Sabtu, 26 September 2026
17:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Naga Padoha

Untuk kegunaan lain, lihat Naga (disambiguasi).

Naga Padoha (Surat Batak: ᯇᯑᯬᯂᯉᯪᯀᯐᯪ; dikenal juga dengan nama Padoha Niaji) adalah ular dalam mitologi Batak. Ular ini biasa digambarkan dalam pertempuran dengan Batara Guru sebagai simbol pertarungan antara kejahatan dan kebaikan.

Mitologi Batak

Dalam mitologi Batak dikisahkan bahwa Naga Padoha (atau disebut juga Si Raja Padoha) adalah salah seorang putra dari Debata Mangala Bulan dengan Si Boru Anggarana. Mangala Bulan juga mempunyai seorang putra yang lain bernama Si Raja Odapodap dan dua putri bernama Saniang Naga dan Leang Nagurasta. Naga Padoha diberi kuasa atas Banua Toru bersama pasangannya Si Boru Sorba Jati untuk memperingatkan manusia yang tidak mematuhi hukum-hukum yang dititahkan oleh Mula Jadi.

Ketika Si Boru Deak Parujar yang tidak mau dijodohkan dengan Si Raja Odapodap dan memilih untuk mengerjakan tenunan ulos-nya di Banua Tonga, Naga Padoha selalu mengganggunya, sehingga tanah tempat Si Boru Deak Parujar berpijak runtuh. Hal itu dilakukan berulang-ulang sebagai hukuman karena Si Boru Deak Parujar tidak mematuhi hukum yang telah ditetapkan oleh Mula Jadi, yaitu untuk menikahi Si Raja Odapodap. Merasa kesal akhirnya Si Boru Deak Parujar berhasil menipu Naga Padoha dan memasungnya sehingga tidak bisa mengganggunya lagi.

Pembagian
Tari Tortor
Sistem kekerabatan
Bahasa dan
kesusastraan
Kuliner
Falsafah
Upacara adat
Seni budaya dan
kerajinan
Alat musik
tradisional
Kepercayaan dan
agama
Mitologi
Kekayaan budaya


Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi, mitos, atau legenda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Batak ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan