Kamis, 05 November 2026
17:08 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Angsuman

Angsuman

raja dalam mitologi Hindu

Bagikan:
Untuk nama dewa dalam Hinduisme, lihat Angsuman (dewa).
Angsuman
अंशुमान्
Angsuman (kanan) bertemu dengan nenek tua yang meminta sedekah. Ilustrasi dari buku Tales from the Indian Epics, 1918.
Angsuman (kanan) bertemu dengan nenek tua yang meminta sedekah. Ilustrasi dari buku Tales from the Indian Epics, 1918.
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaAngsuman
Ejaan Dewanagariअंशुमान्
Ejaan IASTAṅśumān
Nama lainAnsumat
Kitab referensiRamayana; Purana; Mahabharata (Wanaparwa)
AsalAyodhya, Kerajaan Kosala
KediamanAyodhya
Kastakesatria
Profesiraja
DinastiSurya
AyahAsamanjasa
AnakDilipa

Angsuman (Dewanagari: अंशुमान्; ,IAST: Aṅśumān, अंशुमान्) atau Ansumat (Dewanagari: अन्शुमत्; ,IAST: Anśumat, अन्शुमत्), dalam mitologi Hindu, adalah nama seorang raja dari kalangan Dinasti Surya atau Suryawangsa. Ia merupakan putra dari Asamanjasa, dan cucu dari Raja Sagara. Ia memerintah Kerajaan Kosala dengan pusat pemerintahan di Ayodhya. Ia berusaha menurunkan sungai Gangga dari swarga ke Bumi demi menyucikan arwah para pamannya yang gentayangan. Namun usaha tersebut tidak berhasil. Dalam bahasa Sanskerta, nama Ansuman secara harfiah berarti "Pembawa terang" atau "Pembawa cahaya".

Kisah

Kakek Angsuman adalah Sagara, penguasa kerajaan Kosala dengan pusat pemerintahan di Ayodhya. Ayahnya ialah Asamanjasa, yang diusir dari kerajaan karena berperilaku tidak baik. Dalam wiracarita Ramayana yang diceritakan kembali oleh C. Rajagopalachari, Angsuman menyingkirkan ayahnya sendiri yang dianggap tidak waras, sehingga tidak berhak lagi untuk mewarisi takhta. Sedangkan dalam Mahabharata, Asamanjasa diusir oleh ayahnya sendiri. Sebelum pengusiran, Asamanjasa telah menikah.[1] Angsuman memiliki paman berjumlah enam puluh ribu orang.[2]

Upacara Aswamedha

Ketika Raja Sagara menyelenggarakan Aswamedha Yadnya (upacara korban kuda), Angsuman bertindak sebagai pengawal kuda yang dipakai sebagai sarana upacara. Dalam upacara tersebut, seekor kuda dilepaskan, kemudian Angsuman beserta para prajurit mengikuti ke mana pun ia berlari. Kerajaan yang dilewati oleh kuda tersebut dapat memilih untuk mengakui hegemoni Sagara (serta membayar upeti), atau bertarung. Pada saat Angsuman dan para prajurit beristirahat, mereka pun menambatkan kuda tersebut. Dengan tujuan menggagalkan upacara Aswamedha, Dewa Wisnu[1] (versi lain menyebutkan Dewa Indra) menyamar menjadi seorang wanita tua dan meminta sedekah kepada Angsuman. Angsuman pun memberikan makanan serta tempat bermalam kepada wanita tua tersebut. Ketika semuanya tertidur, wanita tua kembali ke wujudnya semula lalu membawa kabur kuda Aswamedha.

Setelah gagal mengejar pencuri, Angsuman kembali ke kerajaan dan menceritakan peristiwa yang telah terjadi kepada Sagara. Sang raja mengerahkan enam puluh ribu putranya untuk mencari kuda tersebut. Akhirnya para putra Sagara menemukan bahwa kuda itu berada di dekat Resi Kapila yang sedang bermeditasi. Sebenarnya, Dewa Indra yang cerdik sengaja meninggalkan kuda itu di sana. Karena merasa bahwa sang resi-lah yang telah mencuri kuda tersebut, para putra Sagara membangunkan Resi Kapila. Dengan sorot mata yang memancarkan kemarahan, sang resi membakar keenam puluh ribu putra Sagara dengan sinar matanya.[3]

Setelah lama para putra Sagara tidak kembali untuk membawa hasil, Angsuman menelusuri jejak mereka. Angsuman menemukan bahwa kuda tersebut berada di asrama Resi Kapila. Ia senang sekaligus bingung sebab ia melihat tumpukan abu dan tulang yang berserakan di sekitar tempat tersebut. Atas petunjuk dari Sang Garuda, Angsuman tahu bahwa tumpukan abu dan tulang berasal dari jenazah enam puluh ribu pamannya. Garuda memberi saran bahwa hanyalah air Gangga yang turun dari surga yang mampu menyucikan arwah keenam puluh ribu putra Sagara.[1] Beberapa versi mengatakan bahwa Resi Kapila sendiri yang memberi nasihat kepada Ansuman untuk membawa turun sungai Gangga dari surga demi menyucikan arwah para pamannya. Setelah menerima perintah itu, Ansuman kembali ke hadapan Raja Sagara dan menyelesaikan Aswamedha Yadnya yang diselenggarakan oleh sang raja.[3][4]

Pemerintahan dan keturunan

Setelah Sagara wafat, Angsuman menggantikannya. Dalam Mahabharata diceritakan Angsuman memerintah dengan adil dan bijaksana, dengan wilayah kekuasaan yang menjangkau tepi samudra.[2] Namun ia tidak berhasil membawa turun sungai Gangga untuk menyucikan arwah pamannya. Angsuman memiliki putra bernama Dilipa, yang juga tidak berhasil membawa sungai Gangga. Dilipa memiliki putra bernama Bhagiratha. Pada masa pemerintahan Bhagiratha, sungai Gangga berhasil diturunkan dari surga.[5]

Angsuman lain

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Kincaid, C. A. (Charles Augustus) (1918), "The Descent of the Ganges", Tales from the Indian epics (dalam bahasa Inggris), London: Oxford University Press, hlm. 112–124
  2. 1 2 Kisari Mohan Ganguli (1883–1896), "Section CVII", The Mahabharata of Krishna Dvaipayana Vyasa – Book 3: Vana Parva, Sacred-Texts.com{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
  3. 1 2 "Mahabharata Vana Parva - Translation by KM Ganguly | Mahabharata Stories, Summary and Characters from Mahabharata".
  4. ↑ "The Vishnu". Diarsipkan dari asli tanggal 29 Agustus 2012. Diakses tanggal 2012-08-15.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Valmiki Ramayana reference 1.42.1 i.e. Balakanda, Sarga 42, Sloka 1". Diakses tanggal 2019-07-28.
Didahului oleh:
Sagara
Dinasti Surya
Raja Ayodhya
Diteruskan oleh:
Dilipa
Kitab
250px-Sree_Raghunandan_-_Ram_Laxman_Sita_and_Hanuman%2C_M_V_Dhurandar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh
Dinasti Surya
Brahmana
Wanara
Raksasa
Lainnya
Lokasi
Topik lain
Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan