Kamis, 05 November 2026
18:15 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Prajapati

Prajapati

Bagikan:
250px-Prajapati.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Brahma dan Prajapati, Museum Pemerintah Chennai, India

Prajapati (Dewanagari: प्रजापति; ,IAST: Prajāpati,; arti: 'penguasa sebelum kelahiran/penciptaan') adalah salah satu dewa Weda Kuno dalam agama Hindu,[1][2][3] tetapi dalam sastra Hindu berikutnya, Prajapati kadang dipadankan dengan Brahma dan dewa lainnya seperti Wiswakarma, Agni, Indra, dan Daksa,[1] sesuai kosmologi Hindu pada zaman teks itu ditulis.[2] Dalam sastra zaman klasik dan abad pertengahan, Prajapati disetarakan dengan konsepsi metafisika Brahman sebagai Prajapati-Brahman (Swayambu-Brahman).[4][5]

Etimologi

Prajapati adalah gabungan dari kata pra (sebelum), ja (kelahiran, penciptan) dan pati (senapati, gusti, penguasa, utama), yang dapat diartikan sebagai "penguasa semua makhluk",[1][2] "penguasa segala makhluk yang diciptakan"[6] atau "causa prima paling utama". Dalam teks Candogya-Upanisad dikatakan "Para dewa dan asura saling berperang, padahal keduanya adalah anak-anak (ciptaan) Prajapati" (Sanskerta: देवासुरा ह वै यत्र संयेतिरे उभये प्राजापत्यास्तद्ध, alih aksara: devāsurā ha vai yatra saṃyetire ubhaye prājāpatyāstaddha).[7]

Bahasa Indo-Arya

Istilah Prajapati memiliki padanan kata dalam bahasa proto Indo-Arya, yakni Prōtogonos (Yunani: Πρωτογόνος, harfiah: "anak sulung").[8] Terkait tradisi Yunani Orfisme dikatakan sebagai berikut:

Protogonos dalam tradisi Orfisme memiliki kesetaraan dengan Prajapati dalam tradisi Wedanta dalam beberapa hal: dia adalah dewa pertama yang lahir dari telur kosmik, dia adalah pencipta alam semesta, dan dalam sosok Dionissos—keturunan langsung Protogonos—para pengikut melakukan ritual kematian dan kelahirannya kembali.[9]

Lebih lanjut Robert Graves mengatakan bahwa "pra-ja-pati" (progeny-potentate) secara etimologi setara dengan nama dewa orakel di Colophon (menurut Makrobios),[10] yakni "pro-to-gonos". Namun, menurut David Leeming, konsep telur kosmik umum ditemukan di banyak tradisi dunia lama, bukan hanya dalam tradisi Orfisme maupun Hinduisme.[11]

Gelar "Prajapati"

Prajapati juga merupakan suatu gelar dalam kosmologi Hindu. Menurut kitab Santiparwa―salah satu jilid Mahabharata―pada mulanya Brahma menciptakan dua puluh satu Prajapati untuk memfasilitasi proses pengadaan dunia beserta isinya.[12]

21 Prajapati dalam Mahabharata

16 Prajapati dalam Ramayana

10 Prajapati sastra Hindu

7 Prajapati dalam Purana

  1. Marici
  2. Anggira
  3. Atri
  4. Pulastya
  5. Pulaha
  6. Kratu
  7. Wasista[1]

Masing-masing memiliki peran kreatif yang berbeda-beda. Contohnya Pulaha, putra Brahma dan Saraswati yang merupakan seorang resi agung. Sebagai salah satu Prajapati, ia menciptakan para hewan dan tumbuhan.[13]

Hindu Bali

Beberapa tempat suci umat Hindu di Bali biasa disebut Pura Prajapati, atau Pura Mrajapati. Biasanya Pura Prajapati digunakan untuk ritual pemakaman dan upacara Ngaben (kremasi) untuk orang mati.[14][15]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Dalal, Roshen (2010). Hinduism: An Alphabetical Guide. Penguin. hlm. 311. ISBN 9780143414216.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 4 Williams, George M. (2008). Handbook of Hindu Mythology. Oxford University Press. hlm. 234–235. ISBN 9780195332612.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ James G. Lochtefeld (2002). The Illustrated Encyclopedia of Hinduism: N-Z. The Rosen Publishing Group. hlm. 518–519. ISBN 978-0-8239-3180-4.
  4. ↑ Sukumari Bhattacharji (2007). The Indian Theogony. Cambridge University Press. hlm. 322–323, 337, 338, 341–342.
  5. ↑ "Prajapati, Prajāpati, Prajāpatī, Praja-pati: 30 definitions". 28 September 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Constance Jones; James D. Ryan (2006). Encyclopedia of Hinduism. Infobase Publishing. hlm. 332. ISBN 978-0-8160-7564-5.
  7. ↑ www.wisdomlib.org (2019-01-04). "Chandogya Upanishad, Verse 1.2.1 (English and Sanskrit)". www.wisdomlib.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-01-16.
  8. ↑ Martin West, Early Greek Philosophy and the Orient. Oxford, Clarendon Press, 1971: 28-34
  9. ↑ Kate Alsobrook (2008), "The Beginning of Time: Vedic and Orphic Theogonies and Poetics". M.A. Thesis, Reviewers: James Sickinger, Kathleen Erndl, John Marincola and Svetla Slaveva-Griffin, Florida State University, pages 20, 1-5, 24-25, 40-44
  10. ↑ Robert Graves : The Greek Myths. 1955. vol. 1, p. 31, sec. 2.2
  11. ↑ David Adams Leeming (2010). Creation Myths of the World: An Encyclopedia. ABC-CLIO. hlm. 313–314. ISBN 978-1-59884-174-9.
  12. ↑ Mani, Vettam (1975). Puranic Encyclopaedia: A Comprehensive Dictionary with Special Reference to the Epic and Puranic Literature. Delhi: Motilal Banarsidass. ISBN 0842608222. Retrieved from Internet Archive on [access date].
  13. ↑ Roshen Dalal (2010). Hinduism: An Alphabetical Guide. Penguin. hlm. 316. ISBN 978-0-14-341421-6.
  14. ↑ David J. Stuart-Fox (2002). Pura Besakih: Temple, Religion and Society in Bali. KITLV. hlm. 92–94, 207–209. ISBN 978-90-6718-146-4.
  15. ↑ Between Harmony and Discrimination: Negotiating Religious Identities within Majority-Minority Relationships in Bali and Lombok. BRILL. 2014. hlm. 264–266. ISBN 978-90-04-27149-4.

Pranala luar

Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan