Sabtu, 24 Oktober 2026
00:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Museum Batak, Balige

Museum Batak, Balige

museum di Indonesia

Bagikan:
Museum TB Silalahi Center Balige
250px-Front_view_of_T.B._Silalahi_Building%2C_Batak_Cultural_Center.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Logo Museum T.B. Silalahi Center
Informasi
Lokasi Balige, Toba, Sumatera Utara[1]
Negara Indonesia
Pembukaan 7 Agustus 2006
Jenis objek wisata Museum
Gaya Batak Toba

Museum Batak adalah museum budaya yang bertempat di Kompleks T. B. Silalahi Center di Jl. Pagar Batu No. 88 (eks. Pabrik Aeroz), Desa Silalahi, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara.[2][3]

Sejarah

250px-Prasasti_peresmian_museum_batak.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prasasti peresmian Museum Batak

Museum Pribadi TB. Silalahi atau yang diberi nama Museum Jejak Langkah dan Sejarah TB. Silalahi yang dibangun sebagai wadah untuk memotivasi generasi muda untuk terus meraih cita-cita dengan melihat pengalaman TB. Silalahi mulai dari kecil sebagai anak pengembala kerbau sampai menjadi seorang Jenderal.[2][4]

Museum TB. Silalahi adalah yayasan nirlaba yang didirikan oleh Letjen TNI (Purn) Dr. Tiopan Bernhard Silalahi. Yayasan ini didirikan dengan tujuan untuk melestarikan budaya Batak dan membentuk karakter masyarakat Batak. Yayasan ini dirikan berdasarkan akta nomor 10 tanggal 7 Agustus 2006 dan akta nomor 7 tanggal 8 Januari 2007, dan TB. Silalahi pernah menjadi Menteri PAN 1993-1998.[4]

Selain itu, Museum TB Silalahi Center juga memiliki peran signifikan dalam menyatukan enam sub-etnis Batak yang tersebar di Sumatera Utara, yaitu Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Angkola, dan Pakpak. Museum ini menampilkan berbagai artefak, cerita sejarah, serta tradisi masing-masing sub-etnis untuk memperkuat identitas bersama sebagai masyarakat Batak.[5]

Museum Batak didirkan oleh T. B. Silalahi, dan diresmikan di Balige pada tanggal 18 Januari 2011 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.[6]

Kondisi dan struktur Museum Batak

Museum Batak ini dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 5 ha dan untuk luas seluruh lantai bangunan adalah 3.356 m2, yang terbagi menjadi 4 level lantai:[7]

  1. Level 1 (1536 m2)
    1. Outdoor museum
    2. Kantor, ruang CCTV & Fasilitas penunjang Museum seperti: Ruang Laboratorium & Penyimpanan, ruang Service dan Ruang Utilitas.
  2. Level 2 (480 m2)
    1. Ruang Penerima dan sebagai ruang Pamer Temporer
  3. Level 3 (1340 m2)
    1. Ruang Pamer indoor yang terdiri dari ruang pamer tetap, ruang pamer temporer, dan ruang pamer benda khusus, ruang audio visual dan ruang edukasi yang menunjang kegiatan museum
  4. Level 4
    1. Atap museum sebagai Sky Restaurant dan Viewing Peck

Dari segi arsitektur, bangunan ini berbentuk kotak sederhana dengan ukuran 56 X 24 Meter, dan tampak bangunan didominasi oleh kulit bangunan yang terbuat dari bahan modern yaitu Aluminium Komposit, tetapi diolah dengan nilai-nilai local dan tradisional yaitu aluminium komposit diberi motif gorga, satu modul motif gorga gorga terbentuk dari kurang lebih 4500 lubang-lubang kecil. Bangunan ini kelihatannya seperti membelakangi Danau toba, tetapi tidak karena Danau Toba Merupakan Orientasi Utama untuk sirkulasi dan Pengarah vista.[8]

Sistem struktur bangunan ini adalah rangka beton bertulang yang memenuhi standart yang ditetapkan, termasuk antisipasi risiko gempa sesuai dengan zona gempa yang berlaku untuk wilayah ini.[8]

Bangunan Museum Batak ini dilengkapi dengan 25 titik kamera CCTV yang disebar disetiap sudut bangunan, dilengkapi dengan tangga darurat untuk evakuasi kebakaran. Untuk ruang pamer indoor diterapkan system satu pintu akses digital untuk masuk dan keluar.[8]

Koleksi Pribadi

Museum ini merupakan Museum Jejak Langkah dan Sejarah T. B. Silalahi. Museum Jejak Langkah dan Sejarah T. B. Silalahi disebut juga sebagai ruang motivasi.[9] Museum ini berisi koleksi pribadi T. B. Silalahi yang berupa pakaian dinas, bintang jasa, tanda kehormatan, kendaraan pribadi dan dinas, jenis senjata yang pernah digunakan oleh T. B. Silalahi, dan kenang-kenangan dari penjuru dunia yang diberikan kepada Bapak T. B. Silalahi.[4]

Di dalam ruangan ini terdapat panel-panel yang menceritakan sejarah hidup perjalanan T. B. Silalahi serta perjalanan kariernya. Selain itu di ruangan ini juga terdapat Benda-Benda Pribadi dia seperti seragam dan pangkat-pangkat ketika di kemiliteran, beberapa ijazah, pakaian ketika menteri, bangku sekolah waktu di SR, mobil dinas yang dulu digunakan ketika menjabat sebagai Menpan pada Kabinet Pembangunan VI, dan lain sebagainya.[10]

Fasilitas

Fasilitas yang terdapat di Museum Batak direncanakan akan dilengkapi dengan fasilitas Wi-fi, dan untuk fasilitas Audio Visual dengan kapasitas 60 orang dilengkapi dengan proyektor dan screen.[8]

Fasilitas system informasi menyeluruh dalam satu perangkat TV layer sentuh. System informasi dan hiburan dalam bentuk LCD TV yang terdapat di bagian depan museum yang berukuran 4X6 meter.[8]

Dibagian taman depan terdapat miniatur Danau Toba dengan ukuran 10 x 12 M dan sebuah patung Raja Batak terbuat dari perunggu setinggi 7 meter sebagai Icon Museum. Di bagian depan juga terdapat diorama menggambarkan 6 etnis Batak berupa relief dari perunggu.[8]

Beberapa fasilitas lainnya:

  1. ArtShop,
  2. Convention Hall,
  3. Huta Batak,
  4. Kolam Renang,
  5. Cafetaria

Lihat Pula

Referensi

  1. ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Balige". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 31 Mei 2025. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=; no-break space karakter dalam |access-date= pada posisi 7
  2. 1 2 "Museum Batak Tb Silalahi Center". museum.co.id. Diakses tanggal 2025-05-20.
  3. ↑ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 26. ISBN 978-979-8250-66-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 3 "Wayback Machine" (PDF). elibrary.unikom.ac.id. Diakses tanggal 2025-05-20.{{cite web}}: Kutipan menggunakan judul generik
  5. ↑ "Museum Batak TB Silalahi Center - Sistem Registrasi Nasional Museum". Sistem Registrasi Nasional Museum Kemdikbud (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-09-30.
  6. ↑ "Museum Batak TB Silalahi Center". asosiasimuseumindonesia.org. Diakses tanggal 2025-05-20.
  7. ↑ "Mengenal Desa Wisata Tomok, Pintu Masuk Pulau Samosir - Kolom Desa". 2023-03-21. Diakses tanggal 2025-05-20.
  8. 1 2 3 4 5 6 "TB SILALAHI CENTER: MUSEUM BATAK". TB SILALAHI CENTER. Diakses tanggal 2025-05-20.
  9. ↑ Napitupulu, Masdalena (2021-12-23). "Melihat Museum TB Silalahi, Sajikan Sejarah Batak". IDN Times Sumut. Diakses tanggal 2026-06-02.
  10. ↑ "Kenangan TB Silalahi di Museum Megah, Si Pengembala yang Jadi Jenderal". suara.com. Diakses tanggal 2025-05-20.

Pranala luar

Pembagian
Tari Tortor
Sistem kekerabatan
Bahasa dan
kesusastraan
Kuliner
Falsafah
Upacara adat
Seni budaya dan
kerajinan
Alat musik
tradisional
Kepercayaan dan
agama
Mitologi
Kekayaan budaya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan