Senin, 21 September 2026
22:34 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Mahakala

Mahakala

Mahakala
Dewa waktu, ilusi, kehancuran
250px-MET_DP314097.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Mahākāla dari Bihar (abad ke-11), koleksi Museum Seni Metropolitan.
AfiliasiDewa
KediamanŚmaśāna
Senjatapedang, trisula
palu (versi Jepang)
Dewa/dewi terkaitSiwa, Daikokuten
KepercayaanHinduisme, Buddhisme
AliranHindu Saiwa, Buddha Vajrayana
Keluarga
PasanganParwati dalam wujud Mahakali

Mahakala (Dewanagari: महाकाल; ,IAST: Mahākāla, महाकाल) adalah salah satu dewa dalam kepercayaan Hindu dan Buddha. Di Jawa, dewa ini dipahatkan di sebelah kiri pintu masuk candi bersifat Siwaistik, bersama pasangannya, Nandiswara yang terletak di sebalah kanan. Kedua tokoh ini dianggap sebagai emanasi atau pancaran Siwa dan dianggap sebagai dwarapala.[1]

Deskripsi

Nama "Mahakala" berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu mahā ("agung", "raya") dan kāla ("waktu", "kematian"), yang memiliki arti "di luar waktu" atau "melampaui kematian".[2] Mahakala digambarkan memiliki empat lengan, tiga mata. Dia dihiasi dengan delapan tengkorak, duduk di lima mayat, memegang trisula, drum, pedang dan sabit di tangannya. Dia dihiasi dengan abu dari tanah kremasi dan dikelilingi oleh sejumlah burung pemakan bangkai dan serigala.[3]

Mahakala biasanya digambarkan berwarna hitam. Hal ini mempunyai makna bahwa semua warna akan diserap oleh warna hitam. Mahakala sendiri memiliki banyak versi atau variasi. Variasi yang paling menonjol dalam manifestasi dan penggambaran Mahakala ada pada jumlah senjata. Mahakala digambarkan mempunyai 6 tangan, 4 tangan atau 2 tangan. Menurut Hinduisme, Mahakala mengacu pada bentuk akhir dari Siwa, karena ia adalah penghancur semua elemen yang ada di semesta.[3] Tidak ada apa-apa selain dia, tidak ada unsur, tidak ada dimensi, bahkan tidak waktu. Dalam Hinduisme, Mahakala juga disebut sebagai Paramasiwa atau bentuk utama Siwa. Namun, menurut versi lainnya, Mahakala juga merupakan nama salah satu pelayan utama Siwa, bersama dengan Nandiswara.

Mahakala dimuliakan sebagai dewa pelindung dalam berbagai tradisi Buddhisme Vajrayana, seperti Buddhisme esoterik Tingkok, Shingon, dan Buddhisme Tibet.[1] Dia dikenal dengan sebutan Dàhēitiān dan Daaih'hāktīn (大黑天) dalam bahasa Mandarin dan Kanton, Daeheukcheon (대흑천) di Korea, Đại Hắc Thiên di Vietnam, dan Daikokuten (大黒天) di Jepang.

Lihat pula

Referensi

Kutipan

  1. 1 2 Bryson (2017), hlm. 42.
  2. Mookerjee (1988).
  3. 1 2 Gresik, Disparekrafbudpora. "Arca Mahakala - Disparekrafbudpora". Disparekrafbudpora Gresik. Diakses tanggal 2025-05-17.

Daftar pustaka

Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan