Rabu, 28 Oktober 2026
22:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Aksara Bengali

abugida yang digunakan untuk menuliskan bahasa Bengali

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini sudah memiliki referensi, tetapi tidak disertai kutipan yang cukup. Anda dapat membantu mengembangkan artikel ini dengan menambahkan lebih banyak kutipan pada teks artikel. (November 2021) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Aksara Bengali
বাংলা লিপি
250px-Bangla_Lipi.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis aksara
BahasaBengali, Sanskerta, Khasi,[1] Kudmali
Periode
Abad ke-11–sekarang[2]
DaerahBenggala
Arah penulisanKiri ke kanan
Aksara terkait
Silsilah
Menurut hipotesis hubungan antara abjad Aramea dengan Brahmi, maka silsilahnya sebagai berikut:
Dari aksara Brahmi diturunkanlah:
Aksara kerabat
Assam dan Tirhuta
ISO 15924
ISO 15924Beng, ,​Bengali (Bangla)
Pengkodean Unicode
Nama Unicode
Bengali
U+0980–U+09FF
 Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI).Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan.Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.
Bengali
Artikel ini mengandung aksara Bengali. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain.
Brāhmī
Aksara Brahmi dan turunannya

Aksara Bengali (bahasa Bengali:বাংলা লিপি, Bangla lipi, Pengucapan Bengali: [ˈbaŋlalipi]); atau Alfabet Bengali (bahasa Bengali:বাংলা বর্ণমালা, Bangla bôrṇômala) adalah aksara yang digunakan untuk menuliskan bahasa Bengali didasarkan pada aksara Bengali-Assam, dan secara historis telah digunakan untuk menulis bahasa Sansekerta dalam Beng. Aksara ini adalah salah satu sistem penulisan yang paling banyak diadopsi di dunia (digunakan oleh lebih dari 265 juta orang).[4]

Dari sudut pandang klasifikasi, sistem penulisan Bengali adalah abugida, yaitu grafem vokalnya terutama diwujudkan bukan sebagai huruf independen, tetapi sebagai diakritik yang memodifikasi vokal yang melekat pada huruf dasar yang ditambahkan. Sistem penulisan Bengali ditulis dari kiri ke kanan dan menggunakan huruf besar tunggal, yang membuatnya menjadi aksara monokameral, berbeda dengan aksara bikameral seperti alfabet Latin. Hal ini dikenali, seperti lainnya aksara Brahmi, dengan garis horizontal khas dikenal sebagai matra (মাত্রা) berjalan di sepanjang bagian atas huruf yang menghubungkannya. Namun, sistem penulisan Bengali tidak terlalu kaku dan menampilkan bentuk yang lebih berliku-liku daripada aksara Dewanagari.[5]

Sejarah

Aksara Bengali sangat mirip dengan Aksara Dewanagari dalam Bahasa Hindi dan sama-sama berasal dari rumpun aksara Brahmi; namun, aksara Bengali mulai berdiri sebagai aksara yang dominan sejak abad ke-11. Aksara Brahmi berkembang pada masa pemerintahan Asoka, dan bentuknya yang sekarang telah tercatat pada tahun 1778 dan pada abad ke-19.

Abugida ini berkembang dari sistem penulisan India Kuno yang menorehkan tinta di atas daun lontar dan dimulai sejak zaman pemerintahan Raja Asoka pada abad ke-3 SM.

Aksara Bengali sendiri berkembang dari varian timur huruf Brahmi yang disebut Kutilalipi, dan mulai berkembang sejak abad ke-7 M. Huruf-huruf Bengali berbentuk lebih runcing dan ujung yang tajam daripada huruf Devanagari meski 2 aksara ini mempunyai matra di atasnya, sedangkan tulisan Bengali cetak untuk pertama kalinya digunakan pada buku ‘A Grammar of the Bengal Language’ (bahasa Bengali:Tatabahasa Bahasa Bengal) karya N.B Halhed pada tahun 1778. Pada tahun 1785, Warren Hastings meminta warga lainnya, yakni Charles Wilkins untuk membuat versi cetak huruf Bengali, sehingga Wilkins dijuluki sebagai bapak huruf cetak Bahasa Bengali. Dia juga mengajarkan Panchanan Karmakar, seorang seniman terkemuka pada masa itu giat mempelajari cara pembuatan huruf cetak untuk Bengali.

Sistem ini berlangsung lama hingga ditemukannya teknik linotype pada tahun 1886, dan diperkenalkan ke dalam sistem cetak huruf Bengali oleh S.C. Majumdar, R. Basu dan sebagainya. Sistem inilah yang dipakai hingga sekarang.

Huruf[4]

Vokal

HurufRomanisasiPengucapan IPA
অô, oo, ɔ
আa, aaa
ইi[catatan 1]i
ঈee, i[catatan 2]i
উu[catatan 3]u
ঊu[catatan 4]u
এe, ê, aee, æ, ɛ
ঐoi, oyoiː
ওoo
ঔou, ow,ou
ঋr̥, riɹi

Konsonan

HurufRomanisasiPengucapan IPA
কkôkɔ
খkhôkʰɔ
গgôgɔ
ঘghôgʰɔ
ঙngôŋɔ
চcôt͡ʃɔ, t͡sɔ, sɔ
ছchôt͡ʃʰɔ, t͡sʰɔ, sɔ
জjôd͡ʒɔ, dzɔ, zɔ
ঝjhôd͡ʒʱɔ, dzʱɔ
ঞñônɔ, ẽɔ
টṭôʈɔ
ঠṭhôʈʱɔ
ডḍôɖɔ
ঢḍhôɖʱɔ
ণṇô, nôɳɔ, nɔ
তtôt̪ɔ
থthôt̪ʰɔ
দdôd̪ɔ
ধdhôd̪ʱɔ
নnônɔ
পpôpɔ
ফphô, fôɸɔ, fɔ, pʰɔ
বbôbɔ
ভbhôbʱɔ, βɔ
মmômɔ
যyô, jôjɔ, d͡ʒɔ, dzɔ
রrôɹɔ
লlôlɔ
শshô, sôʃɔ, sɔ
ষṣô, shôʂɔ, ʃɔ
সsô, shôsɔ, ʃɔ
হhôhɔ, ɦɔ
ড়ṛôɽɔ
ঢ়ṛhôɽʱɔ
য়ẏôe̯ɔ, ∅

Huruf dengan vokal diakritik

960px-%E0%A6%AC%E0%A6%BE%E0%A6%82%E0%A6%B2%E0%A6%BE_%E0%A6%95%E0%A6%BE%E0%A6%B0%E0%A6%B8%E0%A6%AE%E0%A7%82%E0%A6%B9.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Huruf Bengali "k" dengan tanda vokal.
HurufRomanisasiPengucapan IPA
কkô, koko, kɔ
কাka, kaaka
কিkiki
কীkee, kiki
কুkuku
কূkuku
কেke, kê, kaeke, kæ, kɛ
কৈkoikoiː
কোkoko
কৌkoukou
কৃkrikɹi
কংkôngkɔŋ
কঃkôḥ/kôkɔh/kɔ
কঁknkɔ̃
ক্kk

Angka

Berikut adalah angka-angka dalam Bengali:[4]

Angka (Bengali)PenyebutanRomanisasiAngka
০শূন্যShunnô0
১একÊk1
২দুইDui2
৩তিনTin3
৪চারChar4
৫পাঁচPach5
৬ছয়Chhôy6
৭সাতShat7
৮আটAt8
৯নয়Nôy9
২০দশDôsh10

Romanisasi

Romanisasi Bengali adalah penggambaran bahasa Bengali dalam aksara Latin. Ada berbagai cara untuk sistem Romanisasi Bengali, yang dibuat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi gagal untuk mewakili suara fonetik Bengali yang sebenarnya. Sementara standar yang berbeda untuk romanisasi telah diusulkan untuk aksara Bengali, sistem romanisasi tersebut belum diadopsi dengan tingkat keseragaman yang terlihat dalam bahasa seperti Jepang atau Sanskerta.[catatan 5] Aksara Bengali sering disertakan dengan kelompok aksara Brahmik untuk romanisasi di mana nilai fonetik Bengali yang sebenarnya tidak pernah diwakili. Beberapa di antaranya adalah menggunakan sistem romanisasi IAST.[6] "Transliterasi Bahasa India" atau ITRANS,[7] dan perluasan IAST ditujukan untuk wilayah bahasa non-Sanskerta di wilayah India yang disebut dengan Perpustakaan Romanisasi Nasional di Kolkata.[8]

Contoh teks

Pasal 1 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia


Bengali dalam Aksara Bengali

ধারা ১: সমস্ত মানুষ সাধীনভাবে সমান মর্যাদা এবং অধিকার নিয়ে জন্মগ্রহণ করে। তাঁদের বিবেক এবং বুদ্ধি আছে; সুতরাং সকলেরই একে অপরের প্রতি ভ্রাতৃত্বসুলভ মনোভাব নিয়ে আচরণ করা উচিত।

Bengali dalam romanisasi

Dhara êk: Shômôsto manuṣ śadhinbhabe śôman môrjada ebong odhikar niẏe jônmogrohon kôre. Tander bibek aebông buddhi aache; sutorang sôkoleri aeke ôporer proti bhratritbosulôbh monobhab niẏe acôrôṇ kôra ucit.

Bengali dalam IPA

d̪ʱaraɛkʃɔmost̪omanuʃʃad̪ʱinbʱabeʃɔmanmɔrdʒad̪aeboŋod̪ʱikarnie̯edʒɔnmoɡrohonkɔre.t̪ãd̪erbibekeboŋbudd̪ʱːiatʃʰe;sut̪oraŋsɔkoleriɛkeɔporerprot̪ibʱrat̪rit̪ːosulɔbʱmonobʱabnie̯eatʃoronkɔrautʃit̪.

Terjemahan

Bagian 1: Semua orang dilahirkan dengan kebebasan, martabat, dan hak yang sama. Mereka dianugerahi dengan akal dan hati nurani. Oleh karena itu, mereka harus memiliki sikap semangat persaudaraan terhadap satu sama lain.

Unicode

Artikel utama: Bengali (blok Unicode)

Aksara Bengali ditambahkan ke Unicode Standard pada Oktober 1991 dengan perilisan versi 1.0.

Blok Unicode untuk Bengali adalah U+0980–U+09FF.

Bengali[1][2]
Official Unicode Consortium code chart (PDF)
 0123456789ABCDEF
U+098x ঀ ঁ ং ঃ অ আ ই ঈ উ ঊ ঋ ঌ এ
U+099x ঐ ও ঔ ক খ গ ঘ ঙ চ ছ জ ঝ ঞ ট
U+09Ax ঠ ড ঢ ণ ত থ দ ধ ন প ফ ব ভ ম য
U+09Bx র ল শ ষ স হ ় ঽ া ি
U+09Cx ী ু ূ ৃ ৄ ে ৈ ো ৌ ্ ৎ
U+09Dx ৗ ড় ঢ় য়
U+09Ex ৠ ৡ ৢ ৣ ০ ১ ২ ৩ ৪ ৫ ৬ ৭ ৮ ৯
U+09Fx ৰ ৱ ৲ ৳ ৴ ৵ ৶ ৷ ৸ ৹ ৺ ৻
Catatan
1.^Per Unicode versi 8.0
2.^Abu-abu berarti titik kode kosong

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "ScriptSource - Khasi". scriptsource.org. Diakses tanggal 21 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Ancient Scripts". Diarsipkan dari asli tanggal 16 November 2010. Diakses tanggal 20 Maret 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Daniels, Peter T. (2008). "Writing systems of major and minor languages". Dalam Kachru, Braj B.; Kachru, Yamuna; Sridhar, S. N. (ed.). Languages in South Asia. Cambridge University Press. hlm. 285–308. ISBN 978-0-521-78141-1.
  4. 1 2 3 "Bengali alphabet". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Januari 2008. Diakses tanggal 11 Juni 2005.
  5. ↑ George Cardona dan Danesh Jain (2003), The Indo-Aryan Languages, Routledge, ISBN978-0415772945
  6. ↑ "Learning International Alphabet of Sanskrit Transliteration". Sanskrit 3 – Learning transliteration. Gabriel Pradiipaka & Andrés Muni. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Februari 2007. Diakses tanggal 20 November 2006.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "ITRANS – Indian Language Transliteration Package". Avinash Chopde. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Januari 2013. Diakses tanggal 20 November 2006.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Annex-F: Roman Script Transliteration" (PDF). Indian Standard: Indian Script Code for Information Interchange — ISCII. Bureau of Indian Standards. 1 April 1999. hlm. 32. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 20 Januari 2013. Diakses tanggal 20 November 2006.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Catatan

  1. ↑ Dalam Bengali, ই adalah hrôshbô i (হ্রস্ব ই); yang artinya i pendek
  2. ↑ Dalam bahasa Bengali, ঈ adalah dīrghô i (দীর্ঘ ঈ), yang artinya i panjang
  3. ↑ Dalam bahasa Bengali, উ adalah hrôshbô u (হ্রস্ব উ); yang artinya u pendek
  4. ↑ Dalam Bengali, ঊ adalah dīrghô u (দীর্ঘ ঊ), yang artinya u panjang
  5. ↑ Dalam bahasa Jepang, ada beberapa perdebatan mengenai apakah menonjolkan perbedaan tertentu, seperti Tōhoku dan Tohoku. Bahasa Sansekerta terstandarisasi dengan baik karena komunitas penuturnya yang relatif kecil, dan perubahan aksen tidak menjadi masalah besar.

Bibliografi

  • Ashraf, Syed Ali; Ashraf, Asia (1966), "Bengali Diphthongs", dalam Dil A. S. (ed.), Shahidullah Presentation Volume, Lahore: Linguistic Research Group of Pakistan, hlm. 47–52
  • Chatterji, Suniti Kumar (1939), Vasha-prakash Bangala Vyakaran (A Grammar of the Bengali Language), Kolkata: Universitas Rabindra Bharaty (RBUDDE)
  • Chowdhury, Munier (1963), "Shahitto, shônkhatôtto o bhashatôtto (Literature, statistics and linguistics)", Bangla Academy Potrika, 6 (4), Dhaka: 65–76
  • Kostic, Djordje; Das, Rhea S. (1972), A Short Outline of Bengali Phonetics, Kolkata: Statistical Publishing Company
  • Hai, Muhammad Abdul (1964), Dhvani Vijnan O Bangla Dhvani-tattwa (Phonetics and Bengali Phonology), Dhaka: Bangla Academy
  • D.R, Master (2010), "Bengali Sarabarna Banjan Barna Learning", Asiatick Researches, Kolkata: Asiatick Society[pranala nonaktif permanen]
  • Salomon, Richard (1998). Indian Epigraphy: A Guide to the Study of Inscriptions in Sanskrit, Prakrit, and the Other Indo-Aryan Languages. New York: Oxford University Press.
  • Sarkar, Pabitra (1987), "Bangla Dishôrodhoni (Bengali Diphthongs)", Bhasha, 4–5, Kolkata: 10–12

Pranala luar

Gambaran
Daftar
Brahmi
Utara
Selatan
Kawi
Lainnya
Linear
Non-linear
Tionghoa
Aksara Han
Dipengaruhi Tionghoa
Logosilabis lainnya
Logokonsonan
Sistem bilangan
Penuh
Pengulangan
Braille ⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑
Braille cell
Braille scripts
French-ordered
Keluarga Nordik
Russian lineage family
i.e. Cyrillic-mediated scripts
Egyptian lineage family
i.e. Arabic-mediated scripts
Indian lineage family
i.e. Bharati Braille
Other scripts
Reordered
Frequency-based
Independent
Eight-dot
Symbols in braille
Braille technology
Persons
Organisations
Other tactile alphabets
Related topics
Sistem tulisan elektronik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan