Rabu, 04 November 2026
03:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Alih aksara Hepburn

sistem romanisasi untuk bahasa Jepang

Bagikan:

Alih aksara Hepburn (ヘボン式ローマ字, Hebon-shiki Rōmaji) dinamakan untuk memperingati Pendeta James Curtis Hepburn, pencipta alih aksara bahasa Jepang ke dalam [[abjad rkan pada bunyi fonem bahasa Inggris. Penutur bahasa Inggris yang tidak familiar dengan bahasa Jepang umumnya bisa mengucapkan kata-kata dalam bahasa Jepang secara lebih akurat bila ditulis dengan sistem Hepburn dibandingkan sistem Kunrei-shiki Rōmaji.

Alih aksara Hepburn lebih sering digunakan dalam buku pelajaran bahasa Jepang untuk orang asing. Sebaliknya, murid-murid sekolah di Jepang justru lebih akrab dengan sistem Kunrei-shiki Rōmaji.

Dasar hukum

Alih aksara Hepburn didasarkan pada fonologi bahasa Inggris dan bukan bahasa Jepang. Akibatnya alih aksara Hepburn pernah ditentang keras. Pemerintah Jepang mengeluarkan Instruksi Kabinet tertanggal 21 September 1937 yang memerintahkan penggunaan alih aksara Kunrei-shiki. Sewaktu Jepang berada di bawah pendudukan Sekutu, Panglima Tertinggi Sekutu membatalkan Instruksi Kabinet tentang penggunaan Kunrei-shiki dan menggantinya dengan sistem Hepburn. Pada tahun 1954, pemerintah Jepang menetapkan kembali Kunrei-shiki sebagai sistem alih aksara resmi.

Pada tahun 1972, versi Hepburn yang sudah direvisi ditetapkan sebagai standar ANSI Z39.11-1972. Selanjutnya pada tahun 1989, standar ANSI Z39.11-1972 diusulkan sebagai ISO 3602 tetapi tidak diterima. Kunrei-shiki justru dijadikan standar ANSI Z39.11-1972, tetapi dibatalkan pada tanggal 6 Oktober 1994.

Alih aksara Hepburn bukan merupakan alih aksara resmi di Jepang, tetapi beberapa badan pemerintah tetap menggunakan sistem Hepburn. Kementerian Luar Negeri memakai sistem Hepburn untuk menuliskan nama orang pada paspor Jepang. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi menggunakan alih aksara Hepburn untuk rambu jalan, papan nama jalan, dan nama stasiun kereta api.

Di seluruh kota-kota di Jepang, alih aksara Hepburn merupakan standar yang diterima secara de facto. Sistem Hepburn digunakan untuk papan nama gedung, kantor polisi, kuil, tempat wisata, dan papan petunjuk lain yang memerlukan penulisan nama dalam abjad Latin. Surat kabar berbahasa Inggris yang terbit di Jepang dan media massa Jepang juga menggunakan sistem Hepburn. Pemerintah kota dan prefektur menulis informasi yang ditujukan bagi orang asing yang tinggal di Jepang dengan menggunakan sistem Hepburn. Terbitan dalam bahasa Inggris yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri hanya menggunakan sistem Hepburn yang disederhanakan. Brosur pariwisata dan buku panduan wisata mengenai Jepang baik yang diterbitkan di Jepang atau di luar Jepang semuanya menggunakan sistem Hepburn.

Variasi alih aksara Hepburn

Alih aksara Hepburn terdiri dari 3 variasi:

  • Hepburn Tradisional yang menuliskan vokal panjang dan suku kata yang berakhiran dengan "n" dengan berbagai cara.
  • Hepburn Disempurnakan (Revised Hepburn) yang merupakan revisi dari Hepburn Tradisional. Sistem ini tidak lagi mengharuskan huruf "n" diganti menjadi "m" bila diikuti konsonan tertentu. Perpustakaan Kongres menggunakan sistem Hepburn Disempurnakan (revised Hepburn) dengan sebutan modified Hepburn.
  • Hepburn Modifikasi (modified Hepburn) yang didasarkan pada Hepburn Disempurnakan dan perbaikan Hepburn Tradisional. Sistem ini menggunakan tanda diakritik (macron) di atas vokal panjang dan di atas huruf "n". Walaupun Hepburn Modifikasi sudah digunakan pada sebagian kamus bahasa Jepang-Inggris (misalnya Pocket Kenkyusha Japanese Dictionary terbitan Oxford University Press), penggunaannya terbatas di kalangan ahli linguistik. Dalam bahasa Inggris, istilah modified Hepburn kadang-kadang digunakan untuk menyebut revised Hepburn.

Standar Jepang untuk alih aksara Hepburn:

Huruf "n" yang digunakan untuk menulis suku kata yang berakhiran dengan "n" diganti dengan huruf "m" bila diikuti konsonan "b," "m," dan "p." Sistem ini diatur dalam lampiran peraturan Kementerian Transportasi Jepang No.398 tanggal 26 Juli 1947.
Huruf "n" yang digunakan untuk menulis suku kata yang berakhiran dengan "n" diganti dengan huruf "m" bila diikuti konsonan "b," "m," dan "p."
Huruf "n" yang digunakan untuk menulis suku kata yang berakhiran dengan "n" tidak diganti dengan huruf "m" walaupun diikuti huruf "b," "m," dan "p." Sistem ini dipakai untuk menulis papan nama jalan atau papan petunjuk.

Ciri khas

Keistimewaan alih aksara Hepburn adalah pada ejaan yang didasarkan pada fonologi bahasa Inggris. Sebagai hasilnya, penutur bahasa Inggris lebih mudah mengucapkan suku kata untuk し yang ditulis sebagai "shi" dan bukan "si."

Partikel

  • Partikel he へ ditulis sebagai "e".
  • Partikel ha は ditulis sebagai "wa".
  • Partikel wo を ditulis sebagai "o".

Vokal panjang

Peraturan Hepburn yang Disempurnakan dan Hepburn Tradisional:

  • Vokal panjang o and u ditulis dengan tanda diakritik macron sebagai ō dan ū.
  • Vokal panjang e pada kata-kata asli bahasa Jepang atau bahasa Tionghoa ditulis sebagai ei
  • Vokal panjang i pada kata-kata asli bahasa Jepang atau bahasa Tionghoa ditulis sebagai ii
  • Semua vokal panjang pada kata-kata pinjaman dari bahasa asing ditulis dengan tanda diakritik macron.

Peraturan Hepburn modifikasi:

  • Semua vokal panjang ditulis dengan huruf ganda, misalnya vokal panjang o ditulis sebagai oo.

Suku kata berakhiran dengan "n"

Peraturan Hepburn tradisional:

  • Suku kata yang berakhiran dengan "n" ditulis dengan huruf "n" bila diikuti konsonan, tetapi ditulis sebagai n' (dengan apostrof) bila diikuti huruf vokal dan y. Kalau n diikuti dengan konsonan labial seperti b, m, dan p harus ditulis sebagai m.

Peraturan Hepburn yang Disempurnakan:

  • Konsonan labial seperti b, m, dan p tidak memengaruhi penulisan n. Suku kata yang berakhiran dengan "n" dan diikuti huruf vokal atau y, "n" tetap ditulis sebagai n.

Peraturan Hepburn modifikasi:

  • Suku kata yang berakhiran dengan "n" selalu ditulis sebagai n dengan tanda diakritik macron (n̄) seperti waktu menulis vokal panjang. Penggunaan apostrof pada huruf "n" menjadi tidak perlu lagi.

Konsonan ganda

  • Konsonan ganda yang dihasilkan sokuon "っ" seperti "sh" ditulis menjadi "ssh," "ch" menjadi "tch", dan "ts" menjadi "tts."

Variasi penulisan

Penulisan kata yang sama dengan berbagai variasi alih aksara Hepburn:

  • Tōkyō: Penulisan yang dianggap standar, ditulis dengan tanda diakritik macron mengikuti sistem Hepburn tradisional dan Hepburn yang Disempurnakan.
  • Tokyo: Kata-kata bahasa Jepang yang sudah dipungut ke dalam bahasa Inggris ditulis tanpa menggunakan tanda diakritik macron. Secara de facto merupakan sistem yang dipakai untuk papan petunjuk dan informasi dalam bahasa Inggris yang ada di Jepang.
  • Tôkyô: Penulisan dengan menggunakan aksen sirkumfleks seperti diatur dalam sistem alih aksara Nihon-shiki dan Kunrei-shiki. Aksen sirkumfleks hanya dipakai jika program pengolah kata tidak memungkinkan penulisan macron. Tersedianya huruf Unicode membuat penulisan bahasa Jepang dengan aksen sirkumfleks semakin jarang ditemui.
  • Toukyou: Kana untuk "ō" ditulis sebagai "ou" atau "oo," dan "ū" sebagai "uu." Penulisan seperti ini tidak lazim dan hanya digunakan para pemula. Berasal dari cara mengetikkan bahasa Jepang dengan papan ketik huruf Latin pada mesin ketik pengolah kata di Jepang yang disebut wāpuro.
  • Tookyoo: Penulisan dengan menggandakan huruf untuk vokal panjang sesuai sistem Hepburn modifikasi. Sistem yang sama digunakan pada alih aksara JSL.

Tabel alih aksara Hepburn

Hiragana

あ aい iう uえ eお o ゃ  yaゅ  yuょ  yoゎ  wa
か kaき kiく kuけ keこ ko きゃ kya きゅ kyu きょ kyo くゎ kwa
さ saし shiす cuせ seそ so しゃ sha しゅ shu しょ sho
た taち chiつ tsuて teと to ちゃ cha ちゅ chu ちょ cho
な naに niぬ nuね neの no にゃ nya にゅ nyu にょ nyo
は haひ hiふ fuへ heほ ho ひゃ hya ひゅ hyu ひょ hyo
ま maみ miむ muめ meも mo みゃ mya みゅ myu みょ myo
や yaゆ yuよ yo
ら raり riる ruれ reろ ro りゃ rya りゅ ryu りょ ryo
わ waゐ wiゑ weを wo
ん n
が gaぎ giぐ guげ geご go ぎゃ gya ぎゅ gyu ぎょ gyo ぐゎ gwa


ざ zaじ jiず zuぜ zeぞ zo じゃ ja じゅ ju じょ jo
だ daぢ jiづ zuで deど do ぢゃ ja ぢゅ ju ぢょ jo
ば baび biぶ buべ beぼ bo びゃ bya びゅ byu びょ byo
ぱ paぴ piぷ puぺ peぽ po ぴゃ pya ぴゅ pyu ぴょ pyo

Katakana

ア aイ iウ uエ eオ o ャ  yaュ  yuョ  yoヮ  wa
カ kaキ kiク kuケ keコ ko キャ kya キュ kyu キョ kyo クヮ kwa
サ saシ shiス cuセ seソ so シャ sha シュ shu ショ sho
タ taチ chiツ tsuテ teト to チャ cha チュ chu チョ cho
ナ naニ niヌ nuネ neノ no ニャ nya ニュ nyu ニョ nyo
ハ haヒ hiフ fuヘ heホ ho ヒャ hya ヒュ hyu ヒョ hyo
マ maミ miム muメ meモ mo ミャ mya ミュ myu ミョ myo
ヤ yaユ yuヨ yo
ラ raリ riル ruレ reロ ro リャ rya リュ ryu リョ ryo
ワ waヰ wiヱ weヲ wo
ン n
ガ gaギ giグ guゲ geゴ go ギャ gya ギュ gyu ギョ gyo グヮ gwa
ザ zaジ jiズ zuゼ zeゾ zo ジャ ja ジュ ju ジョ jo
ダ daヂ jiヅ zuデ deド do ヂャ ja ヂュ ju ヂョ jo
バ baビ biブ buベ beボ bo ビャ bya ビュ byu ビョ byo
パ paピ piプ puペ peポ po ピャ pya ピュ pyu ピョ pyo

Perluasan katakana

ア a イ i ウ u エ e オ o
イィ yi イェ ye


ウァ wa ウィ wi ウゥ  wu ウェ we ウォ wo
ウャ wya ウュ wyu ウィェ wye ウョ wyo
ヴァ va ヴィ vi ヴ vu ヴェ ve ヴォ vo
ヴャ vya ヴュ vyu ヴィェ vye ヴョ vyo
ウ゚ n
キェ kye
ギェ gye


クァ kwa クィ kwi クェ kwe クォ kwo
クヮ kwa
グァ gwa グィ gwi グェ gwe グォ gwo
グヮ gwa
カ゚ nga キ゚ ngi ク゚ ngu ケ゚ nge コ゚ ngo
キ゚ャ ngya キ゚ュ ngyu キ゚ェ ngye キ゚ョ ngyo
シェ she
ジェ je
スィ si
ズィ zi
セ゚ ce
チェ che
ヂェ je
ツァ tsa ツィ tsi ツェ tse ツォ tso
ツャ tsya ツュ tsyu ツィェ tsye ツョ tsyo
ヅァ za ヅィ zi ヅェ ze ヅォ zo
ヅャ zya ヅュ zyu ヅィェ zye ヅョ zyo
ティ ti トゥ tu
トィ twi テュ tyu
ディ di ドゥ du
ドィ dwi デュ dyu
ツ゚ tcu ト゚ tco
ヌィ nwi ニェ nye
ヒェ hye
ブィ bwi ビェ bye
プィ pwi ピェ pye
ファ fa フィ fi フェ fe フォ fo
フャ fya フュ fyu フィェ fye フョ fyo
ㇷ゚ n
ホゥ hu
ムィ mwi ミェ mye
ユィ ywi ユェ ye
ルィ rwi リェ rye
ラ゚ la リ゚ li ル゚ lu レ゚ le ロ゚ lo
リ゚ャ lya リ゚ュ lyu リ゚ェ lye リ゚ョ lyo
ヷ va ヸ vi ヹ ve ヺ vo

Pranala luar

Bahasa
di Jepang
Rumpun
bahasa Japonik
Varietas・Dialek
Pelafalan
Tata bahasa
Isōgo
Slang
Sejarah
Klasifikasi
Pijin・Kreol
Bahasa
sekitar
Aksara
Budaya
bahasa
Terkait
penelitian
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan