Jumat, 09 Oktober 2026
11:51 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP
Aksara Assam

Aksara Assam

abugida

Bagikan:
Aksara Assam
250px-Assam_script_sample.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis aksara
Abugida
BahasaAssam
Periode
Abad ke-13 sampai sekarang
DaerahIndia
Aksara terkait
Silsilah
Menurut hipotesis hubungan antara abjad Aramea dengan Brahmi, maka silsilahnya sebagai berikut:
Dari aksara Brahmi diturunkanlah:
 Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI).Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan.Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Aksara Assam (অসমীয়া লিপি Ôxômiya lipi)[1] adalah sebuah varian dari Aksara Nagari Timur yang digunakan untuk Bahasa Bengali dan Bishnupriya Manipuri. Aksara Assam/Bengali merupakan anggota rumpun aksara Brahmi dan diperkirakan mempunyai sejarah yang berlangsung dari pengembangan aksara Nagari, pendahulu aksara Dewanagari. Namun, ada ahli bahasa yang mempunyai perbedaan tafsiran tentang proses evolusi dari Aksara Assam yang mengklaim bahwa aksara tersebut berkembang dari bentuk awal aksara Nagari, aksara Gupta, dengan ciri-ciri dari aksara Siddhaṃ yang signifikan. Klaim mereka didukung oleh keistimewaan dari bentuk aksara itu sendiri yang ditemukan di batu prasasti Nogajori-Khonikor Gaon dari abad ke-5 Masehi,[2] di mana hurufnya berbeda dari aksara Nagari dan mempunyai kemiripan dengan aksara Gupta. Sampai abad ke-17, tiga corak dari Aksara Assam dapat dikenali (baminiya, kaitheli dan garhgaya)[3] yang memberikan kesimpulan bentuk standarnya. Bentuk standar sekarang identik dengan Aksara Bengali kecuali tiga huruf.[4]

Buranji ditulis pada masa Dinasti Ahom dengan bahasa Assam dan menggunakan Aksara Assam. Bukti paling awal mengenai Aksara Assam ditemukan pada Charyapada, lagu agama Buddha. Diduga telah disusun dalam jangka waktu empat ratus tahun dari abad ke-8 sampai abad ke-12. Pada abad ke-14, Madhava Kandali menggunakan aksara Assam untuk menggubah Kotha Ramayana yang terkenal yang merupakan terjemahan pertama kitab Ramayana dalam bahasa lokal di India selain Ramayana karya Walmiki yang berbahasa Sanskerta. Kemudian, Srimanta Sankardeva menggunakan aksara itu pada abad ke-15 dan ke-16 untuk menggubah karya-karyanya dalam bahasa Assam dan Brajavali, bahasa dalam puisi (Borgeet) dan drama (Ankiya naat) Bhakti.


Raja Ahom, Chakradwaj Singha (1663-1670), adalah pemimpin pertama yang memulai pengedaran koin Assam di kerajaannya (lihat gambar contoh). Aksara serupa dengan sedikit perbedaan digunakan untuk menulis bahasa Maithili, Bengali, Manipuri dan Sylheti.

Sejarah

500px-Kanai_Baraxiboa_rock_inscription.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batu prasasti Kanai-boroxiboa, 1207, menunjukkan aksara Proto-Assam.

Batu prasasti Umachal dari abad ke-5 membuktikan penggunaan Aksara Assam di wilayah itu untuk pertama kali. Aksara itu sangat mirip dengan yang digunakan di prasasti Tugu Allahabad Samudragupta. Lempengan prasasti batu dan tembaga pada masa selanjutnya, dan naskah kulit kayu Xaansi sampai abad ke-18 dan 19 menunjukkan perkembangan aksara Assam yang stabil. Aksara itu dapat dikatakan pengembangan dari aksara Proto-Assam pada abad ke-13. Pada abad ke-18 dan ke-19, aksara Assam dapat dibagi menjadi tiga varian: Kaitheli (digunakan oleh non-Brahmana), Bamuniya (digunakan oleh para Brahmana, untuk bahasa Sanskerta) dan Garhgaya (digunakan oleh pejabat negara dari Dinasti Ahom). Pada awal abad ke-19, Atmaram Sarmah merancang Aksara Assam pertama untuk pencetakan di Srerampore, dan litografi Bengali dan Assam digabung dengan standar yang digunakan sampai saat ini.

Huruf Assam

Vokal

Aksara ini memiliki 11 huruf vokal, digunakan untuk melambangkan bunyi 8 vokal utama dalam bahasa Assam, beserta sejumlah diftong. Semuanya digunakan baik dalam bahasa Assam maupun Bengali, dua bahasa utama yang menggunakan aksara tersebut. Beberapa huruf vokal memiliki bunyi berbeda tergantung kata, dan sejumlah perbedaan vokal yang dilestarikan dalam aksara tersebut tidak dilafalkan seperti pada bahasa Assam dan Bengali yang dituturkan pada masa kini. Sebagai contoh, aksara Assam memiliki dua lambang untuk bunyi vokal [i] dan dua lambang untuk bunyi vokal [u]. Kelebihan ini berasal dari masa ketika aksara ini dipakai untuk menuliskan bahasa Sanskerta, sebuah bahasa yang memiliki bunyi [i] pendek dan [iː] panjang, serta bunyi [u] pendek dan [uː] panjang. Huruf-huruf tersebut dilestarikan dalam aksara Assam dengan nama tradisional hôrswô i (secara harfiah 'i pendek') dan dirghô i (secara harfiah 'i panjang'), dan sebagainya, meskipun pada kenyataannya mereka tidak dilafalkan berbeda lagi dalam percakapan sehari-hari.

Tanda vokal digunakan serangkai dengan konsonan untuk mengubah pelafalan konsonan. Sebagai contoh: ক, lambang konsonan /k/. Jika diimbuhi tanda vokal ি /i/, maka menjadi কি dan dibaca /ki/. Jika tidak ada tanda vokal yang melekatinya, maka konsonan tersebut dibaca seperti diimbuhi vokal 'অ' (ô atau o), sehingga dibaca /kô/. Untuk menandakan tidak adanya bunyi vokal pada konsonan, tanda (্) ditulis di bawah huruf konsonan.

Vokal
HurufNama hurufTanda vokal pada [kɔ] (ক)Nama tanda vokalAlih aksaraAFI
অôক (tak ada) (tak ada)kôkɔ
অ atau অ'oক (tak ada) atau ক' (tak ada)koko
আaকা akarkaka
ইhôrswô iকি hôrswôikarkiki
ঈdirghô iকী dirghôikarkiki
উhôrswô uকু hôrswôukarkuku
ঊdirghô uকূ dirghôukarkuku
ঋriকৃ rikarkrikri
এeকে ekarkê dan kekɛ dan ke
ঐôiকৈ ôikarkôikɔj
ওûকো ûkarkûkʊ
ঔôuকৌ ôukarkôukɔw

Konsonan

Nama-nama huruf konsonan dalam aksara Assam sesungguhnya merupakan pelafalan konsonan tersebut yang dilekati dengan vokal ô. Karena bunyi vokal tersebut dilafalkan meski tidak ditulis, kebanyakan nama huruf identik dengan huruf itu sendiri (misalnya nama huruf ঘ sendiri adalah ঘ ghô). Beberapa huruf yang tidak dilafalkan berbeda lagi dalam bahasa Assam Modern kini disebut dengan nama yang lebih panjang. Contohnya, karena fonem konsonan /n/ dapat ditulis ন, ণ, atau ঞ (tergantung ejaan kata tertentu), huruf-huruf tersebut tidak semata-mata disebut nô; melainkan, disebut ন dôntiyô nô ("n dental"), ণ mudhôinnô nô ("n serebral"), dan ঞ niô. Demikian pula, fonem /x/ dapat ditulis dengan শ talôibbô xô ("x palatal"), ষ mudhôinnô xô ("x serebral"), atau স dôntiyô xô ("x dental"). Fonem /s/ dapat ditulis dengan চ prôthôm sô ("s pertama") atau ছ ditiyô sô ("s kedua"), dan fonem /z/ dapat ditulis dengan জ bôrgiyô zô ("z deretan" = "z dimasukkan dalam lima deretan konsonan hentian") atau য ôntôsthô zô ("z antara" = "z yang berada antara lima deretan konsonan hentian dan deretan konsonan sibilan"), tergantung ejaan standar huruf-huruf tertentu.

Konsonan
HurufNama hurufAlih aksaraAFI
কkôkk
খkhôkhkʰ
গgôgɡ
ঘghôghɡʱ
ঙngôngŋ
চprôthôm sôss
ছditiyô sôshsh
জbôrgiyô zôzz
ঝjhôzhzh
ঞniôyj
টmurdhônyô tôtt
ঠmurdhônyô thôthtʰ
ডmurdhônyô dôdd
ঢmurdhônyô dhôdhdʱ
ণmurdhônyô nônn
তdôntyô tôtt
থdôntyô thôthtʰ
দdôntyô dôdd
ধdôntyô dhôdhdʱ
নdôntyô nônn
পpôpp
ফphôphpʰ
বbôbb
ভbhôbhbʱ
মmômm
যôntôsthô zôzz
ৰrôrɹ
লlôll
ৱwôww
শtalôibbô xôx dan sx~s
ষmurdhônyô xôx dan sx~s
সdôntyô xôx dan sx~s
হhôhh
ক্ষkhyôkhykʰj
ড়dôre ŗôŗɾ
ঢ়đhôre ŗôŗɾ
য়ôntôsthô yôyj

Gugus konsonan

Menurut Dr. G. C. Goswami, jumlah gugus dua fonem adalah 143 yang dilambangkan dengan 174 rangkaian huruf. Gugus tiga fonem berjumlah 21, yang ditulis dengan 27 rangkaian gugus. Beberapa di antaranya ditulis sebagai contoh di bawah ini:

Rangkaian hurufRangkaian huruf (alih aksara Latin)Gugus fonem (dengan fonetik)
ক + ক(ka+ka)ক্ক kka
ঙ + ক(na+ka)ঙ্ক ńka
ল + ক(la+ka)ল্ক lka
ষ + ক(şa+ka)স্ক şka
স + ফ(sa+pha)স্ফ spha
ঙ + খ(ña+kh)ঙ্খ ñkha
স + খ(sa+kh)স্খ skha
ঙ + গ(ńa+ga)ঙ্গ ńga
ঙ + ঘ(ń+gha)ঙঘ ńgha
দ + ঘ(da+gha)দঘ dgha
শ + চ(śa+ca)শ্চ śca
চ + চ্হ(ca+cha)চ্ছ ccha
ঞ + চ্হ(ña+cha)ঞ্ছ ñcha
ঞ + জ(ña+ja)ঞ্জ ñja
জ + ঞ(ja+ña)জ্ঞ jña
ল + ট্(la+ţa)ল্ lţa
ণ + ঠ(ņ+tḥa)ণ্ঠ ņtha
ষ + ঠ(şa+tḥa)ষ্ঠ ştha
ণ + ড(ņa+ḍa)ণ্ড ņḍa
ষ + ণ(şa+ņa)ষ্ণ şņa
হ + ন(ha+na)হ hna
ক + ষ(ka+ņa)ক্ষ kņa
প + ত(pa+ta)প্ত pta
স + ত(sa+ta)স্ত sta
ক + ত(ka+ta)ক্ত kta
গ + ন(ga+na)ঘ্ন gna
ম + ন(ma+na)ম্ন mna
শ + ন(śa+na)শ্ন śna
স + ন(sa+na)স্ন sna
হ + ন(ha+na)হ hna
ত + থ(ta+tha)ত্থ ttha
ন + থ(na+tha)ন্থ ntha
ষ + থ(şa+tha)ষ্থ ştha
ন + দ(na+da)ন্দ nda
ব + দ(ba+da)ব্দ bda
ম + প(ma+pa)ম্প mpa
ল + প(la+pa)ল্প lpa
ষ + প(şa+pa)ষ্প şpa
স + প(sa+pa)স্প spa
ম + ফ(ma+pha)ম্ফ mpha
ষ + ফ(şa+pha)স্ফ şpha
দ + ব(da+ba)দ্ব dba
ম + ব(ma+ba)ম্ব mba
হ + বha+ba)হ্ব hba
দ + ভ(da+bha)দ্ভ dbha
ম + ভ(ma+bha)ম্ভ mbha
ক + ম(ka+ma)ক্ম kma
দ + ম(da+ma)দ্ম dma
হ + ম(ha+ma)হ্ম hma
ম + ম(ma+ma)ম্ম mma

Angka

Angka
Angka Hindu-Arab 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Angka Assam ০ ১ ২ ৩ ৪ ৫ ৬ ৭ ৮ ৯
Nama xuinnô ek dui tini sari pas sôy xat ath nô
শূণ্য এক দুই তিনি চাৰি পাচ ছয় সাত আঠ ন

Tiga variasi aksara Assam yang berbeda dengan aksara Bengali

Aksara Assam istimewa
HurufNama hurufAlih aksaraAFIBengali
ৰ rôrɹ- (nihil)
ৱ wôww- (nihil)
ক্ষ khyôkhykʰj- (nihil)

Tampilan papan tombol beraksara Assam

  • Susunan papan tombol InScript (Indian Script):

Assamese keyboard layout (in-script)

  • Susunan papan tombol fonetik:

1000pxAssamese phonetic keyboard layout

  • Pengidentifikasi aksara istimewa:

Lokasi tombol tiga huruf Assam istimewa ditampilkan sebagai berikut:

750pxThe 3 alphabets identifiers

  • Karakterisasi ITRANS:
KetikanKarakter
kক্
khখ্
gগ্
ghঘ্
~Nঙ্
N^ঙ্
chচ্
Chছ্
chhছ্
jজ্
jhঝ্
~nঞ্
JNঞ্
Tট্
Thঠ্
Dড্
Dhঢ্
Nণ্
tত্
thথ্
dদ্
KetikanKarakter
dhধ্
nন্
pপ্
phফ্
bব্
bhভ্
mম্
yয্
rৰ্
lল্
vৱ্
wৱ্
shশ্
Shষ্
shhষ্
sস্
hহ্
.Dড়্
.Dhঢ়্
Yয়্
yhয়্
KetikanKarakter
GYজ্ঞ্
dnyজ্ঞ্
xক্ষ্
aঅ
aaআ
Aআ
iই
iiঈ
Iঈ
uউ
uuঊ
Uঊ
RRiঋ
R^iঋ
LLiঌ
KetikanKarakter
L^iঌ
eএ
aiঐ
oও
auঔ
RRIৠ
R^Iৠ
LLIৡ
L^Iৡ
.Nঁ
.nং
Mং
Hঃ
.h্
KetikanKarakter
0০
1১
2২
3৩
4৪
5৫
6৬
7৭
8৮
9৯
#্ৰ
$ৰ্
^ত্ৰ
*শ্ৰ
়

Catatan kaki

  1. ↑ Nama ăcãmăkṣara pertama kali muncul di keping uang zaman kerajaan Ahom dan lempengan tembaga di mana nama tersebut merujuk kepada aksara Ahom Script error: The function "harvard_core" does not exist.
  2. ↑ Assamese literature - An overview and historical perspective Linking into broader Indian canvas
  3. ↑ Script error: The function "harvard_core" does not exist.
  4. ↑ http://rajivkonwar100.blogspot.com/2011/07/assamese-experts-question-sahitya-sabha.html

Referensi

Pranala luar

Gambaran
Daftar
Brahmi
Utara
Selatan
Kawi
Lainnya
Linear
Non-linear
Tionghoa
Aksara Han
Dipengaruhi Tionghoa
Logosilabis lainnya
Logokonsonan
Sistem bilangan
Penuh
Pengulangan
Braille ⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑
Braille cell
Braille scripts
French-ordered
Keluarga Nordik
Russian lineage family
i.e. Cyrillic-mediated scripts
Egyptian lineage family
i.e. Arabic-mediated scripts
Indian lineage family
i.e. Bharati Braille
Other scripts
Reordered
Frequency-based
Independent
Eight-dot
Symbols in braille
Braille technology
Persons
Organisations
Other tactile alphabets
Related topics
Sistem tulisan elektronik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan