Rabu, 04 November 2026
17:33 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Tahu

Tahu

variasi makanan khas Tiongkok

Bagikan:
Infotaula de menjarTahu
250px-Japanese_SilkyTofu_%28Kinugoshi_Tofu%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asal
Negara asalTiongkok Suntingan nilai di Wikidata
Tanggal pembuatan100 Suntingan nilai di Wikidata
Rincian
Jenissoy cheese (en) Terjemahkan dan daging palsu Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamaSusu kedelai, Kedelai dan kedelai Suntingan nilai di Wikidata
Tahu
Tahu
Nama Tionghoa
Hanzi tradisional: 荳腐 atau 豆腐
Hanzi sederhana: 豆腐
Pinyin: dòufu
Makna harfiah: dadih kacang
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: dòufu
- Wade-Giles: tou-fu
Min Nan
- Romanisasi POJ: tāu-hū
Wu
- Romanisasi: deu去 vu去 (Wuu Pinyin)
[dɤɯ.vʊ] (IPA)
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: dauh-fuh
- Jyutping: dau6-fu6
Nama Filipina
Tagalog: tokwa[1][2]
Nama Jepang
Kanji: 豆腐
Hiragana: とうふ
Alih aksara
- Revisi: tōfu
- Kunrei-shiki: tôhu
Nama Korea
Hangul: 두부
Hanja: 豆腐
Alih aksara
- Romanisasi: dubu[3][4]
- McCune-Reischauer: tubu
Nama Melayu
Melayu: tauhu
Nama Vietnam
Vietnam: [ đậu phụ
atau đậu hũ
atau tàu hũ ] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
Nama Tamil
Tamil: tahu
Nama Thai
Thai: เต้าหู้ (IPA: tâohûː)
Nama Khmer
Khmer: តៅហ៊ូ
Nama Indonesia
Indonesia: tahu

Tahu adalah makanan yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami koagulasi. Tahu berasal dari Tiongkok, seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Nama "tahu" merupakan serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu), yang secara harfiah berarti "kedelai terfermentasi".[5] Tahu telah dikenal di Tiongkok sejak zaman dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan dinasti Han.[6]

Versi tahu yang dikenal di Jepang adalah tahu sutra (絹漉し豆腐, kinugoshi tōfu). Tahu sutra lebih lunak dan kurang tahan terhadap pengolahan lebih lanjut, sehingga biasanya dikonsumsi mentah.[6] Tahu secara umum dibawa para perantau Tionghoa ke seluruh penjuru dunia sehingga menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga akhirnya ke seluruh dunia.[5]

Tahu di Indonesia

250px-Tahu_guling_Surakarta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tahu guling, suatu jajanan berbasis tahu dari Surakarta.

Tahu telah mengalami indigenisasi di Indonesia sehingga muncul berbagai varian tahu serta panganan berbahan tahu. Tampilan luar tahu ada yang berwarna putih maupun kuning. Karena populernya, tahu menjadi bagian tak terpisahkan yang ditemui di tempat makan berbagai tingkat sosial di Indonesia, bersama-sama dengan tempe.

Di Kediri tahu kuning menjadi makanan khas. Tahu ini dikenal sebagai tahu takwa. Tempat lain yang juga terasosiasi dengan tahu adalah Sumedang (tahu Sumedang).

Tahu masih terkait dengan kembang tahu dan tauhue (juga disebut sebagai "kembang tahu") menurut cara pembuatannya.

Aneka makanan yang melibatkan tahu antara lain tahu bacem, tahu bakso, tahu campur, tahu guling, tahu isi (tahu bunting), perkedel tahu, dan kerupuk tahu, tahu pedas, tahu krispi, tahu petis dan tahu gimbal. Tahu goreng biasanya dihidangkan untuk menemani makanan berkuah cair, seperti mi bakso dan soto; atau batagor. Siomay, salah satu bentuk dimsum, juga menggunakan tahu kukus sebagai komponennya.

Tahu di Korea

Artikel utama: Dubu
250px-Korean.food-Sundubu.jjigae-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masakan sundubu jjigae.

Dubu adalah tahu Korea (豆腐, 두부).[7] Orang Korea memanfaatkan tahu untuk berbagai jenis masakan.[8]

Referensi awal mengenai tahu di Korea dapat ditemukan dalam Catatan Mogeun (Mogeunjip) yang ditulis oleh Yi Saek (bernama pena Mogeun, 1328-1396) pada zaman Dinasti Goryeo (938-1392). [9] Dalam satu puisinya, Yi Saek mengungkapkan kelezatan tahu yang baru saja dibuat.[9]

Referensi lain menuliskan tentang cara memasak tahu Korea dalam Yangchonjip oleh Gwon Geun serta Heo Gyun (1569-1618), seorang sastrawan Dinasti Joseon yang menulis artikel dalam Domundaejak tentang kelembutan rasa dubu yang dijual pedagang di luar Gerbang Changui.[9] Sebuah catatan di Sejongsillok (Catatan Pemerintahan Raja Sejong) menyebutkan bahwa Kaisar Ming memuji kelezatan tahu di Joseon dan wanitanya pandai memasak makanan yang lezat.[9]

Catatan sejarah menunjukkan bahwa teknik membuat tahu diperkenalkan dari daratan Tiongkok ke Korea pada zaman Dinasti Goryeo sejak abad ke-10. Dari Korea barulah tahu dikenalkan ke Jepang.[8] Tahu Korea teksturnya di antara tahu Tionghoa dan Jepang, tidak keras atau lembut.[7] Orang Jepang memperkenalkan lebih banyak lagi jenis tahu ke Korea semasa Penjajahan Jepang atas Korea (1910-1945).[7]

250px-Korean_cuisine-Dubu_kimchi-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dubu Kimchi

[12] Sundubu dimakan dengan kecap dan bumbu-bumbu pedas sambil minum makgeolli.[12]

Salah satu tempat pembuatan tahu tradisional di Korea yang paling terkenal adalah Kampung Chodang di Provinsi Gangwon.[12] Di Chodang, tahu diproses dengan air laut yang disuling dari kedalaman 3 meter di bawah permukaan pasir. Sejarah Tahu Chodang bermula dari penemuan sebuah mata air pada tahun 1500-an oleh Heo Yeop, seorang pegawai negeri Joseon yang juga adik dari Heo Nanseolheon. Setelah mencicipi kelezatan air tersebut Heo Yeop lalu menggunakannya untuk pembuatan tahu. Ia menambahkan air laut untuk proses pengentalan. Tahu yang diciptakannya menghasilkan rasa yang unik. Sampai kini, tradisi membuat tahu dengan air laut masih dijalankan. Kampung asal tahu itu dinamakan sesuai nama pena Heo Yeop, yaitu Chodang.

Referensi

  1. ↑ Remo, Amy R. (2008-11-04). "After cheap rice, 'P10 Budget Ulam'". Philippine Daily Inquirer.
  2. ↑ Remo, Amy R. (Maret 31, 2005). "Filipino food served 'hawker' style". Filipino Reporter.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ "Korea's Pulmuone launches New York bean curd plant". AsiaPulse News. 2002-03-13. Diakses tanggal 2009-09-26.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  4. ↑ Tamsyn Burgmann (Agustus 29, 2007). "Soon dubu simmers under the radar". Toronto Star.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Bromokusumo, Aji Kristi (2013). Peranakan Tionghoa dalam kuliner Nusantara: plus resep-resep khas Peranakan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. hlm. 32. ISBN 978-979-709-740-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 "Japan Tofu Association│History of Tofu". www.tofu-as.com. Diakses tanggal 2025-03-14.
  7. 1 2 3 (Inggris) HISTORY OF TOFU IN SOUTH AND SOUTHEAST ASIA, soyinfocenter. Diakses pada 1 Mei 2010.
  8. 1 2 (Inggris) Hand-made Tofu[pranala nonaktif permanen], gwangju. Diakses pada 1 Mei 2010.
  9. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) Chun Hui-jung (2006). "Dubu-Jeongol -Traditional Dish of Dubu (Tofu) and Vegetables" (PDF). Koreana. 20 (1): 77–79. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-01-06. Diakses tanggal 26 April 2010.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |month= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ (Korea)두부 부침(필독), musoenara. Diakses pada 14 Mei 2010.
  11. ↑ (Inggris) Donghae Sundubu Diarsipkan 2013-01-20 di Wayback Machine, visitkorea. Diakses pada 1 Mei 2010.
  12. 1 2 3 (Inggris) Kim Joo-young (1997). "Ch'odang Village in Kangnung" (PDF). Koreana. 11 (2): 77–79. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 1-5-2010.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |month= diabaikan; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  13. ↑ (Inggris) Dubu Kimchi, mykoreankitchen. Diakses pada 12 Mei 2010.
  14. ↑ (Inggris) Dubu Jorim Diarsipkan 2018-02-17 di Wayback Machine,mykoreandiet. Diakses pada 26 April 2010.
  15. ↑ (Inggris) Spicy Korean Soft Tofu Stew (Soondubuchigae) Diarsipkan 2017-02-13 di Wayback Machine, koreanfood. Diakses pada 1 Mei 2010.

Pranala luar

60px-Bread_and_wine.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buku resep Wikibooks memiliki artikel mengenai


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan