Selasa, 27 Oktober 2026
20:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Ayam mentega

Ayam mentega

variasi makanan khas India

Bagikan:
Ayam mentega
250px-Chicken_makhani.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lainMurgh makhani
Tempat asalSubbenua India
DaerahDelhi[1][2][3][4][5][6]
Dibuat olehKundan Lal Gujral
Bahan utamaMentega, tomat, ayam

Ayam mentega atau Makhan murg (bahasa Hindi:मुर्ग़ मक्खनी )adalah hidangan, yang berasal dari subbenua India, dari ayam dalam saus tomat.

Hidangan ini dikembangkan pada 1950-an oleh tiga pemilik restoran Punjabi: Kundan Lal Gujral, Kundan Lal Jaggi dan Thakur Dass, yang merupakan pendiri restoran Moti Mahal di Delhi, India. Hidangan itu dibuat "secara kebetulan" dengan mencampur ayam sisa dalam saus tomat, kaya akan mentega dan krim.

Referensi

  1. ↑ "Partition brought Moti Mahal, a landmark in India's culinary history, to central Delhi". www.sunday-guardian.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-06-11. Diakses tanggal 16 Juli 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Delhi's original butter chicken – The Hindustan Times". Diakses tanggal 16 Juli 2018.
  3. ↑ Laura Siciliano-Rosen. "Delhi Food and Travel Guide: The inside scoop on the best North Indian foods".
  4. ↑ Gujral, Monish (7 Maret 2013). On the Butter Chicken Trail: A Dehli Darbar Cookbook (Edisi 1.0). Delhi, India: Penguin India. ISBN 9780143419860.
  5. ↑ Hosking, Richard (8 Agustus 2006). Authenticity in the kitchen : proceedings of the Oxford Symposium on food and cookery 2005 (Edisi 1). Blackawton: Prospect Books. hlm. 393. ISBN 9781903018477.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Origin of Butter Chicken – Indian or English?". Indian Street Food Co. Diarsipkan dari asli tanggal 9 September 2017. Diakses tanggal 10 Juni 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bibiliografi


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan