Rabu, 04 November 2026
18:30 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Garuda

Garuda

burung dewa dalam agama Hindu, Budha, dan Jainisme

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Garuda (disambiguasi).
Garuda
गरुड़
Lukisan Garuda membawa tirta amerta, dari India, dibuat sekitar awal abad ke-19.
Lukisan Garuda membawa tirta amerta, dari India, dibuat sekitar awal abad ke-19.
Tokoh mitologi India
NamaGaruda
Ejaan Dewanagariगरुड़
Ejaan IASTGaruḍa
Nama lainGarula, Karura
Kitab referensiPurana, Mahabharata
Golonganmakhluk setengah manusia setengah burung
AyahKasyapa
IbuWinata
SaudaraAruna, Sumati[1]
IstriUnnati[2]
AnakSumuka[3]

Garuda (Dewanagari: गरुड़; ,IAST: Garuḍa, गरुड़), atau Garula dalam bahasa Pāli (Dewanagari: गरुळ; ,IAST: Garula, गरुळ), adalah salah satu makhluk mitologis berwujud burung yang menyerupai manusia (manusia-burung) dalam kepercayaan Hindu, Buddha, dan Jain.[4][5][6]

Menurut agama Hindu, ia merupakan wahana Dewa Wisnu (salah satu Trimurti atau tiga dewa utama); menurut agama Buddha, ia merupakan Dhammapala atau Astasena; dalam Jainisme, ia merupakan salah satu Yaksa (dewa pelindung) Tirthankara Shantinatha.[5][6][7]

Interpretasi fisik Garuda bermacam-macam. Kebanyakan, ia digambarkan bertubuh tertutup bulu emas, berwajah putih, dan bersayap merah. Paruh dan sayapnya mirip yang dimiliki burung elang, tetapi tubuhnya sering kali seperti manusia. Ukurannya besar sehingga dalam salah satu cerita ia dapat menghalangi matahari.

Kisah Garuda terdapat dalam kitab Mahabharata dan Purana yang berasal dari India. Bangsa Jepang juga mengenal makhluk mirip Garuda, yang mereka sebut Karura. Di Thailand disebut sebagai Krut atau Pha Krut.

Indonesia dan Thailand menggunakan Garuda sebagai lambang negaranya.

Kepercayaan Hindu

Menurut kepercayaan Hindu, Garuda adalah seekor burung mitologis, berwujud setengah manusia setengah burung, mengabdi sebagai wahana Wisnu. Ia adalah raja burung-burung dan merupakan keturunan Resi Kasyapa dan Winata, salah seorang putri dari Daksa. Ia musuh bebuyutan para ular, sebuah sifat yang diwarisinya dari ibunya, yang pernah bertengkar dengan istri lain dari suaminya, yaitu Kadru, ibu para ular.

Sinar Garuda sangat terang sehingga para dewa mengiranya Agni (Dewa Api) dan memujanya. Garuda sering kali dilukiskan memiliki kepala, sayap, ekor dan moncong burung elang, dan tubuh, tangan dan kaki seorang manusia. Mukanya putih, sayapnya merah, dan tubuhnya berwarna keemasan.

Ia memiliki istri bernama Unati atau Winayaka. Menurut kitab Mahabharata, orang tuanya memberinya kebebasan untuk memangsa manusia, tetapi tidak boleh kaum brahmana. Suatu ketika, ia menelan seorang brahmana dan istrinya. Lalu tenggorokannya terbakar, kemudian ia muntahkan lagi.

Garuda dikatakan pernah mencuri amerta dari para dewa untuk membebaskan ibunya dari cengkeraman Kadru. Kemudian Indra mengetahuinya dan bertempur hebat dengannya. Amerta dapat direbut kembali, tetapi Indra luka parah dan kilatnya (bajra) menjadi rusak.

Kepercayaan Buddhis

330px-Garudas_in_the_bot_of_the_Wat_Phra_Kaew.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Deretan patung Garuda yang sedang mencengkeram Naga, di Wat Phra Kaew, sebuah wihara di Thailand.

Garuda, yang juga disebut Garula dalam bahasa Pali (bahasa pengantar naskah Buddhis), adalah golongan burung dengan sayap cemerlang dalam kepercayaan Buddhis. Menurut konsep agama Buddha tentang tumimbal lahir (saṃsāra), mereka adalah salah satu dari Astasena atau Astagatyaḥ, yaitu delapan kelompok makhluk gaib. Dalam seni rupa Buddha, mereka dirupakan dalam posisi duduk dan mendengarkan khotbah Sang Buddha.[4] Musuh mereka adalah para Nāga (ular) dan kadangkala digambarkan sedang mencengkeram ular dengan cakarnya. Sebagaimana dalam kesenian Hindu, ikonografi yang berbentuk zoomorfis (wujud burung raksasa) maupun separuh antropomorfis (setengah burung, setengah manusia) merupakan hal yang lazim dalam tradisi Buddhis.[4]

Menurut agama Buddha, Garuda merupakan burung predator raksasa dengan ukuran bentang sayap mencapai 330 yojana.[4] Mereka diceritakan sebagai makhluk dengan kecerdasan dan perkumpulan sosial. Kadangkala mereka juga disebut suparṇa (bahasa Pāli: supaṇṇa), sebuah kata Sanskerta yang berarti "bersayap bagus". Sebagaimana kaum Nāga, mereka mengkombinasikan karakteristik hewan dan makhluk supernatural, dan dapat dianggap sebagai golongan dewa terendah.[4] Bangsa Garuda memiliki raja beserta kota untuk mereka, dan setidaknya memiliki kekuatan gaib untuk berubah bentuk menjadi manusia jika mereka ingin berurusan dengan manusia.

Menurut cerita Jataka, mereka merupakan penghuni Nagadipa atau Seruma.[4]

Bangsa Garuda merupakan musuh para Nāga, golongan makhluk berwujud ular raksasa yang diburu para Garuda. Pada suatu cerita, para Garuda menangkap para nāga dengan menerkam kepala mereka. Lambat laun, para nāga akhirnya mendapat akal bahwa dengan menelan batu besar, maka makin beratlah mereka untuk ditangkap oleh Garuda, sehingga melelahkan para Garuda dan membuat mereka mati kecapaian. Siasat tersebut akhirnya dibongkar oleh petapa Karambiya kepada salah satu Garuda, yang kemudian disuruh untuk menggigit bagian ekor nāga agar batu dimuntahkan (Pandara Jātaka, J.518).

Bangsa Garuda adalah salah satu makhluk yang diperintahkan oleh Sakra untuk menjaga Gunung Sumeru dan surga Trāyastriṃśa (Pali: Tāvatiṃsa) dari serangan para Asura.

Dalam Maha-samaya Sutta (Digha Nikaya 20), Sang Buddha membuat perdamaian sementara antara para Naga dan Garuda.

Nama lain

250px-Garuda_Wishnu_Bali.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Bali Dewa Wishnu mengendarai Garuda.

Garuda memiliki banyak nama dan julukan. Di bawah ini disajikan nama-namanya berikut artinya:

330px-Guruvayur%2C_Garuda_statue.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah patung Garuda di depan Kuil Guruvayur Krishna di Kerala, India
250px-Balinese_garuda.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung garuda di Bandara Ngurah Rai (2016)
Nama-nama lain Garuda
  • Kaśyapi
  • Wainateya
  • Suparṇna
  • Garutmān
  • Dakṣāya
  • Śālmalin
  • Tārkṣya
  • Wināyaka
Nama-nama julukan
  • Sitānana, ‘wajah putih hijau’.
  • Rakta-pakṣa, ‘sayap merah’.
  • Śweta-rohita, ‘sang putih merah’.
  • Suwarṇakāya, ‘tubuh emas’.
  • Gaganeśwara, ‘raja langit’.
  • Khageśwara, ‘raja burung’.
  • Nāgāntaka, ‘pembunuh naga’.
  • Pannaganāśana, ‘pembunuh naga’.
  • Sarpārāti, ‘musuh ular-ular’.
  • Taraswin, ‘yang cepat’.
  • Rasāyana, ‘yang bergerak cepat sebagai perak’.
  • Kāmachārin, ‘yang pergi sesukanya’.
  • Kāmāyus, ‘yang hidup dengan senang’.
  • Chirād, ‘makan banyak’.
  • Wiṣṇuratha, ‘kereta Wisnu’.
  • Amṛtāharaṇa, ‘pencuri amerta’.
  • Sudhāhara, ‘pencuri’
  • Surendrajit, ‘penakluk Indra’.
  • Bajrajit, ‘penakluk kilat’.

Garuda sebagai lambang dan kebudayaan

Lambang negara

Garuda juga dipakai sebagai lambang negara Indonesia dan Thailand.

Lambang kota

Garuda dipakai sebagai lambang ibu kota Mongolia, Ulan Bator.

  • Lambang Ulan Bator
    Lambang Ulan Bator

Lambang perusahaan

Garuda dipakai sebagai lambang maskapai penerbangan negara Indonesia, yaitu Garuda Indonesia.

  • Logo keempat Garuda Indonesia
    Logo keempat Garuda Indonesia

Kebudayaan

Band beraliran death metal asal Florida Amerika yaitu Morbid Angel, menggunakan tokoh Garuda Bali dalam salah satu karya seni mereka.

  • Karya seni Garuda Bali
    Karya seni Garuda Bali

Referensi

  1. ↑ "Sumati, Sumatī: 26 definitions". 29 Juni 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 November 2022. Diakses tanggal 2 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Daniélou, Alain (Desember 1991). Gods of India: The Classic Work on Hindu Polytheism from the Princeton Bollingen Series (dalam bahasa Inggris). Inner Traditions / Bear & Co. hlm. 161. ISBN 978-0-89281-354-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Juli 2023. Diakses tanggal 3 Mei 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Sumukha: 26 definitions". 12 April 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 September 2022. Diakses tanggal 7 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 5 6 Robert E. Buswell Jr.; Donald S. Lopez Jr. (2013). The Princeton Dictionary of Buddhism. Princeton University Press. hlm. 314–315. ISBN 978-1-4008-4805-8.
  5. 1 2 Roshen Dalal (2010). Hinduism: An Alphabetical Guide. Penguin Books. hlm. 145. ISBN 978-0-14-341421-6.
  6. 1 2 Helmuth von Glasenapp (1999). Jainism: An Indian Religion of Salvation. Motilal Banarsidass. hlm. 532. ISBN 978-81-208-1376-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-06. Diakses tanggal 2020-09-24.
  7. ↑ Robert E. Buswell Jr.; Donald S. Lopez Jr. (2013). The Princeton Dictionary of Buddhism. Princeton University Press. hlm. 249–250. ISBN 978-1-4008-4805-8.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Garuda.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan