Rabu, 30 September 2026
18:46 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Kapurung

Kapurung

sejenis sup berbahan pati sagu khas Palopo dari Sulawesi Selatan

Bagikan:
Infotaula de menjarKapurung
250px-Kapurung_Luwu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asal
Negara asalIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Keahlian memasakmasakan Indonesia Suntingan nilai di Wikidata
Rincian
Jeniskuah Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamatepung sagu, kacang panjang dan jagung Suntingan nilai di Wikidata

Kapurung (Bahasa Tae': Pugalu) adalah salah satu makanan tradisional khas dari Sulawesi Selatan terutama di wilayah Luwu.[1] Dalam penyajiannya, kapurung memiliki berbagai variasi pelengkap yang disesuaikan dengan selera atau hasil bumi lokal daerah masing-masing. Protein yang digunakan umumnya berupa suwiran daging ayam, potongan ikan teri, udang, atau ikan segar seperti ikan bandeng dan ikan tongkol. Campuran sayuran yang digunakan juga sangat beragam, mulai dari kacang panjang, bayam, jagung manis, jantung pisang, hingga kangkung. Secara fungsional, hidangan berkuah ini dikategorikan sebagai makanan berat karena kaya akan nutrisi lengkap; sagu bertindak sebagai sumber karbohidrat utama, lauk pauk sebagai sumber protein, serta aneka sayuran segar yang memasok kebutuhan serat, vitamin, dan mineral bagi tubuh.

Selain sebagai makanan tradisional, kapurung juga dikenal sebagai makanan pemersatu diaspora Luwu di tanah rantau.[2] Kapurung bisa dikategorikan sebagai makanan berat karena kandungan karbohidrat dari tepung yang digunakan, juga protein serta gizi lainnya dari lauk pauk dan sayuran yang dihindangkan bersama kapurung.

Cara membuat

Makanan ini terbuat dari sari atau tepung sagu.[3] Banyak juga yang menggunakan tepung tapioka atau tepung kanju sebagai pengganti tepung sagu. Kapurung dimasak dengan campuran ikan atau daging ayam dan aneka sayuran.[4] Di antaranya sayur bayam, kacang panjang, jantung pisang, daun kelor, daun katuk, rebung, jagung. Bahan lainnya yang juga digunakan untuk membuat kapurung adalah udang, ikan, daging ayam atau sapi, juga jeruk atau patikala untuk memberikan rasa asam, serta kacang tanah. Sementara itu, untuk bumbu yang digunakan adalah cabai, garam, penyedap rasa, dan beberapa orang juga suka menggunakan kunyit pada kuahnya.[2]

Dalam penyajiannya, lauk, kuah, beserta sayuran pendamping kapurung diisiapkan terlebih dahulu. Biasanya kuah dari lauk ataupun sayuran ini digunakan sekaligus untuk menjadi kuah kapurung. Kuah sayuran atau kaldu dari lauk yang sudah matang dipisahkan lalu disisihkan sembari membuat adonan kapurung. Tepung sagu yang sudah direndam atau diendapkan kemudian ditambahkan air cukup banyak dan diaduk sehingga konsistensinya semakin cair. Setelah itu, siapkan rebusan air yang mendidih, untuk jumlahnya perlu disesuaikan dengan jumlah tepung sagu yang digunakan.[5] Ketika air rebus mendidih, maka bisa dilanjutkan untuk proses menyiramkan air mendidih ke campuran air sagu. Proses ini perlu dilakukan dengan baik, yang mana mengharuskan cairan air sagu di dalam wadah terus diaduk sembari menyiramkan air rebus ke dalamnya. Jumlah air rebus yang ditambahkan juga harus diperhitungkan, karena apabila terlalu banyak adonan kapurung akan menjadi terlalu encer. Begitu kapurung sudah menjadi lebih padat, bisa dilanjutkan dengan proses 'men-dui' kapurung atau membentuk kapurung menjadi lebih kecil. Proses ini biasa menggunakan alat bernama pa'dui' kapurung atau sumpit sebagai alternatif. Kapurung yang didui' langsung di masukkan ke wadah berisi kuah sayuran atau kaldu lauk yang disisihkan di awal.

Perkembangan

Meski makanan tradisional, kapurung mulai populer. Selain ditemukan di warung-warung khusus di Makassar juga telah masuk ke beberapa restoran, bersanding dengan makanan modern.[2] Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kapurung kini tidak hanya menjadi makanan khas daerah, tetapi juga telah menjadi makanan nasional.[6]

330px-Masakan_Khas_Makassar_Kapurung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapurung di Makassar

Penetapan sebagai Warisan Budaya

Pada tahun 2018 Pemerintah Indonesia telah menetapkan jaja laklak dengan nama karya budaya "Kapurung" sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dalam domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. Penetapan tersebut dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia No SK: 264/M/2018, dengan kode referensi AA000744.[7]

Lihat juga

  • Papeda, makanan khas Papua dan Maluku
  • Ambuyat, makanan khas Brunei, Sabah dan Sarawak

Referensi

  1. ↑ Switzy, Sabandar (2023-07-23). "Kapurung, Kuliner dengan Cita Rasa Asam dan Segar Khas Sulawesi Selatan". Liputan6. Diakses tanggal 2026-02-09.
  2. 1 2 3 ., Asriyati. "Kapurung Kuliner Menyegarkan Khas Sulawesi Selatan". Good News From Indonesia. Diakses tanggal 2026-02-08.{{cite news}}: |last= memiliki nama numerik
  3. ↑ Kirana, Febi Anindya (2020). "Resep Kapurung khas Sulawesi Selatan". Fimela.com. Diakses tanggal 12 Jan 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Kapurung Palopo, Menu Kebersamaan di Pergantian Tahun". Liputan6. 27 Desember 2017. Diakses tanggal 24 Mei 2025.
  5. ↑ "Kapurung, Hidangan Berkuah Asam Segar dari Sulawesi Selatan". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2026-04-12.
  6. ↑ Daniswari, Dini (2022-12-16). "Mengenal Kapurung, Makanan Khas Sulawesi Selatan: Cara Makan, Manfaat, dan Lokasi". Diakses tanggal 2026-02-08.
  7. ↑ "Kapurung". Budaya Kita. Diakses tanggal 22 Februari 2026.
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan