Jumat, 06 November 2026
22:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Mahakala

Mahakala

Bagikan:
Mahakala
Dewa waktu, ilusi, kehancuran
250px-MET_DP314097.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Mahākāla dari Bihar (abad ke-11), koleksi Museum Seni Metropolitan.
AfiliasiDewa
KediamanŚmaśāna
Senjatapedang, trisula
palu (versi Jepang)
Dewa/dewi terkaitSiwa, Daikokuten
KepercayaanHinduisme, Buddhisme
AliranHindu Saiwa, Buddha Vajrayana
Keluarga
PasanganParwati dalam wujud Mahakali

Mahakala (Dewanagari: महाकाल; ,IAST: Mahākāla, महाकाल) adalah salah satu dewa dalam kepercayaan Hindu dan Buddha. Di Jawa, dewa ini dipahatkan di sebelah kiri pintu masuk candi bersifat Siwaistik, bersama pasangannya, Nandiswara yang terletak di sebalah kanan. Kedua tokoh ini dianggap sebagai emanasi atau pancaran Siwa dan dianggap sebagai dwarapala.[1]

Deskripsi

Nama "Mahakala" berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu mahā ("agung", "raya") dan kāla ("waktu", "kematian"), yang memiliki arti "di luar waktu" atau "melampaui kematian".[2] Mahakala digambarkan memiliki empat lengan, tiga mata. Dia dihiasi dengan delapan tengkorak, duduk di lima mayat, memegang trisula, drum, pedang dan sabit di tangannya. Dia dihiasi dengan abu dari tanah kremasi dan dikelilingi oleh sejumlah burung pemakan bangkai dan serigala.[3]

Mahakala biasanya digambarkan berwarna hitam. Hal ini mempunyai makna bahwa semua warna akan diserap oleh warna hitam. Mahakala sendiri memiliki banyak versi atau variasi. Variasi yang paling menonjol dalam manifestasi dan penggambaran Mahakala ada pada jumlah senjata. Mahakala digambarkan mempunyai 6 tangan, 4 tangan atau 2 tangan. Menurut Hinduisme, Mahakala mengacu pada bentuk akhir dari Siwa, karena ia adalah penghancur semua elemen yang ada di semesta.[3] Tidak ada apa-apa selain dia, tidak ada unsur, tidak ada dimensi, bahkan tidak waktu. Dalam Hinduisme, Mahakala juga disebut sebagai Paramasiwa atau bentuk utama Siwa. Namun, menurut versi lainnya, Mahakala juga merupakan nama salah satu pelayan utama Siwa, bersama dengan Nandiswara.

Mahakala dimuliakan sebagai dewa pelindung dalam berbagai tradisi Buddhisme Vajrayana, seperti Buddhisme esoterik Tingkok, Shingon, dan Buddhisme Tibet.[1] Dia dikenal dengan sebutan Dàhēitiān dan Daaih'hāktīn (大黑天) dalam bahasa Mandarin dan Kanton, Daeheukcheon (대흑천) di Korea, Đại Hắc Thiên di Vietnam, dan Daikokuten (大黒天) di Jepang.

Lihat pula

Referensi

Kutipan

  1. 1 2 Bryson (2017), hlm. 42.
  2. ↑ Mookerjee (1988).
  3. 1 2 Gresik, Disparekrafbudpora. "Arca Mahakala - Disparekrafbudpora". Disparekrafbudpora Gresik. Diakses tanggal 2025-05-17.

Daftar pustaka

Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan