue tradisional |
| Tempat asal | Indonesia |
| Daerah | Lampung |
| Suhu penyajian | Suhu ruang |
| Bahan utama | Beras ketan atau tepung ketan, pisang, gula aren, kelapa/santan, dibungkus daun pisang |
| Variasi | Selimpok lunik, selimpok bungking, selimpok gelamai, selimpok berisi |
Selimpok merupakan makanan tradisional khas Provinsi Lampung yang terbuat dari beras ketan atau tepung ketan, sering dicampur pisang, kelapa, atau gula aren. Selimpok biasanya dibungkus dengan daun pisang dan dimasak dengan cara dikukus atau direbus.[1] Makanan ini umum disajikan pada acara adat, hajatan, dan hari-hari besar keagamaan di masyarakat Lampung, seperti Idul Fitri dan Idul Adha.[2]
Selimpok merupakan makanan khas Lampung Barat yang berbahan dasar ketan, dengan cita rasa manis dan legit.[2] Selimpok juga dikenal di wilayah Lampung Utara, antara lain di Kotabumi, sebagai salah satu jajanan khas setempat.[3]
Ejaan dan penamaan
Nama selimpok juga ditemui dalam variasi penulisan dan nama lokal, misalnya selompok lunik, selimpok bungking, selimpok gelamai, dan selimpok berisi, yang merujuk pada perbedaan bentuk, isian, atau cara olahnya.[1] Di sejumlah resep turun-temurun, kudapan ini juga dikenal dengan sebutan benjak-enjak.[4]
Jenis dan variasi
Terdapat dua jenis utama selimpok berdasarkan cara pengolahan berasnya:
- Selimpok lunik, dibuat dengan beras ketan yang terlebih dahulu dihaluskan menjadi tepung.
- Selimpok bungking, dibuat dari beras ketan utuh tanpa dihaluskan, kemudian dicampur dengan pisang.[5]
Selain itu, dikenal pula variasi selimpok gelamai dan selimpok berisi yang berbeda dari segi isian maupun tekstur akhirnya.[1]
Bahan dan pembuatan
Bahan utama selimpok umumnya terdiri atas beras ketan, pisang ambon atau pisang kepok yang telah matang, santan atau kelapa parut, gula aren, dan garam secukupnya.[2] Ketan direndam beberapa jam, kemudian diaron bersama santan hingga setengah matang. Setelah itu, ketan dicampur rata dengan pisang yang telah dihaluskan, gula aren sisir, dan garam, lalu dibungkus dengan daun pisang dan dikukus atau direbus hingga matang.[4]
Fungsi sosial dan kultural
Selimpok termasuk salah satu kue tradisional Lampung yang kerap muncul dalam upacara adat, hajatan, serta dijadikan oleh-oleh daerah. Selain berfungsi sebagai makanan, kue tradisional seperti selimpok juga dijadikan objek studi pendidikan lokal dan pengembangan produk wisata kuliner. Beberapa penelitian kebudayaan dan pendidikan menyebut selimpok ketika mengeksplorasi kue tradisional Lampung, misalnya sebagai bahan ajar etnomatematika terkait materi bangun ruang.[6]
Lihat pula
Referensi
- 1 2 3 "Selimpok » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-10-09.
- 1 2 3 "Kuliner Khas Lampung Saat Idul Adha, Ada Engkak hingga Gulai Taboh". detikSumbagsel. 2024-06-16.
- ↑ "6 Kuliner dan Makanan Khas Kotabumi Kabupaten Lampung Utara". seringjalan.com. 2022-05-08.
- 1 2 "NCC Jajan Tradisional Indonesia Week: Selimpok". nccjajantradisionalindonesia.blogspot.com. 2013-03-18.
- ↑ "Selimpok » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org.
- ↑ Nofriyadi, Ramadhan; Sari, Theresia Vinanda Novita; Winda, Winda; Ardiansyah, Adi Satrio (2023-07-31). "Eksplorasi Kue Tradisional Lampung Sebagai Inovasi Bahan Ajar Etnomatematika Pada Materi Bangun Ruang". SANTIKA : Seminar Nasional Tadris Matematika. 3: 384–403. ISSN 2829-9663.