Senin, 28 September 2026
19:21 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Apasmara

Apasmara

250px-Apasmara.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sosok Apasmara pada bagian bawah patung Nataraja.

Apasmara (Dewanagari: अपस्मार; ,IAST: Apasmāra, अपस्मार) adalah makhluk kecil yang merupakan personifikasi dari kealpaan spiritual serta ahamkara menurut mitologi Hindu.[1][2] Ia dikenal pula dengan sebutan Muyalaka. Sosoknya biasa menjadi pelengkap lukisan atau patung Siwa dalam wujud Nataraja atau Daksinamurti. Dalam karya seni tersebut, ia digambarkan sedang diinjak oleh Siwa, sebagai simbol pelenyapan ego (ahamkara) atau ketidaktahuan.

Simbolisme

Dalam ikonografi Hindu, Apasmara sering diwujudkan sebagai lelaki kecil seperti kurcaci yang memegang kobra, melambangkan ahamkara menurut Hinduisme aliran Saiwa.[3] Ahamkara secara harfiah berarti "pembentuk diri" atau "penanda diri", dan merupakan kondisi ketika jiwa menganggap tubuh fisiknya lebih penting daripada atman.[4] Kitab Siwapurana menyatakan ahamkara berasal dari Prakerti (alam).[5]

250px-Nataraja_at_Thanjavur_Palace_Museum_%286%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Nataraja%2C_12th_century%2C_Art_Gallery%2C_Thanjavur_%285%29_%2836788537804%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Nataraja dan detail Apasmara di bagian kakinya. Peninggalan dari Thanjavur, abad ke-12.

Apasmara melambangkan ketidaktahuan akan jati diri (ahamkara), suatu bentuk kelengahan jiwa yang menjebaknya dalam Samsara melalui kelahiran kembali yang tak terhitung jumlahnya, dengan melupakan kehidupan masa lalu dan menganggap dirinya sebagai tubuh fisik setiap kali lahir kembali. Sifat buruk dari Apasmara merupakan bagian dari keseimbangan semesta antara pengetahuan spiritual dan ketidaktahuan yang melekat dalam kesadaran seseorang, dan tidak dapat diberantas agar tidak mengganggu tatanan semesta. Membunuh Apasmara berarti melambangkan suatu perolehan pengetahuan spiritual tanpa usaha, kemauan, dan dedikasi, sehingga merendahkan nilai pengetahuan itu sendiri.[2]

Agar seseorang dapat mencapai moksa (pembebasan) tanpa mengusik keseimbangan antara pengetahuan spiritual (widya) dan ketidaktahuan (awidya) dalam Samsara, Apasmara mesti ditaklukkan daripada dimusnahkan.[2] Untuk menundukkan Apasmara, Dewa Siwa mengambil wujud Nataraja—penguasa segala tarian—dan melakukan tarian kosmis tāṇḍava. Selama tarian tersebut, Siwa menginjak Apasmara dengan kaki kanannya, melambangkan penaklukkan kebodohan atau ahamkara. Apasmara diyakini akan terus ada di bawah kaki Nataraja, dengan keseimbangan yang dipertahankan oleh Siwa melalui tarian kosmis.[2][6] Simbolisme yang sama juga ditemukan dalam penggamabran Daksinamurti―wujud lain Siwa sebagai seorang guru―dengan Apasmara yang diinjak oleh kaki kanan Siwa.

Referensi

  1. ↑ T. A. Gopinatha Rao (1997). Elements of Hindu Iconography. Motilal Banarsidass. hlm. 223–229, 237. ISBN 978-81-208-0877-5.
  2. 1 2 3 4 Shiva as Lord of the Dance (Nataraja), Chola period, c. 10th/11th century The Art Institute of Chicago, United States
  3. ↑ "What is the significance of the snake around Lord Shiva's neck?". Times Now News. Diakses tanggal 1 Desember 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Definition of ahankara". Merriam-Webster. Diakses tanggal 1 Desember 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Shiva Purana, J. L. Shastri, 1950, Chapter 6: 56–59
  6. ↑ Knappert, Jan Indian Mythology, a volume in the series Encyclopedias of Myth and Legend pub. The Aquarian Press (An Imprint of Harper Collins) 1991 pps. 181-2.
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan