Rabu, 07 Oktober 2026
03:45 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Kirtimuka

Kirtimuka

ikonografi dalam arsitektur kuil Hindu

Bagikan:
250px-Kirtimukha.Nepal1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kirtimuka di atas pintu masuk suatu kuil di Kathmandu, Nepal.

Kirtimuka (Dewanagari: कीर्तिमुख; ,IAST: kīrtimukha,; arti: "muka yang megah") adalah nama makhluk mitologis berwajah monster, dengan taring panjang, mulut menganga, dan lazim ditampilkan sebagai ukiran dalam arsitektur kuil Hindu di Nepal, India, dan Asia Tenggara, dan juga di sejumlah arsitektur Buddhis.[1] Tidak seperti makhluk mitologi Hindu lainnya, seperti monster laut Makara, kirtimuka memang tercipta sebagai ragam hias pada bangunan, yang memiliki mitos asal mula di kitab Skandapurana dan Siwapurana.

Asal-usul

Dalam mitologi Hindu, kisah Kirtimuka bermula dari perseteruan antara Dewa Siwa dengan raja asura Jalandara, yang telah memperoleh kesaktian mandraguna berkat tapa bratanya yang keras.[2] Dengan angkuh, dia mengutus raksasa Rahu untuk menyampaikan pesan kepada Siwa agar menyerahkan Parwati.[3] Siwa menanggapi pesan tersebut dengan memancarkan kekuatan dahsyat dari mata ketiganya, yang menciptakan suatu wujud mirip singa yang mengerikan. Rahu yang ketakutan segera memohon ampunan dari Siwa. Siwa pun mengampuninya. Sementara itu, monster yang tercipta dari kekuatan Siwa meraung-raung untuk meminta makan. Siwa pun memerintahkan agar sang monster memakan dagingnya sendiri, hingga hanya kepala yang tersisa.[4] Siwa terkesan dengan makhluk tersebut, dan memberinya nama kirtimukha, yang berarti "rupa yang megah", dan memberkati bahwa wajahnya akan hadir pada pintu masuk kuil Siwa. Sehingga kirtimuka menjadi simbol Siwa itu sendiri.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Yalli and Mukha". Diakses tanggal 2007-02-25.
  2. ↑ Heinrich Zimmer, Myths and Symbols in Indian Art and Civilisation, edited by Joseph Campbell. New York: Harper Torchbooks, 1946, p.175
  3. ↑ Ibid., p. 176
  4. ↑ Ibid., p. 180
Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan