Sabtu, 07 November 2026
18:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Garantung

Garantung

alat musik tradisional Batak Toba

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Januari 2016) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Garantung.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Garantung

Garantung (dibaca: garattung) adalah salah satu alat musik Batak Toba dan Batak Simalungun yang terbuat dari kayu dan memiliki lima hingga tujuh bilah nada.[1] Alat musik ini termasuk ke dalam kelompok xilofon. Berdasarkan catatan misionaris Nederlandsch Zendeling Genootschap, Meint Joustra, garantung juga pernah dikenal dalam masyarakat Batak Karo.[1]

Instrumen ini tergolong ke dalam kelompok alat musik gondang hasapi bersama dengan instrumen lain seperti hasapi, sarune, suling, dan taganing.[2]

Fungsi

Selain berperan sebagai pembawa melodi, garantung juga berperan sebagai pembawa ritme variable pada lagu-lagu tertentu, dimainkan dengan cara mamalu (memukul 5 bilah nada pada tangan kanan dan 2 bilah nada pada tangan kiri).

Alat musik ini biasa dimainkan sebagai hiburan ketika bersantai di sawah atau ladang.[3] Bersama dengan instrumen lain, garantung juga dimainkan dalam uning-uningan yang dianggap bisa menjadi perantara manusia dengan Sang Pencipta maupun untuk memanggil roh dalam ritual.[4]

Bagian

Garantung terdiri dari 7 wilahan yang digantungkan di atas sebuah kotak yang sekaligus sebagai resonatornya. Ukuran kotaknya memiliki panjang 77 cm, lebar 24 cm, dan tinggi 23 cm, yang dilengkapi dengan pegangan di bagian atas. Adapun ukuran bilah pertama memiliki panjang 39 cm, lebar 7,2 cm, dan ketebalan ujung 1,8 cm. Bilah kedua berukuran panjang 39 cm, lebar 6,8 cm, dan tebal ujung 1,5 cm. Bilah ketiga berukuran panjang 37,2 cm, lebar 6,8 cm, dan tebal ujung 1,5 cm. Bilah keempat memiliki panjang 38 cm, lebar 6,8 cm, dan tebal ujung 1,5 cm. Bilah kelima berukuran panjang 37 cm, lebar 6,5 cm, dan tebal ujung 1,3 cm. Bilah keenam berukuran panjang 36 cm, lebar 6,7 cm, dan tebal ujung 1,5 cm. Sedangkan bilah ketujuh memiliki panjang 35 cm, lebar 6,7 cm, dan tebal ujung 1,4 cm. Perbedaan ukuran bilah menentukan nada yang dihasilkan, mulai dari nada do, re, mi, fa, sol, la, hingga si.[5]

Cara pembuatan

Garantung dapat terbuat dari bahan kayu ingul, dosi, lamuhei atau kayu sitarak, dan kayu tambalahut.[3] Proses pembuatannya dimulai dengan membelah kayu ingul tua menjadi tujuh bilah. Bagian ujung dan pangkal bilah dibuat lebih tebal dengan bentuk ujung yang bervariasi, ada yang persegi dan ada yang bulat. Pada kedua ujung dari tiap bilah dibuat lubang sekitar 5-6 cm untuk kemudian dimasukkan tali ke dalam lubang tersebut. Posisi tiap bilah diberi jarak agar getaran dapat berfungsi saat dimainkan.[5]

Cara memainkan

Instrumen garantung dapat dimainkan secara tunggal maupun sebagai bagian ansambel bersama instrumen lain, seperti kecapi, sarune bambu, sulim, sagasaga, sordam, tulila dan hesek.[4] Alat musik ini dimainkan dengan menggunakan dua buah stik atau pemukul kayu atau bambu yang digenggam tangan kiri dan tangan kanan.[5] Sementara tangan kiri berfungsi juga sebagai pembawa melodi dan pembawa ritme, yaitu tangan kiri memukul bagian tangkai garantung dan wilahan sekaligus dalam memainkan sebuah lagu.

Keahlilan seorang pemain garantung dinilai dari kemampuannya membawakan beragam gual, seperti boniala, sayur matua, sabung-sabung, anduhur, buyut mangan sihala, parahot, dan lainnya.[4]

Referensi

  1. 1 2 Simon 1985, hlm. 124.
  2. ↑ Ginting, Yoe Anto (2024). "Tarian Sumatera Utara Peran Tari Batak Toba Dalam Ritual Upacara Budaya Adat Batak Toba: Tarian Batak Toba". Jurnal Budaya. 5 (2): 114–134.
  3. 1 2 Sipayung, Hernauli; Linggar, Andreas (1995). THE SIMALUNGUNESE TRADITIONAL MUSICAL INSTRUMENTS (PDF). Medan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 3 Setyaningrum, Puspasari (2022-02-07). "Alat Musik Garantung dari Sumatera Utara: Fungsi, Cara Memainkan, Bahan, dan Cara Pembuatan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-02-02.
  5. 1 2 3 Sipayung, Hernauli; Saragih, JM. (1997). THE TOBANESE TRADITIONAL MUSICAL INSTRUMENTS (PDF). Medan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

Pranala luar

Pembagian
Tari Tortor
Sistem kekerabatan
Bahasa dan
kesusastraan
Kuliner
Falsafah
Upacara adat
Seni budaya dan
kerajinan
Alat musik
tradisional
Kepercayaan dan
agama
Mitologi
Kekayaan budaya
Ikon rintisan

Artikel bertopik Batak ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik lagu, musik, atau alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan