Senin, 21 September 2026
03:45 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Walmiki

Walmiki

Walmiki
वाल्मीकि
Walmiki menulis wiracarita Ramayana
Walmiki menulis wiracarita Ramayana
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaWalmiki
Ejaan Dewanagariवाल्मीकि
Ejaan IASTVālmīki
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Valmiki.

Walmiki (Sanskerta: वाल्मीकि, Vālmīki), atau dalam bahasa Inggris disebut Valmiki, adalah penulis Ramayana. Ia memperkenalkan sloka. Ia terlahir dengan nama "Ratnakara".

Legenda Walmiki

Sebuah legenda dari India menceritakan penyebab ditulisnya Ramayana oleh Resi Walmiki. Diceritakan pada suatu hari, Resi Narada mengunjungi asrama Resi Walmiki. Karena Narada memiliki wawasan luas, maka Walmiki bertanya, "O, Narada. Ceritakanlah padaku, siapakah pahlawan yang memiliki kebajikan dan kebijaksanaan terbesar?". Mendengar pertanyaan tersebut, Narada menjawab, "Rama adalah pahlawan yang kau cari. Ia berasal dari kalangan Dinasti Surya dan kini sedang memerintah di Ayodhya". Kemudian Narada menceritakan kisah perjalanan Rama secara ringkas. Penuturan Narada membuat Walmiki terkesan dan meskipun Narada sudah meninggalkannya, kisah mengenai Rama masih terngiang di pikiran Walmiki.

Sloka pertama

Suatu ketika, Walmiki pergi ke sungai Tamasa untuk menyucikan diri. di sana ia melihat sepasang burung bangau sedang bercanda dalam nuansa asmara. Tiba-tiba burung bangau betina dipanah oleh seorang pemburu. Hal itu membuat hati Walmiki sedih sekaligus marah. Karena si pemburu telah membunuh burung yang sedang menikmati asmara, maka Walmiki pun mengucapkan kutukan:

mānishāda pratishṭātum samagah ṣāshvatīṣamāh
yat krouncha mithunādēkam sokam avadhīm kāma mōhitam

Arti:

"O, pemburu, karena kau membunuh burung yang sedang menikmati manisnya madu asmara, maka kau tidak akan memiliki rumah serta mengembara sepanjang hari".

Setelah mengutuk si pemburu, Walmiki mulai menyesali perbuatannya tersebut. Lalu ia mengumpat dirinya sendiri dengan rangkaian kata yang tersusun rapi dan panjang. Ternyata ia takjub dengan irama yang diucapkannya sendiri. Kemudian Walmiki bermeditasi. Dalam meditasinya, Dewa Brahma muncul dan bersabda bahwa hal tersebut adalah awal proses penulisan Ramayana. Setelah berkata demikian, Brahma memberi anugerah supaya Walmiki mampu melihat segala peristiwa yang terjadi, dan juga mampu melihat watak setiap orang dengan jelas. Setelah mendapat wangsit tersebut, Walmiki mulai menulis Ramayana dan menyanyikan sajaknya berulang-ulang bersama dengan pengikutnya. Dewa Brahma memuji hasil karya Walmiki dan bersabda, "Selama gunung-gunung berdiri tegak dan air sungai masih mengalir ria, maka kisah Ramayana tiada 'kan sirna".

Lihat pula

Pranala luar

Kitab
250px-Sree_Raghunandan_-_Ram_Laxman_Sita_and_Hanuman%2C_M_V_Dhurandar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh
Dinasti Surya
Brahmana
Wanara
Raksasa
Lainnya
Lokasi
Topik lain
Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan