Rabu, 04 November 2026
19:45 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Cilung

Cilung

makanan dengan bahan dasar aci atau tepung kanji

Bagikan:
250px-Cilung_foto_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cilung

Cilung (bahasa Sunda:ᮎᮤᮜᮥᮀ, translit. Cilung lakuran dari: aci digulung, harf. "aci digulung" ) adalah sebuah jajanan khas Sunda. Namanya berasal dari akronim bahasa Sunda: Aci Digulung yang artinya adonan tepung tapioka yang digulung saat digoreng[1]. Biasanya, jajanan ini hanya disajikan dengan bumbu bawang yang digoreng dan dihaluskan. Dulu, cilung berupa adonan tepung kanji cair yang digoreng dalam minyak panas pada wajan menggunakan tusuk sate atau lidi. Namun, kini terdapat cilung yang digoreng dengan sedikit minyak goreng pada teflon, ditambahkan dengan telur puyuh atau ayam.

Peluang usaha

Pada aktivitas berniaga sehari-hari, cilung menjadi peluang usaha makanan ringan. Pedagang cilung rata-rata pedagang kaki lima yang berjualan di kampus, pabrik, sekolah, stadion, hutan atau pinggir jalan. Cilung sudah memiliki beberapa varian rasa, seperti kornet, keju, daging ayam, bakso, daging ikan, abon, otak-otak, sosis, mozarella, dan lain-lain.[2]

Usaha cilung umumnya menggunakan modal awal yang relatif rendah karena bahan baku yang digunakan mudah diperoleh. Adapun peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan cilung meliputi wajan datar, spatula, dan tusuk sate. Adonan cilung dimasak di atas permukaan wajan, kemudian digulung menggunakan tusuk sate sebelum disajikan.[3] Harga jual cilung umumnya ditetapkan per tusuk dengan kisaran harga yang berbeda-beda sesuai lokasi penjualan.

Perbedaan cilung dengan papeda

Bahan baku pembuatan cilung, yaitu tepung kanji, telur, bumbu bawang, dan penyedap rasa. Komposisi ini membedakan antara cilung dengan papeda, makanan khas Papua,[4] keduanya memiliki tekstur yang lengket dan kenyal. Cilung dibuat menggunakan tepung tapioka sebagai bahan utama. Penggunaan tepung tapioka menghasilkan tekstur yang kenyal setelah dimasak. Adonan cilung umumnya terdiri atas campuran tepung tapioka, air, dan bumbu, kemudian dimasak di atas permukaan wajan hingga membentuk lapisan tipis sebelum digulung.

Sementara itu, papeda merupakan makanan yang dibuat dari tepung sagu. Tepung sagu dicampurkan dengan air panas dan diaduk hingga membentuk adonan dengan tekstur lengket. Berbeda dengan cilung, papeda umumnya tidak melalui proses penggorengan atau pemanggangan, melainkan disajikan dalam bentuk menyerupai bubur dan dikonsumsi bersama lauk pendamping.[4]

Cara membuat

Terdapat beberapa versi membuat cilung, berikut cara pertama:

  1. Masukkan air, garam, tepung tapioka, dan penyedap rasa atau garam ke dalam mangkuk, kemudian aduk sampai merata.
  2. Tuang ke dalam wajan antilengket, lalu lebarkan adonan sampai tipis. Biarkan sampai setengah matang dulu.[5]
  3. Tambahkan bahan lainnya, seperti mie, baso, daging ayam, dan sebagainya.
  4. Gulung dengan tusuk sate dan angkat cilung.
  5. Setelah itu, tambahkan bumbu bawang atau bumbu lainnya seperti saus.

Selain versi cilung dengan adonan dibuat tipis, terdapat cara membuat cilung dengan memanfaatkan sedikit minyak goreng panas. Pembuatan cilung dilakukan dengan memasak adonan tepung tapioka di atas wajan, kemudian menambahkan bumbu dan bahan pelengkap sebelum digulung menggunakan tusuk sate. Kedua makanan tersebut memiliki kesamaan pada teknik penggulungan menggunakan tusuk sate, tetapi berbeda dalam penggunaan minyak, karena pembuatan cilung umumnya menggunakan minyak dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan telur gulung.[6]

Pada tahap penyajian, cilung dan papeda memiliki perbedaan dalam cara pengolahan dan penyantapannya. Setelah adonan tepung tapioka dituangkan ke atas wajan, adonan cilung digulung menggunakan tusukan bambu hingga membentuk gulungan padat. Cilung umumnya disajikan dengan tambahan bumbu tabur, seperti bubuk cabai, saus sambal, atau saus.[4]

Sementara itu, papeda biasanya disajikan di dalam wadah dan dikonsumsi menggunakan sendok atau sumpit. Papeda umumnya dimakan bersama lauk pendamping, seperti ikan kuah kuning dan sayuran. Di beberapa daerah, papeda juga disajikan dengan tambahan sambal atau saus sebagai pelengkap.[4]

Referensi

  1. ↑ Jabarnews.com. "Cilung, Jajanan Zaman Now". Diakses tanggal 2020-02-01.
  2. ↑ Ayobandung, Editor. "Kuliner Bandung: Nikmatnya Cilung dengan Cita Rasa Kekinian". AYOBANDUNG.com. Diakses tanggal 2020-08-26.{{cite web}}: |first= memiliki nama generik
  3. ↑ VIVA, PT VIVA MEDIA BARU- (2025-07-12). "Keuntungan Jualan Cilung: Jajanan Murah Meriah yang Untungnya Menggiurkan". tangerang.viva.co.id. Diakses tanggal 2026-05-14.
  4. 1 2 3 4 Pratama, Muhammad Nauval (2024-09-16). "Cilung vs Papeda: Intip Perbedaan Seru Cemilan Hits Ini, Mana Favoritmu?". hiling.indozone.id. Diakses tanggal 2026-05-14.
  5. ↑ Times, I. D. N.; Arofani, Prila. "Resep Cilung ala Yummy, Jajanan Khas Sunda yang Gurih Banget". IDN Times. Diakses tanggal 2020-08-26.
  6. ↑ Rian, Farisa. "Cara Membuat Cilung Sultan Anti Gagal". Berita online. Diakses tanggal 14 Mei 2026.
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan