Senin, 21 September 2026
10:48 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Selimpok

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025)
Selimpok
Nama lainBenjak-enjak
SajianKudapan/kue tradisional
Tempat asalIndonesia
DaerahLampung
Suhu penyajianSuhu ruang
Bahan utamaBeras ketan atau tepung ketan, pisang, gula aren, kelapa/santan, dibungkus daun pisang
VariasiSelimpok lunik, selimpok bungking, selimpok gelamai, selimpok berisi

Selimpok merupakan makanan tradisional khas Provinsi Lampung yang terbuat dari beras ketan atau tepung ketan, sering dicampur pisang, kelapa, atau gula aren. Selimpok biasanya dibungkus dengan daun pisang dan dimasak dengan cara dikukus atau direbus.[1] Makanan ini umum disajikan pada acara adat, hajatan, dan hari-hari besar keagamaan di masyarakat Lampung, seperti Idul Fitri dan Idul Adha.[2]

Selimpok merupakan makanan khas Lampung Barat yang berbahan dasar ketan, dengan cita rasa manis dan legit.[2] Selimpok juga dikenal di wilayah Lampung Utara, antara lain di Kotabumi, sebagai salah satu jajanan khas setempat.[3]

Ejaan dan penamaan

Nama selimpok juga ditemui dalam variasi penulisan dan nama lokal, misalnya selompok lunik, selimpok bungking, selimpok gelamai, dan selimpok berisi, yang merujuk pada perbedaan bentuk, isian, atau cara olahnya.[1] Di sejumlah resep turun-temurun, kudapan ini juga dikenal dengan sebutan benjak-enjak.[4]

Jenis dan variasi

Terdapat dua jenis utama selimpok berdasarkan cara pengolahan berasnya:

  • Selimpok lunik, dibuat dengan beras ketan yang terlebih dahulu dihaluskan menjadi tepung.
  • Selimpok bungking, dibuat dari beras ketan utuh tanpa dihaluskan, kemudian dicampur dengan pisang.[5]

Selain itu, dikenal pula variasi selimpok gelamai dan selimpok berisi yang berbeda dari segi isian maupun tekstur akhirnya.[1]

Bahan dan pembuatan

Bahan utama selimpok umumnya terdiri atas beras ketan, pisang ambon atau pisang kepok yang telah matang, santan atau kelapa parut, gula aren, dan garam secukupnya.[2] Ketan direndam beberapa jam, kemudian diaron bersama santan hingga setengah matang. Setelah itu, ketan dicampur rata dengan pisang yang telah dihaluskan, gula aren sisir, dan garam, lalu dibungkus dengan daun pisang dan dikukus atau direbus hingga matang.[4]

Fungsi sosial dan kultural

Selimpok termasuk salah satu kue tradisional Lampung yang kerap muncul dalam upacara adat, hajatan, serta dijadikan oleh-oleh daerah. Selain berfungsi sebagai makanan, kue tradisional seperti selimpok juga dijadikan objek studi pendidikan lokal dan pengembangan produk wisata kuliner. Beberapa penelitian kebudayaan dan pendidikan menyebut selimpok ketika mengeksplorasi kue tradisional Lampung, misalnya sebagai bahan ajar etnomatematika terkait materi bangun ruang.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 "Selimpok » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-10-09.
  2. 1 2 3 "Kuliner Khas Lampung Saat Idul Adha, Ada Engkak hingga Gulai Taboh". detikSumbagsel. 2024-06-16.
  3. "6 Kuliner dan Makanan Khas Kotabumi Kabupaten Lampung Utara". seringjalan.com. 2022-05-08.
  4. 1 2 "NCC Jajan Tradisional Indonesia Week: Selimpok". nccjajantradisionalindonesia.blogspot.com. 2013-03-18.
  5. "Selimpok » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org.
  6. Nofriyadi, Ramadhan; Sari, Theresia Vinanda Novita; Winda, Winda; Ardiansyah, Adi Satrio (2023-07-31). "Eksplorasi Kue Tradisional Lampung Sebagai Inovasi Bahan Ajar Etnomatematika Pada Materi Bangun Ruang". SANTIKA : Seminar Nasional Tadris Matematika. 3: 384–403. ISSN 2829-9663.
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan