Selasa, 29 September 2026
02:52 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Aksara

sistem berupa simbol visual yang tercatat pada kertas atau media lainnya dan dipergunakan untuk mewakili pengejawantahan suatu pemikiran dalam bahasa tertentu

Aksara atau sistem penulisan adalah suatu sistem simbol visual yang tertera pada kertas maupun media lainnya (batu, kayu, kain, dll) untuk mengungkapkan unsur-unsur yang ekspresif dalam suatu bahasa. Istilah lain untuk menyebut aksara adalah sistem tulisan. Alfabet dan abjad merupakan istilah yang berbeda karena merupakan tipe aksara berdasarkan klasifikasi fungsional. Unsur-unsur yang lebih kecil yang terkandung dalam suatu aksara antara lain: grafem, huruf, diakritik, tanda baca, dsb. Satuan aksara disebut glif.

Etimologi

"Aksara" secara etimologis berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu akṣara (Dewanagari: अक्षर), yang bisa berarti 'huruf',[1] 'bunyi',[2] atau 'vokal'.[3] Aksara juga dapat berarti "tak termusnahkan", yang berasal dari kata a+kṣara. Awalan a- (अ) berarti 'tidak', sedangkan kṣara (क्षर) berarti 'termusnahkan'.[4] Aksara dianggap sebagai sesuatu yang kekal karena berperan dalam mendokumentasikan dan mengabadikan peristiwa komunikasi dalam bentuk tulisan. Dengan demikian, kesuraman dan kejayaan masa lalu dapat dijamah kembali melalui bukti-bukti literal.[5]

Terminologi

Istilah lain untuk menyebut aksara adalah huruf atau abjad (bahasa Arab), yang dimengerti sebagai lambang bunyi bahasa (fonem). Sedangkan bunyi itu sendiri adalah lambang pengertian yang, menurut catatan sejarah secara garis besar terdiri dari kategori (Kartakusuma 2003):

  1. Piktogram, yaitu aksara yang hurufnya merupakan ikon benda yang konkret, antara lain aksara hieroglif Mesir, aksara Tiongkok Kuno;
  2. Ideogram, yaitu aksara yang hurufnya merupakan simbol untuk mewakili gagasan (jumlah benda, kata sifat, kata ganti) atau benda (abstrak atau konkret), antara lain aksara Tionghoa masa kini yang hasil goresannya tidak lagi dilihat melukiskan benda konkret;
  3. Abjad suku kata, yaitu aksara yang setiap hurufnya menggambarkan suku kata. Kategori ini terbagi menjadi dua:
    1. Abugida, yaitu abjad suku kata yang hurufnya memiliki kemiripan bentuk jika berada dalam satu kelompok konsonan, contohnya huruf Ka, Ki, Ku, Ke, Ko dalam aksara Jawa, aksara Sunda, aksara Makassar, Bugis aksara Dewanagari (Prenagari), Pallawa, dan aksara-aksara dari rumpun Brahmi di India;
    2. Aksara silabis murni, yaitu abjad suku kata yang hurufnya memiliki bentuk berbeda-beda untuk setiap suku kata. Contohnya huruf Ka, Ki, Ku, Ke, Ko memiliki bentuk berbeda-beda dalam aksara Katakana dan Hiragana di Jepang;
  4. Abjad fonetik, yaitu satu huruf mewakili satu bunyi bahasa, antara lain alfabet Latin, alfabet Yunani, Kiril dan Gothik atau Jerman.

Referensi

  1. ↑ "Meaning of 'akṣara' is 'letter'", Dictionary: Monier-Williams, Sanskrit-Dictionary.com
  2. ↑ "Meaning of 'akṣara' is 'sound'", Dictionary: Monier-Williams, Sanskrit-Dictionary.com
  3. ↑ "Meaning of 'akṣara' is 'vowel'", Dictionary: Monier-Williams, Sanskrit-Dictionary.com
  4. ↑ "Meaning of 'kṣara'", Dictionary: Monier-Williams, Sanskrit-Dictionary.com, diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-13, diakses tanggal 2021-06-13
  5. ↑ "AKSARA BALI; REALITAS DAN TANTANGAN MASA DEPAN". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-02. Diakses tanggal 2014-01-28. Diarsipkan 2014-02-02 di Wayback Machine.
Gambaran
Daftar
Brahmi
Utara
Selatan
Kawi
Lainnya
Linear
Non-linear
Tionghoa
Aksara Han
Dipengaruhi Tionghoa
Logosilabis lainnya
Logokonsonan
Sistem bilangan
Penuh
Pengulangan
Braille ⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑
Braille cell
Braille scripts
French-ordered
Keluarga Nordik
Russian lineage family
i.e. Cyrillic-mediated scripts
Egyptian lineage family
i.e. Arabic-mediated scripts
Indian lineage family
i.e. Bharati Braille
Other scripts
Reordered
Frequency-based
Independent
Eight-dot
Symbols in braille
Braille technology
Persons
Organisations
Other tactile alphabets
Related topics
Sistem tulisan elektronik
Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan