Rabu, 07 Oktober 2026
12:13 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Nasi timbel

Nasi timbel

salah satu jenis hidangan nasi

Bagikan:
Nasi timbel
250px-Nasi-sunda.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nasi timbel dengan lauk lengkap.
Nama lainsangu timbel
Tempat asalIndonesia
DaerahJawa Barat
Bahan utamaNasi, ikan asin, tempe, sambal terasi, lalapan

Nasi timbel atau sangu timbel dalam bahasa Sunda, merupakan salah satu kuliner tradisional khas Sunda yang memiliki makna filosofis dan nilai budaya yang mendalam. Makanan ini identik dengan masyarakat Sunda yang dikenal dengan kekayaan alam dan tradisi kuliner berbasis lokal. Nasi timbel pada dasarnya adalah nasi putih yang dibungkus dengan daun pisang dan disajikan dengan lauk-pauk seperti ayam goreng, tahu, tempe, sambal, dan lalapan.[1] Hidangan ini pada awalnya diciptakan sebagai bekal praktis para petani, karena nasi yang dibungkus daun pisang dapat bertahan lama, tetap hangat, dan memiliki aroma harum yang khas.[2]

Nasi timbel disajikan di meja makan dengan diletakkan di piring atau bakul nasi, yang dapat diambil saat akan memakannya. Nasi timbel dimakan bersama sayur asam, ikan goreng, tahu dan tempe. Pilihan lauk lainnya berupa ayam goreng, ayam bakar, maupun ikan asin, serta ditambah dengan sambal dan lalapan.

Adapun macam-macam nasi timbel yang berkembang di Jawa Barat, yaitu nasi timbel ikan asin, nasi timbel ayam bakar, nasi timbel liwet dengandilengkapi sambal terasi dan ikan peda, nasi timbel pepes ikan.[1]

Perkembangan Nasi Timbel

Nasi timbel merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Sunda, dimana pada zaman dahulu masyarakat Sunda yang akan pergi ke sawah atau perjalann jauh membawa nasi yang dibungkus daun pisang, agar hemat dan praktis. Pada awalnya, nasi timbel dikenal sebagai makanan masyarakat menengah ke bawah, karena peralatan makan sulit ditemukan maka masyarakat menggunakan daun sebagai alternatif untuk membungkus dan tempat makan.[2] Pada perkembangannya nasi timbel tidak hanya berbentuk lonjong melainkan ada yang berbentuk segi tiga atau segi empat.

Dulu, nasi timbel lebih identik dengan kalangan menengah ke bawah, namun kini hidangan tersebut telah bergeser menjadi hidangan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Kini, nasi timbel bisa kita temukan di restoran biasa hingga restoran kelas atas. Fenomena ini terjadi karena banyak masyarakat kota yang merindukan suasana pedesaan, aroma nasi yang terbungkus daun pisang, serta ingin bernostalgia dengan hidangan sederhana khas Sunda.[3]

Nasi timbel merupakan salah satu kuliner tradisional khas Sunda yang memiliki nilai sejarah panjang dalam budaya pangan masyarakat Jawa Barat. Masyarakat Sunda menganggap bahwa nasi timbel bukan hanya sebagai makanan pokok, melainkan juga simbol penghormatan terhadap tamu, bentuk rasa syukur, dan identitas daerah, serta menjadi simbol kearifan lokal yang mencerminkan kedekatan masyarakat Sunda dengan alam. Daun pisang sebagai pembungkusnya menunjukkan kesederhanaan dan prinsip keberlanjutan dalam budaya kulinertradisional.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Sandy, Elias (2025). "NASI TIMBEL KHAS SUBANG SEBAGAI IDENTITAS KULINER TRADISIONAL JAWA BARAT DALAM PERSPEKTIF BUDAYA LOKAL".{{cite web}}: |first2= tidak memiliki |last2=
  2. 1 2 Daniswari, Dini (2022). "Nasi Timbel Asal Jawa Barat, dari Sejarah hingga Cara Pembuatannya". Kompas.com.
  3. ↑ Nilasari, Ika (2024-12-26). "Sejarah Nasi Timbel, Asal-usul dan Cara Membuatnya". Harapan Rakyat. Diakses tanggal 2026-03-03.


60px-Bread_and_wine.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buku resep Wikibooks memiliki artikel mengenai
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan