Minggu, 20 September 2026
09:58 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Benggala

Benggala

daerah sejarawi dan geografis di daerah timur anak benua India

Untuk kegunaan lain, lihat Benggala (disambiguasi).
Bengali
Artikel ini mengandung aksara Bengali. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain.
330px-Bengal%2C_Asia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Benggala
250px-Idioma_bengal%C3%AD.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Zona berbahasa Bengali.
  Area di mana bahasa merupakan mayoritas.
  Area di mana bahasa merupakan minoritas.
250px-Bay_of_Bengal_map_1800s.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Teluk Benggala

Benggala (bahasa Bengali:বাংলা/বঙ্গ, translit. Bangla/Bôngô, diucapkan: [ˈbɔŋgo] simak) merupakan sebuah istilah geografi sejarah, etnolinguistik dan budaya yang merujuk pada wilayah di bagian timur anak benua India di atas Teluk Benggala. Wilayah Benggala inti terbagi antara Bangladesh dan negara bagian Benggala Barat, India. Negara bagian Assam, Jharkhand dan Tripura juga memiliki populasi etnik Bengali yang besar. Diaspora Bengali yang besar ada di seluruh dunia. Bahasa Bengali merupakan bahasa berpenutur terbanyak keenam di dunia.

Berbagai suku bangsa Indo-Arya, Dravida, Austrik dan suku bangsa lainnya telah menghuni wilayah ini sejak zaman klasik. Kerajaan Wangga kuno dinamakan berdasarkan wilayah Benggala.[1] Kalender Bengali berasal dari masa pemerintahan Shashanka pada abad ke-7. Kekaisaran Pala didirikan di Benggala pada abad ke-8. Dinasti Sena dan dinasti Deva menguasai dari abad ke-11 hingga ke-13. Pada abad ke-14, dikuasai dengan penaklukan anak benua India oleh Muslim. Kesultanan Benggala yang independen dibentuk dan menjadi batas dunia Islam di timur.[2][3][4] Selama periode ini, kekuasaan dan pengaruh Benggala menyebar ke Assam, Arakan, Tripura, Bihar dan Orissa.[5][6] Subah Benggala kemudian menjadi provinsi paling makmur di Kekaisaran Mughal.

Nawab Benggala independen yang terakhir dikalahkan pada 1757 di Pertempuran Plassey oleh Perusahaan Hindia Timur. Kepresidenan Benggala milik perusahaan berkembang menjadi unit administratif terbesar di India Britania Raya dengan Calcutta sebagai ibu kota Benggala dan India hingga 1911. Akibat dari pemisahan Benggala pertama, provinsi berumur pendek bernama Benggala Timur dan Assam berdiri dari 1905 hingga 1911 dengan ibu kota di bekas ibu kota Mughal, Dhaka. Setelah referendum Sylhet dan pemungutan suara oleh Dewan Legislatif Benggala dan Majelis Legislatif Benggala, wilayah ini kembali dipisahkan dengan garis agama pada 1947.

Budaya Benggala, khususnya sastra, musik, seni dan perfilman terkenal di Asia Selatan dan sekitarnya. Wilayah ini juga terkenal dengan ilmuwan ekonomi dan sosial, termasuk beberapa penerima Nobel. Pernah menjadi tempat bagi kota dengan pemasukan per kapita tertinggi di India Britania Raya,[7][8] wilayah ini sekarang merupakan pemimpin di Asia Selatan dalam hal paritas gender, kesenjangan upah berdasarkan gender dan indeks pembangunan manusia lainnya.[9][10][11][12][13]

Catatan

Referensi

[14] [15]

  1. "Vanga | ancient kingdom, India". Encyclopaedia Britannica.
  2. "The Rise of Islam and the Bengal Frontier, 1204–1760".
  3. "Welcome to Encyclopaedia Iranica".
  4. "Know your history". 27 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. David Lewis (31 October 2011). Bangladesh: Politics, Economy and Civil Society. Cambridge University Press. pp. 44–45. ISBN 978-1-139-50257-3.
  6. Perween Hasan (2007). Sultans and Mosques: The Early Muslim Architecture of Bangladesh. I.B.Tauris. pp. 16–17. ISBN 978-1-84511-381-0. "[Husayn Shah pushed] its western frontier past Bihar up to Saran in Jaunpur ... when Sultan Husayn Shah Sharqi of Jaunpur fled to Bengal after being defeated in battle by Sultan Sikandar Lodhi of Delhi, the latter attacked Bengal in pursuit of the Jaunpur ruler. Unable to make any gains, Sikandar Lodhi returned home after concluding a peace treaty with the Bengal sultan."
  7. "Looking ahead retrospectively: A Bangladeshi perspective | ORF".
  8. "Reviving the Bengal Presidency template of connectivity". 8 Oktober 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. https://www.livemint.com/Politics/1rl0WtFHAUyrXy1KcwGYlK/Why-West-Bengal-is-like-Canada-and-Bihar-like-Swaziland.html
  10. https://www.thedailystar.net/top-news/bangladesh-ahead-india-social-indicators-amartya-3540
  11. https://theprint.in/economy/bangladesh-is-better-off-than-india-not-a-poor-backward-neighbour-anymore/132363/
  12. https://www.undp.org/bangladesh/blog/new-directions-human-development-bangladesh
  13. https://timesofindia.indiatimes.com/travel/destinations/bangladesh-marches-ahead-of-india-in-global-gender-gap-index/articleshow/72897529.cms
  14. Eaton, R. M. (1996). The Rise of Islam and the Bengal Frontier, 1204–1760. University of California Press. ISBN 978-0-520-20507-9. Diakses tanggal 7 Januari 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. Lawrence B. Lesser. "Historical Perspective". A Country Study: Bangladesh (James Heitzman and Robert Worden, editors). Library of Congress Federal Research Division (September 1988). This article incorporates text from this source, which is in the public domain.About the Country Studies / Area Handbooks Program: Country Studies – Federal Research Division, Library of Congress

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan