Minggu, 20 September 2026
22:22 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Cinamasta

Cinamasta

Untuk desa di Nepal, lihat Chhinnamasta, Nepal.
Cinamasta
Dewi pengorbanan diri
Anggota Mahawidya
250px-Bengali_Chinnamasta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah lukisan Cinamasta dari Benggala (1850-an), kini koleksi British Museum, Inggris.
Dewanagariछिन्नमस्ता
IASTChinnamastā
AfiliasiMahawidya, Dewi
KediamanTempat kremasi
Senjatakhatri (simitar)
KepercayaanHindu Sakta
Aliransekte Kalikula
Keluarga
PasanganSiwa dalam wujud Kabandha
Padanan
Buddhisme TibetChinnamunda

Cinamasta (Dewanagari: छिन्नमस्ता; ,IAST: Chinnamastā, छिन्नमस्ता), "Ia yang kepalanya terpisah"), yang juga disebut Cinamastika dan Pracanda Candika, adalah salah satu Mahawidya, sepuluh dewi Tantrik dan aspek keganasan dari Ibu Dewi agama Hindu. Cinamasta mudah dikenali melalui penggambarannya yang tak lazim. Dewi telanjang yang memenggal kepalanya sendiri tersebut, biasanya berdiri atau duduk di atas sepasang dewata yang sedang bercumbu, membawa penggalan kepalanya dengan satu tangan, dan sebuah simitar di tangan lainnya. Tiga pancuran darah keluar dari lehernya dan diminum oleh penggalan kepalanya beserta dua pendampingnya.

Cinamasta adalah dewi kontradiksi. Ia melambangkan dua aspek: pemberi kehidupan dan pengambil kehidupan. Ia dianggap menjadi simbol kontrol seksual diri dan perwujudan dari energi seksual, tergantung pada interpretasinya. Ia melambangkan kematian, ketidakkekalan, kehancuran serta kehidupan, keabadian, dan rekreasi. Dewi tersebut memberikan realisasi spiritual diri dan kesadaran kundalini – energi spiritual. Legenda Cinamasta menekankan penyakralan diri-nya – terkadang dipasangkan dengan unsur maternal – dominansi seksual, dan kemurkaan penghancuran diri.

Cinamasta dipuja dalam sekte Kalikula Saktisme, tradisi sentris Dewi dari agama Hindu. Meskipun Cinamasta dianggap sebagai salah satu Mahawidya, jarang ada kuil-kuil yang ditujukan untuknya (yang kebanyakan ditemukan di Nepal dan timur India) dan penyembahannya secara terbuka. Namun, ia merupakan dewi Tantrik yang penting, paling dikenal dan disembah sebagai salah satu Tantrika esoterik.

Cinamasta dihormati oleh umat Hindu dan Buddhis. Ia sangat berkaitan dengan Chinnamunda – bentuk kepala terpisah dari dewi Buddhis Tibetan Wajrayogini.

Asal muasal

Chinnamunda.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Chinnamunda dalam Buddhisme Tibet diyakini menjadi asal mula dari Cinamasta. Lukisan abad ke-14, Nepal.

Cinamasta adalah dewi penting dalam Buddhisme Tibet dan Tantra, yang disebut Chinnamunda ("ia dengan kepala yang terpisah") atau Trikaya-vajrayogini ("Wajrayogini berbadan tiga"). Chinnamunda adalah bentuk kepala terpisah dari dewi Wajrayogini (atau Wajrawarahi, sebuah bentuk keganasan dari Wajrayogini), yang digambarkan serupa.[1][2]

Teks-teks Buddha menyebut kelahiran Chinnamunda Buddhis. Satu kisah mengisahkan murid-murid Krishnacharya, dua bersaudari Mahasiddha ("orang-orang berkesempurnaan besar") Mekhala dan Kanakhala, yang memotong kepala mereka, menyerahkannya ke guru mereka, dan kemudian menari. Dewi Wajrayogini juga muncul dalam bentuk ini dan menari dengan mereka. Cerita lainnya mengisahkan tentang bagaimana putri Mahasiddha Lakshminkara, yang merupakan inkarnasi sebelumnya dari seorang pengikut Padmasambhawa, memotong kepalanya sebagai hukuman dari dari raja dan mengaraknya ke kota, dimana masyarakat menyebutnya sebagai Chinnamunda-Vajravarahi.[3][4]

Pada dekade-dekade awal abad ke-20, Benoytosh Bhattacharyya - seorang pakar Tantra dan kemudian direktur Institut Oriental Baroda - mempelajari berbagai teks seperti Sadhanamala Buddhis (1156 Masehi), Chhinnamastakalpa Hindu (tanggal tidak diketahui), dan Tantrasara (akhir abad ke-16). Ia menyatakan bahwa Cinamasta Hindu dan Chinnamunda Buddhis adalah dewi yang sama, disamping kenyataan bahwa Cinamasta Hindu mengenakan seekor ular sebagai benang keramat dan ditambahkan pasangan Rati-Kamadeva dalam ikonnya. Dalam Sadhanamala, dewi tersebut disebut Sarwabuddha ("seluruh kesadaran"), dan didampingi oleh Wajrawaironi dan Wajrawarnini; dalam Tantrasara Hindu, ia disebut Sarwasiddhi ("seluruh penyertaan"), dan disertai oleh pendamping Dakini, Waironi, dan Warnini. Dalam Chhinnamastakalpa, ia disebut Sarwabuddhi ("seluruh pencerahan"); para pendampingnya menggunakan nama-nama Buddhis. Bhattacharyya menyatakan bahwa Cinamasta Hindu berasal dari Chinnamunda Buddhis, yang telah disembah sejak sekitar abad ke-7.[5]

250px-Bundi_painting_Chinnamasta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cinamasta digambarkan sedang duduk yang kontras dengan penggambaran tradisionalnya, lukisan Bundi, s. 1775.

Meskipun pandangan Bhattacharyya kebanyakan tak dipersengketakan,[6][7][8] beberapa cendekiawan seperti S. Shankaranarayanan - pengarang Sepuluh Kekuatan Kosmik Besar - mengatributkan Cinamasta pada anteseden Weda (Hindu kuno). Sukumari Bhattacharji, pengarang Teogoni India, berkata bahwa fungsi dewi Weda Nirrti diwariskan oleh dewi Hindu Kali, Camunda, Karali, dan Cinamasta. Sastra Hindu mula-mula menyebut Cinamasta dalam upapurana Shakta Maha-bhagavata Purana (s. 950 Masehi) dan Devi-Bhagavata Purana (abad ke 9–12). Elisabeth A. Benard, pengarang Chinnamastā: The Aweful Buddhist and Hindu Tantric Goddess,[a] berkata bahwa mengenai asal mjasalnya, jelas bahwa Cinamasta/Cinamunda dikenal pada abad ke-9 dan disembah oleh Mahasiddha.[6] Meskipun secara essensial disepakati dengan pandangan Bhattacharyya, Karel R. van Kooij, mantan Profesor sejarah seniAsia Selatan di Universitas Leiden, lebih lanjut mengasosiasikan ikonografi Cinamasta dengan dewi Tantrik Varahi dan Chamunda.[10]

Catatan kaki

Keterangan
  1. Buku tersebut disebut sebagai "monigrafi pertama yang menjelaskan ritual-ritual, simbolisme, dan konvensi ikonografi" dari Chhinnamasta.[9]
Kutipan
  1. (Kinsley 1988, hlm. 172)
  2. (English 2002, hlm. 94)
  3. (Benard 2000, hlm. 9–11)
  4. (English 2002, hlm. 101–2)
  5. (Benard 2000, hlm. 12–5)
  6. 1 2 (Benard 2000, hlm. 16–7)
  7. (Donaldson 2001, hlm. 411)
  8. (Kinsley 1988, hlm. 175)
  9. (McDermott 1996, hlm. 357–8)
  10. (van Kooij 1999, hlm. 266)

Referensi

Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan