Sabtu, 03 Oktober 2026
18:56 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Nataraja

Nataraja

wujud siwa sebagai dewa penguasa tari dalam agama Hindu

Bagikan:
Nataraja
Dewa penguasa tari ·
Siwa sebagai penari jagat
250px-Sada_nritya_murti_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lain
  • Ambalavanan
  • Adalvallan
  • Kuththan
  • Sabesan
AfiliasiSiwa
KepercayaanHindu
AliranSaiwa

Nataraja (Dewanagari: नटराज; ,IAST: Naṭarāja,; Tamil: நடராஜர், Naṭarājar), dikenal juga sebagai Adalvallan (Tamil: ஆடல்வல்லான், Ādalvallāṉ), adalah representasi Dewa Siwa sebagai penari kosmik dalam agama Hindu. Tarian ilahi ini disebut Tandava.[1] Posisi dan seni Nataraja dideskripsikan dalam berbagai sastra Hindu, seperti Tevaram dan Thiruvasagam dalam bahasa Tamil, serta Amshumadagama dan Uttarakamika Agama dalam bahasa Sanskerta, termasuk dalam teks Grantha.[2] Seni patung ini ditemukan di kuil-kuil besar Saiwisme dan diakui sebagai simbol seni pahat unggulan India, serta mewakili budaya India. Patung ini dianggap sebagai salah satu karya terbaik dalam seni Hindu. Dalam berbagai pustaka Tamil, Nataraja juga dikenal sebagai Kuththan (கூத்தன், Kūththaṉ), Sabesan (சபேசன், Sabēsaṉ), dan Ambalavanan (அம்பலவாணன், Ambalavāṇaṉ).[3]

Penggambaran

Nataraja melambangkan Siwa sebagai penguasa seni tari dan drama, dengan gaya serta proporsi yang sesuai dengan sastra Hindu tentang seni. Kitab-kitab doa Tamil seperti Tirumurai (dua belas kitab Saiwa Selatan) menggambarkan Nataraja sebagai wujud Siwa dalam mencipta, memelihara, menghancurkan, dan memberkati pemujanya, sekaligus dikaitkan dengan ilusi.[4] Oleh karena itu, Nataraja dipuja sebagai wujud tertinggi Siwa di Tamil Nadu, dengan patung perunggu dan arca yang ada di hampir seluruh kuil Siwa di wilayah tersebut. Patung ini menggambarkan Siwa menari dalam pose Natya Shastra, memegang berbagai simbol sesuai periode dan wilayah, serta menginjak iblis kerdil (Apasmara atau Muyalaka) yang melambangkan kebodohan spiritual.[5]

Pada abad ke-8 hingga ke-10 M, patung-patung Nataraja mencapai bentuk yang matang dan terkenal dalam ekspresi seni perunggu Chola di Tamil Nadu.[6] Patung-patung ini biasanya memiliki tinggi kurang dari empat kaki, meskipun beberapa di antaranya lebih besar. Patung Nataraja dari era ini menjadi puncak seni pahat Tamil, dengan detail dan proporsi yang menampilkan estetika serta filosofi Saiwisme secara mendalam.[7]

Simbolisme

Relief dan patung Nataraja juga ditemukan di berbagai wilayah Asia Tenggara, seperti di Angkor Wat, yang menunjukkan pengaruh seni dan budaya Tamil di luar India. Representasi Nataraja ini tidak hanya menonjolkan keindahan artistik, tetapi juga mencerminkan penyebaran ajaran Saiwisme ke wilayah lain melalui jalur perdagangan dan migrasi budaya.[8]

Dalam seni pahat dan ikonografi, Nataraja biasanya digambarkan dengan empat tangan yang memegang berbagai atribut simbolis. Tangan kanan atas memegang damaru (gendang kecil)[9] yang melambangkan penciptaan, sedangkan tangan kiri atas memegang api, simbol kehancuran. Tangan kanan bawah memberikan abhaya mudra (isyarat perlindungan), dan tangan kiri bawah menunjuk ke arah kaki kirinya yang terangkat, menunjukkan pembebasan spiritual. Siwa digambarkan menari di atas iblis kerdil Apasmara, melambangkan kemenangan atas kebodohan dan kebingungan spiritual.[10]

Nataraja tidak hanya dianggap sebagai simbol seni pahat yang luar biasa, tetapi juga sebagai representasi filosofis yang mendalam tentang siklus penciptaan, pelestarian, dan penghancuran dalam kosmos. Patung ini terus menjadi ikon penting dalam kebudayaan India, menggambarkan hubungan antara seni, spiritualitas, dan filsafat Hindu.[11]

Referensi

  1. ↑ Rajarajan, R. K. K. (2018-01-01). "If this is Citambaram-Nataraja, then where is Tillai-Kūttaṉ? An Introspective Reading of Tēvāram Hymns". In Pedarapu Chenna Reddy, ed. History, Culture and Archaeological Studies Recent Trends, Commemoration Volume to Prof. M.L.K. Murthy, Vol. II, Delhi: B.R. Publishing Corporation, pp. 613-634, Pls. 54.1-6.
  2. ↑ Verma, Archana (2011-01-18). Performance and Culture: Narrative, Image and Enactment in India (dalam bahasa Inggris). Cambridge Scholars Publishing. ISBN 978-1-4438-2832-1.
  3. ↑ "The Lord (or King) of Dance". www.speakingtree.in. Diakses tanggal 2024-11-27.
  4. ↑ Rao, T. A. Gopinatha (1985). Elements of Hindu Iconography (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass Publishe. ISBN 978-81-208-0878-2.
  5. ↑ Verma, Archana (2011-01-18). Performance and Culture: Narrative, Image and Enactment in India (dalam bahasa Inggris). Cambridge Scholars Publishing. ISBN 978-1-4438-2832-1.
  6. ↑ J. C. Harle (1994). The art and architecture of the Indian subcontinent. Internet Archive. Yale University Press. ISBN 978-0-300-06217-5.
  7. ↑ Verma, Archana (2012). Temple Imagery from Early Mediaeval Peninsular India (dalam bahasa Inggris). Ashgate Publishing, Ltd. ISBN 978-1-4094-3029-2.
  8. ↑ Rao, T. A. Gopinatha (1985). Elements of Hindu Iconography (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass Publishe. ISBN 978-81-208-0878-2.
  9. ↑ Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm.46
  10. ↑ Shiva as Lord of the Dance (Nataraja), 901 CE–1100, diakses tanggal 2024-11-27{{citation}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  11. ↑ ":: TVU ::". www.tamilvu.org. Diakses tanggal 2024-11-27.
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan