Minggu, 20 September 2026
17:59 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Dasawatara

Dasawatara

250px-Avatars.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sepuluh awatara Wisnu, (searah jarum jam, dari kiri) Matsya, Kurma, Waraha, Wamana, Kresna, Kalki, Buddha, Parasurama, Rama dan Narasinga, (di tengah) Kresna.

Dasawatara (Dewanagari: दशावतार; ,IAST: Daśāvatāra,; daśa + avatāra 'sepuluh Awatara') mengacu kepada sepuluh awatara Wisnu yang utama. Dasa berarti sepuluh sedangkan awatara berarti penjelmaan (dalam hal ini adalah Wisnu).

Empat awatara pertama muncul pada masa Satyayuga (Yuga yang pertama di antara empat Yuga, atau siklus zaman dalam agama Hindu). Tiga awatara berikutnya muncul pada masa Tretayuga, yang kedelapan pada Dwaparayuga, dan yang kesembilan pada Kaliyuga. Yang kesepuluh diprediksi akan muncul pada akhir Kaliyuga, sekiar 427.000 tahun lagi.[1] Menurut Wisnupurana dan Bhagawatapurana, Kaliyuga akan berakhir dengan turunnya Kalki awatara, yang akan membinasakan kejahatan, membebaskan orang saleh, dan memulai Satyayuga yang baru.[2]

Anggota

Menurut Swami Parmeshwaranand, meskipun para awatara Wisnu berjumlah tidak terbatas dan mencakup beberapa resi, Manu, keturunan Manu, dan para dewa akibat kutukan dari Resi Bregu, kebanyakan merupakan penjelmaan sebagian saja. Dasawatara merupakan daftar sepuluh penjelmaan sepenuhnya.[3]

Ada berbagai versi dari daftar awatara Wisnu, tergantung kepada daerah atau tradisi.[4][5][6][7] Beberapa daftar mencantumkan Kresna sebagai awatara kedelapan, dan Buddha Gotama sebagai awatara kesembilan,[7] sedangkan versi lain menyatakan Balarama (Baladewa) sebagai awatara kedelapan dan Kresna yang kesembilan.[6] Versi ini diyakini oleh sejumlah umat Waisnawa yang tidak mau mengakui Buddha sebagai penjelmaan Wisnu.[8] Suatu daftar dalam kitab Mahabharata menyebut Rama (Bargawa), Rama (Dasarati), Satwata (Kresna atau Balarama),[9] ketiganya sebagai "Trirama". Kitab Tantra Prapancasara (diyakini sebagai karya Adi Shankara, tapi masih diragukan[10]) juga tidak menyertakan Buddha. Meskipun tidak ada daftar non-kontroversial yang dapat dipakai sebagai standar, daftar yang banyak ditemukan dalam pustaka Purana dan kitab-kitab lainnya mencantumkan Kresna dan Buddha.[9][11][12][13][14][note 1]

Tabel berikut ini merangkum posisi para awatara dalam daftar Dasawatara dalam sejumlah tradisi, tapi tidak mencakup semua:[4][5][6]

No. Bhagawatisme India Utara, Sadh Waisnawa, ISKCON[note 2][note 3] Smarta, Saiwa Siddhanta, Sri Waisnawa[note 4] Gaudiya Waisnawa, ISKCON[note 2][note 5] Govardhan Math[note 6] Warkari Sampradaya[note 7] Yuga[5]
1 Matsya[5][6] (ikan) Satyayuga[5]
2 Kurma (awatara)[5][6] (kura-kura)
3 Waraha[5][6] (babi hutan)
4 Narasinga[5][6] (manusia singa)
5 Wamana[5][6] (orang katai) Tretayuga[5]
6 Parasurama[5][6] (brahmana bersenjata)
7 Rama[5][6][note 8]
8 Kresna[5][note 2] Balarama[5][4][6] Balarama[18][19][note 2] Balarama[4][15] Kresna Dwaparayuga,[5]
Kali Yuga jika menyertakan Buddha[5]
9 Buddha[5][note 1] Kresna[5][4][6] Buddha[18][19][note 1] Jagatnata[4][15] Vithoba
10 Kalki[5][6] (awatara terakhir di penghujung zaman) Kaliyuga

Dalam Purana

Kitab Agnipurana, Padmapurana, Garudapurana, Linggapurana, Naradiyapurana, Skandapurana, dan Warahapurana menyebutkan daftar Dasawatara yang umum (menyertakan Kresna dan Buddha).[note 9] Kitab Garudapurana memiliki dua daftar, yang panjang memuat nama Kresna dan Buddha, sedangkan yang lainnya memuat Balarama dan Buddha, yang mengganti Wamana dengan Rama.[note 10] Kitab Siwapurana mencantumkan Balarama dan Kresna. Daftar dengan nama Kresna dan Buddha juga ditemukan dalam Saroddhara, suatu ulasan atau saripati dari kitab Garudapurana (bukan kitab Purana itu sendiri, yang sering dikelirukan demikian):

Matsya, Kurma, Waraha, Narasinga, Wamana, Parasurama, Rama, Kresna, Buddha, dan Kalki: Sepuluh nama ini mesti senantiasa direnungkan oleh orang bijaksana. Barangsiapa yang merapalkannya di dekat yang sakit maka disebut saudara.

Garuda Purana Saroddhara by Navanidhirama (translated by E. Wood and S. V. Subrahmanyam), Chapter VIII, Verses 10–11[29][30]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Buddha as an avatar of Vishnu:
    Krishna, Buddha
    Printed sources
    • Bansal, Sunita Pant, Hindu Gods and Goddesses, p.27, "Vishnu Dashavatara";
    • Dalal 2010, p. 112 "Dashavatara" Dalal: "The standard and most accepted list found in Puranas and other texts is: [...] Rama, Krishna, Buddha, Kalki";
    • Doniger O'Flaherty 1994, hlm. 175 Doniger: "Visnu is generally said to have had ten incarnations [...] Krsna [...] the Buddha."
    • Flood 1996, hlm. 116 Flood: "...by the eight century the standard number of descent-forms in the Vaisnava Puranas is ten. These are [...] Krsna, Buddha."
    • Klostermaier 2007, "Visnu Avataras" Klostermaier: "The most common tradition speaks of ten such avataras [...] Krsna [...] Buddha."
    • Krishna 2010, hlm. 28–29 Krishna: "Krishna [...] Buddha [...] There is a difference of opinion as to whether Buddha was an incarnation of Vishnu [...] The alternative then is Balarama, Rama of the plough and elder brother of Krishna, who is listed after Rama, thereby removing Buddha and making Krishna the ninth incarnation."
    • Leeming, David Adams, A Dictionary of Asian Mythology, p. 19, "Avatar"
    • Lochtefeld 2001, p. 73 "Avatar" Lochtefeld: "Although there is some variation in the list of Vishnu's Avatars, the generally accepted list is as follows [...] Krishna, Buddha."
    • Vaswani 2017, hlm. 12–14;
    • Wuaku 2013, hlm. 148
    Balarama, Buddha
    Web-sources
    • Encyclopedia Britannica, Avatar
    Unspecified
    • Holt, John Clifford (2008), The Buddhist Viṣṇu: Religious Transformation, Politics, and Culture, p.14-15; p.372 note 9 refers to four Puranas which mention the Buddha in 9th position: Varaha Purana 4.2; Matsya Purana 285.6-7; Agni Purana 49.8; Bhagavata Purana X.40.22 and I.3.
    Krishna/Balarama, Buddha
  2. 1 2 3 4 The Hare Krsnas, Incarnations of the Lord - Dasavatara - Ten Primary Visnu Incarnations. The Hare Krsnas refer to the eight avatar both as Krsna and as Balarama.
  3. (Leyden 1982, hlm. 22): Madhya Pradesh, Maharashtra.
  4. (Leyden 1982, hlm. 22): Dekkan Selatan, Mysore.
  5. (Leyden 1982, hlm. 22): Rajasthan, Nepal, Dekkan Utara.[4]
  6. prabhat Mukherjee: Orissa;[15] Leyden: Benggala Barat
    Orissa.[4]
  7. Maharashtra, Goa.
  8. Donald J. LaRocca, Metropolitan Museum of Art, describes a katar with Rama-Krishna-Buddha, referring to Rama as Ramachandra, or alternately Balarama.[16] Yet, Hoiberg specifically states that Rama, as an avatar of Vishnu, is Ramachandra.[17]
  9. Dalam Purana:
    • Agni, Chapter 49[20]
    • Garuda (list 1), Volume 1, Chapter 86, Verses 10–11 (one of two lists)
    • Linga, Part 2, Chapter 48, Verses 31-32[21]
    • Narada, Part 4, Chapter 119, Verses 14–19[22]
    • Padma, Part 7: 66.44–54; 71.23–29;[23] Part 9: 229.40–44[24]
    • Waraha, Chapter 4, Verses 2-3; Chapter 48, Verses 17–22;[25] and Chapter 211, Verse 69[26]
    • Skanda, Part 15: Reva Khanda: Chapter 151, Verses 1–7[27]
  10. Garuda list 2, Volume 3, Chapter 30, Verse 37[28]

Referensi

  1. B-Gita 8.17 Diarsipkan 2009-04-29 di Wayback Machine. "And finally in Kal-yuga (the yuga we have now been experiencing over the past 5,000 years) there is an abundance of strife, ignorance, irreligion and vice, true virtue being practically nonexistent, and this yuga lasts 432,000 years. In Kali-yuga vice increases to such a point that at the termination of the yuga the Supreme Lord Himself appears as the Kalki avatara"
  2. Klostermaier (2007) p. 495
  3. Swami Parmeshwaranand (2001-01-01). Encyclopaedic Dictionary of Puranas (dalam bahasa Inggris). unknown library. Sarup & Sons. hlm. 131–132.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 Leyden 1982, hlm. 22.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Vaswani 2017, hlm. 12-14.
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Carman 1994, hlm. 211-212.
  7. 1 2 Wuaku 2013, hlm. 148.
  8. Krishna 2009.
  9. 1 2 Dalal 2010, hlm. 112.
  10. Avalon1935 (), hlm. 2.
  11. Lochtefeld 2001, hlm. 73.
  12. Doniger O'Flaherty 1994, hlm. 175.
  13. Klostermaier 2007.
  14. Krishna 2010, hlm. 28-29.
  15. 1 2 3 Mukherjee 1981, hlm. 155.
  16. LaRocca 1996, hlm. 4.
  17. Hoiberg 2000, hlm. 264.
  18. 1 2 Nagaswamy 2010, hlm. 27.
  19. 1 2 Morgan (1987), hlm. 55.
  20. J. L. Shastri, G. P. Bhatt (1998-01-01). Agni Purana Unabridged English Motilal (vol 1.). hlm. 1–38.
  21. J.L.Shastri (1951). Linga Purana – English Translation – Part 2 of 2. hlm. 774.
  22. N.A (1952). The Narada-Purana Part 4. Motilal Banarsidass, Delhi. hlm. 1486.
  23. N.A (1952). The Padma-Purana Part 7. Motilal Banarsidass, Delhi.
  24. The Padma-Purana Part 9. Motilal Banarsidass, Delhi. 1956.
  25. N.A (1960). The Varaha Purana Part 1. Motilal Banarsidass, Delhi. hlm. 13.
  26. The Varaha Purana Part 2. Motilal Banarsidass, Delhi. 1960. hlm. 652.
  27. N.A. (1957). The Skanda-Purana Part 15. Motilal Banarsidass, Delhi.
  28. N.A (1957). The Garuda-Purana Part 3. Motilal Banarsidass, Delhi.
  29. Subrahmanyam, S. V. (1911). The Garuda Purana. hlm. 62.
  30. "The Garuda Purana: Chapter VIII. An Account of the Gifts for the Dying". sacred-texts.com. Diakses tanggal 2019-10-31.

Daftar pustaka

Dasawatara
Wisnu
Awatara lainnya
*Urutan awatara Wisnu kedelapan dan kesembilan tergantung tradisi. Beberapa aliran Hindu memasukkan Buddha, sedangkan yang lain memasukkan Baladewa dan menghilangkan Kresna.
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan