Kamis, 29 Oktober 2026
10:02 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Na nidugu

Bagikan:

Nanidugu adalah salah satu makanan tradisional masyarakat Batak, khususnya dalam budaya Batak Toba.[1] Hidangan ini dibuat dari daun bangun-bangun yang dikenal juga sebagai daun jintan (jinten) yang diproses dengan cara diremas hingga halus sebelum dicampur dengan berbagai bumbu dan bahan tambahan.[2] Nanidugu memiliki fungsi khusus dalam tradisi kuliner Batak, terutama sebagai makanan yang diberikan kepada perempuan setelah melahirkan.

Asal usul

330px-Daun_Jintan_atau_Daun_Bangun_Bangun.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daun bangun-bangun (jintan) umum digunakan sebagai bahan utama na nidugu

Bahan utama Nanidugu adalah daun bangun-bangun (Coleus amboinicus), sejenis tanaman herbal yang dikenal luas di Sumatera Utara sebagai penambah aroma dan memiliki khasiat kesehatan. Dalam tradisi masyarakat Batak, daun ini sering digunakan dalam berbagai hidangan berkuah atau masakan penghangat tubuh.[3]

Selain daun bangun-bangun, Nanidugu umumnya menggunakan beberapa jenis daging yang telah dicincang, seperti daging ayam, lembu, atau kerbau. Variasi lainnya menggunakan ikan lele yang telah dipanggang terlebih dahulu.[3]

Bumbu dan Bahan Pengolahan

Pengolahan Nanidugu melibatkan campuran bumbu khas Batak, antara lain:

  • garam
  • asam
  • andaliman
  • jahe
  • merica
  • kemiri
  • serta air panas untuk membantu proses pencampuran.

Bumbu-bumbu tersebut menghasilkan cita rasa yang kuat, pedas aromatik, dan memberikan sensasi hangat pada tubuh, sesuai dengan fungsi tradisionalnya.

Penggunaan dalam tradisi

Nanidugu memiliki fungsi penting dalam budaya Batak, terutama sebagai lauk yang diberikan kepada ibu yang baru melahirkan. Masyarakat meyakini bahwa daun bangun-bangun dan bumbu yang digunakan dalam hidangan ini dapat membantu memulihkan tenaga, menghangatkan tubuh, serta merangsang produksi ASI.

Karena fungsinya yang berkaitan dengan pemulihan kesehatan, Nanidugu tidak selalu disajikan sebagai makanan sehari-hari, melainkan pada momen tertentu yang berkaitan dengan perawatan pascamelahirkan.[4]

Penyajian dan cara konsumsi

Nanidugu biasanya disajikan dalam piring sebagai lauk pelengkap. Cara konsumsinya adalah dengan menyantapnya bersama nasi putih dan kuah, sehingga rasa bumbu dan daun bangun-bangun dapat berpadu lebih harmonis. Hidangan ini umumnya dikonsumsi selagi hangat agar khasiatnya lebih optimal.

Referensi

  1. ↑ Lalita, Sheila (2023-08-28). "20 Makanan Khas Batak Toba yang Tidak Boleh Terlewatkan!". Bobobox Blog. Diakses tanggal 2025-12-05.
  2. ↑ "11 Makanan Khas Suku Batak yang Harus Dicoba Saat Berkunjung!". Best Seller Gramedia. 2023-02-13. Diakses tanggal 2025-12-05.
  3. 1 2 "21+ Makanan Khas Batak yang Unik dan Lezat, Cicipi Moms!". www.orami.co.id. 2021-07-20. Diakses tanggal 2025-12-05.
  4. ↑ "Tak Hanya Meredakan Batuk, Inilah 6 Manfaat Daun Bangun-bangun bagi Kesehatan Tubuh". Alodokter. 2021-02-07. Diakses tanggal 2025-12-05.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan