Selasa, 20 Oktober 2026
15:02 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Dattatreya

Dattatreya

dewa Hindu dan awatara gabungan dari Trimurti (Brahma, Wisnu, dan Siwa)

Bagikan:
Dattareya
Awatara Brahma, Wisnu dan Siwa
250px-Ravi_Varma-Dattatreya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
AfiliasiDewa, Awatara
PustakaBhagawatapurana, Awadhutagita, Dattatreya-upanisad
MantraOm Drāṃ Dattātreyāya Namah[1]
Simboljapamala, kamandalu, trisula, Pancajanya, dan Cakra Sudarsana[2][3][4]
HariKamis
Pemujaan
KepercayaanHindu India
AliranAdinatha Sampradaya
PerayaanDatta Jayanti
Keluarga
Orang tua
SaudaraCandra, Durwasa
PasanganAnaga-laksmi

Menurut kepercayaan umat Hindu, Dattatreya (Dewanagari: दत्तात्रेय; ,IAST: Dattātreya, दत्तात्रेय) adalah seorang dewa yang merupakan penjelmaan dari Trimurti (tiga dewa utama), yaitu Brahma, Wisnu dan Siwa. Dattatreya lahir sebagai putra Resi Atri dan Anasuya. Nama Dattatreya berasal dari kata datta dan atreya. Kata datta berarti "diberi", oleh karena Trimurti telah memberikan perwujudan sebagai putera Atri dan Anasuya. Kata atreya secara harfiah berarti "putra Atri".

Dalam tradisi Natha, Dattatreya dianggap sebagai awatara atau inkarnasi dari Dewa Siwa dan sebagai Adi-Guru (guru pertama) dalam tradisi Adinatha Sampradaya. Di India, Dattatreya dipuja oleh berjuta-juta umat Hindu dan berbagai tradisi dilakukan untuk memuliakannya.

Riwayat Dattatreya

Kelahiran

Umat Hindu memercayai legenda yang cukup terkenal mengenai kelahiran Dattatreya. Konon pada suatu hari, Narada memuji-muji pengabdian Anasuya terhadap suaminya (patibratyam) di hadapan istri-istri Dewa Brahma, Wisnu dan Siwa. Pujian Narada yang berlebihan membuat mereka iri. Mereka memohon kepada suami masing-masing untuk menggoyahkan iman Anasuya. Brahma, Wisnu dan Siwa pergi menemui Anasuya dengan menyamar. Pada saat itu Atri tidak ada di rumah.

Dalam penyamaran, ketiga dewa meminta makanan kepada Anasuya. Ketika Anasuya menyanggupinya, ketiga dewa menambahkan bahwa mereka akan menerima persembahan apabila Anasuya melakukannya tanpa memakai pakaian. Anasuya jatuh dalam dilema. Bila ia datang tanpa memakai pakaian di hadapan pria lain maka pengabdiannya (patibratyam) akan jatuh. Bila ia menolak, maka ketiga tamunya bisa memberinya kutukan. Anasuya merasa bahwa ketiga tamu yang dilayaninya bukanlah orang normal karena permintaan mereka yang aneh dan ia merasa dijebak agar menuju situasi yang rumit. Kemudian Anasuya berkomunikasi dengan suaminya melalui pikirannya dan berkata bahwa ia tidak takut untuk melayani tamunya tanpa memakai pakaian karena tidak dipengaruhi oleh nafsu.

Saat ketiga tamunya memohon makanan dan tanpa sengaja menambahkan kata 'ibu' dalam permohonannya, Anasuya merasa bahwa ia harus melayani tamunya dengan menganggap mereka sebagai anak dan memberi pelayanan seperti yang mereka minta. Oleh karena ketulusan hatinya dalam melayani permohonan tamunya, tiba-tiba ketiga dewa berubah menjadi tiga anak kecil. Seketika itu juga buah dada Anasuya mulai mengucurkan air susu. Ia menyusui ketiga dewa yang sudah berubah menjadi anak kecil, lalu ia menaruh mereka ke dalam keranjang. Ketika Atri datang, Anasuya menceritakan kejadian yang sudah terjadi. Ketika ketiga anak terbangun, mereka berubah kembali menjadi para dewa dan memberikan anugerah kepada Anasuya. Anasuya memohon agar ketiga dewa menjelma sebagai anaknya. Akhirnya permohonan Anasuya dikabulkan, ketiga dewa menjelma sebagai Dattatreya.

Pengembaraan

Semenjak usia dini, Dattatreya meninggalkan rumahnya dan mengembara dengan tubuh telanjang, dalam perjalanan spiritual untuk mencari pemahaman tentang "sesuatu yang mutlak". Dattatreya diduga mengembara di wilayah Karnataka Utara, melewati Maharashtra, dan menuju Gujarat sepanjang sungai Narmada. Dia mencapai pencerahan di sebuah tempat yang tak jauh dari kota yang sekarang dikenal dengan nama Ganagapur, letaknya di sebelah selatan Maharashtra. Jejak kakinya yang asli diduga terletak di sebuah tempat yang sunyi di puncak gunung Girnar.

Para guru bagi Dattatreya

Menurut kitab Brahmapurana, setelah permohonan Maharesi Atri, Dattatreya duduk di tepi sungai Gautami dan memuja Siwa. Kemudian ia memperoleh anugerah yang disebut Brahmagyaan ("Pengetahuan Abadi").

Dalam kitab Bhagawatapurana, Dattatreya menyebutkan nama dua puluh empat gurunya satu per satu: bumi, udara, langit atau ether, air, api, matahari, bulan, piton, merpati, lautan, ngengat, lebah, banteng gajah, beruang, rusa, ikan, burung osprey, anak kecil, gadis perawan, pelacur, pandai besi, ular, laba-laba, dan tawon. Dua puluh empat guru bagi Dattateya berasal dari dua puluh empat guru Awaduta yang dijelaskan dalam Purana.

Pengikut Dattatreya

Menurut kisah-kisah yang dicatat dalam Purana, para pengikut Dattatreya adalah Kartawirya Arjuna (Sahasrarjuna), Parasurama (Bhargawa), Yadu, Alarka, Ayu dan Prahlada. Selain itu, ada seorang murid lagi bernama Sankruti yang disebut dalam kitab Awadutopanisad dan Jabaldarsanopanisad.

Dattatreya sebagai dewa

Dattatreya termasuk salah satu dewa yang sudah lama dipuja oleh umat Hindu. Sumber-sumber pertama mengenai dewa ini muncul dalam wiracarita Hindu, misalnya Mahabharata dan Ramayana.

Dattatreya biasanya digambarkan berkepala tiga, melambangkan Brahma, Wisnu, dan Siwa; masa lalu, masa sekarang dan masa depan; dan tiga kesadaran: terjaga, bermimpi dan tidur tanpa mimpi. Dia biasanya digambarkan duduk bermeditasi dengan sakti-nya di bawah pohon audumbara. Di depannya ada api pengorbanan, dan di sekelilingnya ada empat anjing. Kadang kala keempat anjing tersebut melambangkan empat Weda.

Dalam kitab Dattatreya Upanisad yang merupakan bagian dari Atharwaweda, ia digambarkan mampu menjelma menjadi anak kecil, orang gila, atau bahkan raksasa, dalam upaya membantu umatnya mencapai moksa, yaitu membebaskan diri dari ikatan duniawi.

Referensi

  1. ↑ "Dattatreya Upnishad". Vedanta Spiritual Library. 29 Juni 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Tulsidas, Goswami (2020). Srimad Bhagavata Mahapurana. Gorakhpur: Gita Press.
  3. ↑ Gorakhpur, Gita Press (2015). Sankshipta Markandeya Puran. Gorakhpur: Gita Press.
  4. ↑ J. L., Shastri; G. P., Bhatt; G. V., Tagare. Brahmanda Purana: Ancient Indian Tradition And Mythology.

Pranala luar

Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Dasawatara
Wisnu
Awatara lainnya
*Urutan awatara Wisnu kedelapan dan kesembilan tergantung tradisi. Beberapa aliran Hindu memasukkan Buddha, sedangkan yang lain memasukkan Baladewa dan menghilangkan Kresna.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan