Selasa, 22 September 2026
18:35 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Yama

Yama

Yama
Dewa kematian dan keadilan[1]
Anggota Lokapala dan Astadikpala
250px-Yama_deva.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lainKala, Darmaraja, Yamaraja
Genderpria
AfiliasiDewa
Arahselatan
KediamanNaraka (Yamaloka)
PlanetPluto[2]
Mantra
  • Oṁ sūryaputrāya vidmahe mahākālāya dhīmahi tanno yama pracodayāt.
  • Om Vaivasvadaya Vidmahe Dandahastaya Dhimahi Tanno Yama Prachodayat.
Senjatadaṇḍa (pedang), pasa (jerat), dan gada
Wahanakerbau
Dewa/dewi terkaitKāla, Dharmathakur
Keluarga
Orang tua
SaudaraYami, Aswin, Waiwaswata Manu, Rewanta, Sani, Tapati
IstriDumorna[3][a]
AnakSunita (putri)
Yudistira (putra)
Padanan
NordikYmir[6][7][8]
RomawiRemus,[8] Dis Pater, Pluto[9]
YunaniHades
MesirOsiris, Sokar
ManipuriThongalel[10]

Yama (Dewanagari: यम; ,IAST: Yama, यम), dikenal pula sebagai Kala (Dewanagari: काल; ,IAST: Kāla, काल) atau Darmaraja (Dewanagari: धर्मराज; ,IAST: Dharmarāja, धर्मराज) adalah dewa akhirat dalam agama Hindu. Menurut kepercayaan umat Hindu, dialah dewa yang pertama kali dijumpai oleh roh orang mati saat berangkat menuju wilayah surgawi, sehingga dia juga bergelar dewa kematian. Tugasnya yang utama adalah mengadili roh orang mati, dengan didampingi oleh asistennya yang disebut Citragupta, pencatat karma manusia. Karena keadilannya, ia disebut pula Dharmaraja.

Penggambaran

Yama biasanya digambarkan sebagai seorang pria berkulit biru, memiliki wahana berupa seekor kerbau hitam raksasa. Ia bersenjata gada atau danda dan membawa jerat. Yama juga dikatakan muncul dalam wujud berbeda saat menghampiri orang baik dan orang jahat menjelang kematiannya. Untuk orang jahat, Yama akan terlihat memiliki kaki yang sangat besar, dengan bibir tipis membara, mata sedalam ruang hampa, dan rambut yang terbakar api. Yama memiliki dua anjing, masing-masing dengan empat mata. Anjing ini bertugas memandu roh orang mati saat sedang berada di dunia bawah menuju alam Yama serta merupakan keturunan anjing perkasa yang menjaga kawanan ternak dewa Indra.

Mitologi

Menurut kitab Purana, Yama adalah putra Surya (dewa matahari) dan Saranya (putri Wiswakarma). Dia memiliki kakak bernama Waiwaswata Manu, dan saudara kembar perempuan bernama Yamuna. Selain itu, ia memiliki ibu tiri bernama Radnyi, Praba, dan Caya. Karena Caya lebih memperhatikan anak kandungnya sendiri daripada anak tirinya, Yama menendang kakinya. Hal itu membuatnya dikutuk bahwa kakinya akan digerogoti oleh cacing. Cacing-cacing tersebut juga akan menyebabkan kakinya bernanah dan berdarah.

Untuk mengurangi kutukan tersebut, Surya memberikan seekor burung kepada Yama untuk memakan cacing-cacing tersebut. Kemudian Yama memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat suci yang bernama Gokarna. Disana ia memuja Siwa dengan cara bertapa selama ribuan tahun. Siwa berkenan dengan tapa yang dilakukan Yama, lalu ia diangkat sebagai dewa kematian. Ia diberi hak untuk menjatuhkan hukuman kepada orang-orang yang melakukan dosa, dan memberikan berkah kepada orang-orang yang berbuat kebajikan.

Lihat pula

Catatan

  1. Other names of Yama's consort include Urmila and Shyamala.[4] Yama is also sometimes depicted with three consorts Hema-mala, Sushila and Vijaya.[5] When identified with Dharmadeva, he is married to 10 or 13 daughters of Daksha.

Referensi

  1. Cyclopaedia of India and of Eastern and Southern Asia, Commercial, Industrial and Scientific: Products of the Mineral, Vegetable and Animal Kingdoms, Useful Arts and Manufactures. Ed. by Edward Balfour (dalam bahasa Inggris). [Dr.:] Scottish and Adelphi Press. 1873.
  2. "Planetary Linguistics". Diarsipkan dari asli tanggal Desember 17, 2007. Diakses tanggal Juni 12, 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Puranic Encyclopedia by Vettam Mani
  4. Debroy, Bibek (2005). The History of Puranas (dalam bahasa Inggris). Bharatiya Kala Prakashan. ISBN 978-81-8090-062-4.
  5. Daniélou, Alain (1991). The Myths and Gods of India: The Classic Work on Hindu Polytheism from the Princeton Bollingen Series (dalam bahasa Inggris). Inner Traditions / Bear & Co. ISBN 978-0-89281-354-4.
  6. Lincoln 1975, hlm. 129.
  7. Anthony 2007, hlm. 134–135.
  8. 1 2 Mallory & Adams 1997, hlm. 129–130.
  9. Lincoln 1991, hlm. 33.
  10. "Glimpses of Manipuri Language, Literature, and Culture". 1970.
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan