Sabtu, 07 November 2026
14:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Tipa tipa

olahan tradisional masyarakat Batak

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.

Tipa tipa adalah makanan ringan khas Batak yang berasal dari Porsea, Toba Samosir, Sumatera Utara. Bentuknya agak keras dan berasal dari beras atau padi muda yang dipilih khusus untuk membuat tipatipa. Makanan ringan ini juga dikenal dengan nama emping padi atau sereal khas orang Batak. Tipatipa dulunya dibat ketika menjelang musim panen yang dimaksudkan untuk menandai musim panen tiba dan juga sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan. Selain itu juga sebagai camilan atau makanan ringan untuk petani ketika memanen padi di sawah. Saat ini Tipatipa menjadi salah satu industri kreatif dan juga oleh-oleh dari Toba Samosir yang tidak mengenal musim pembuatannya.[1]

Cara Memasak

Bahan utama Tipatipa adalah padi muda yang sudah diolah terlebih dahulu. Padi tersebut kemudian direndam selama dua malam. Setelah itu ditiriskan dan digongseng hingga matang. Ketika masih panas, padi yang digongseng tersebut ditumbuk dan kulitnya dibersihkan untuk diambil isinya. Setelah terpisah dari kulitnya, tipatipa dicampur dengan gula pasir, garam, dan parutan kelapa.[1][2]

Referensi

  1. 1 2 "Tipa-tipa, Serealnya Orang Batak". MerahPutih. 2018-10-10. Diakses tanggal 2021-04-07.
  2. ↑ "Tipa-Tipa » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2021-04-07.

Pranala luar

Pembagian
Tari Tortor
Sistem kekerabatan
Bahasa dan
kesusastraan
Kuliner
Falsafah
Upacara adat
Seni budaya dan
kerajinan
Alat musik
tradisional
Kepercayaan dan
agama
Mitologi
Kekayaan budaya


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Batak ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan