Jumat, 25 September 2026
01:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Praceta

Praceta

Praceta
प्रचेत
Lukisan India menggambarkan pertemuan para Praceta dengan Dewa Siwa. Dibuat pada abad ke-18.
Lukisan India menggambarkan pertemuan para Praceta dengan Dewa Siwa. Dibuat pada abad ke-18.
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaPraceta
Ejaan Dewanagariप्रचेत
Ejaan IASTPraceta
Kitab referensiPurana
AyahPracinawari
IbuSawarna

Dalam mitologi Hindu, Praceta (Dewanagari: प्रचेत; ,IAST: Praceta, प्रचेत) adalah sebutan bagi sepuluh putra Raja Pracinawari dan Putri Sawarna. Para Praceta dicalonkan untuk menjadi para penguasa dunia, tetapi mereka tidak tertarik pada kehidupan duniawi. Akhirnya mereka meninggalkan kehidupan duniawi untuk hidup sebagai pertapa.[1][2]

Riwayat

Dalam mitologi Hindu dikisahkan bahwa Brahma (dewa pencipta) memerintahkan Raja Pracinawari untuk memastikan apakah bumi bisa dipadati oleh berbagai makhluk. Pracinawari menyerahkan tugas tersebut kepada putranya. Ia menyuruh para Praceta untuk bertapa dengan memusatkan pikiran kepada Dewa Wisnu. Sebab Wisnulah yang dapat mengabulkan permintaan mereka. Setelah mendapat petunjuk demikian, maka para Praceta berangkat untuk bertapa. Mereka memutuskan untuk bertapa di bawah samudra.[3]

Dalam perjalanannya ke barat untuk melakukan tapa, para Praceta melewati sebuah danau yang luas. Danau itu dihuni berbagai ikan dan ditumbuhi bunga teratai. Di pinggir danau itu, berbagai alat musik dibunyikan dengan irama yang indah. Para Praceta terkesima saat menyaksikan bahwa Dewa Siwa dan para pelayannya sedang melakukan mandi suci di danau itu. Kemudian Siwa memberikan nasihat dan pedoman kebajikan kepada para Praceta. Setelah itu, para Praceta melanjutkan perjalanannya.

Setelah sampai di dasar samudra, para Praceta melakukan tapa selama sepuluh ribu tahun. Sementara itu, bumi tidak memiliki pemimpin. Banyak orang yang mati dan hutan-hutan menjadi semakin lebat, hingga terlalu lebat. Bahkan tidak ada angin yang bisa bertiup karena terlalu lebat. Setelah sepuluh ribu tahun berlalu, Wisnu menampakkan wujudnya di hadapan para Praceta. Dia menanyakan permohonan para Praceta. Para Praceta menjawab bahwa mereka ingin bumi bisa dihuni berbagai makhluk hidup. Permintaan itu pun dikabulkan oleh Wisnu.

330px-Prachetas_burn_forest.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para Praceta membakar hutan dengan api yang keluar dari mulut mereka. Suatu lukisan yang menggambarkan episode dari Purana, dibuat di India pada abad ke-18.

Setelah tugasnya selesai, para Praceta kembali ke darat dan mendapati bahwa setelah sepuluh ribu tahun berlalu, bumi menjadi sepi. Hanya tampak hutan yang lebat dan semak belukar. Karena kecewa, para Praceta mengeluarkan api dan angin dari mulut mereka.[4] Angin mencabut pepohonan sementara api membakarnya. Soma (dewa tumbuh-tumbuhan) sedih menyaksikan hal tersebut. Kemudian ia turun menemui para Praceta dan meminta mereka untuk berhenti. Sebagai imbalannya, ia memberikan seorang gadis cantik bernama Marisa. Soma juga berkata bahwa kelak Marisa akan melahirkan anak yang keturunannya akan memadati bumi. Akhirnya para Praceta menikahi Marisa. Mereka memiliki putra yang diberi nama Daksa, yang merupakan titisan Daksa putra Brahma.[5]

Silsilah

Silsilah Swayambu Manu dan keturunannya
  1. ↑ menurut versi Bhagawatapurana, putra sulung Pertu adalah Wijitaswa.
  2. ↑ menurut versi Matsyapurana, Pertu berputra Srikandi, ayah Susila.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Helena Petrovna Balavatsky (Januari 1993). The Secret Doctrine Vol.1. Quest Books. hlm. 578. ISBN 9780835602389.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Oriental Translation Fund Vol.52. 1840. hlm. 443.
  3. ↑ John Dowson (1870). A Classical Dictionary of Hindu Mythology and Religion. Trübner & Company. hlm. 237. prachetas.
  4. ↑ B.K.Chaturvedi (2006). Vishnu Purana. Diamond Pocket Books. hlm. 37. ISBN 9788171826735.
  5. ↑ Mahesh Sharma (2005). Tales from the Puranas. Diamond Pocket Bokks. hlm. 162. ISBN 9788128810404.
Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan