Selasa, 22 September 2026
06:07 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Botya Manu

Botya Manu (Sanskerta: भौत्य मनु; Bhautya manu) atau Indrasawarni Manu adalah pemimpin manwantara keempat belas menurut kepercayaan Hindu. Manwantara keempat belas adalah suatu kurun zaman yang akan terjadi pada masa depan. Manwantara ini merupakan manwantara yang terakhir, sebab setelah manwantara ini berakhir, alam semesta akan dihancurkan, dikembalikan pada asalnya. Dalam kitab Matsyapurana disebutkan bahwa Botya adalah Manu (pemimpin manwantara) kesepuluh, tetapi tidak disertai keterangan yang lebih lanjut. Markandeyapurana menyatakan bahwa Botya adalah Manu keempat belas, disertai dengan mitologi yang melatarbelakangi nya, sehingga referensi dari Markandeyapurana lebih meyakinkan. Selain itu, beberapa purana lainnya menyebut nama Botya sebagai Manu ketiga belas, disertai daftar para resi, nama para dewa, dan pergantian gelar Indra pada manwantara tersebut. Namun isi suatu purana berbeda dengan purana lainnya, sehingga sering terjadi perdebatan.

Menurut kitab Markandeyapurana, Botya adalah seorang Manu, putra seorang resi bernama Buti. Buti memiliki watak pemarah, mudah tersinggung dan tidak kuat menghadapi kesulitan. Ia pernah melakukan tapa untuk memperoleh keturunan, tetapi ia membatalkannya karena kesulitan yang dihadapi. Santi, murid Buti, memohon pada dewa Agni agar Buti diberi anak. Santi juga memohon agar setelah Buti memandang anaknya, maka sifat buruknya perlahan-lahan sirna dan rasa cinta kasih tumbuh dalam hatinya. Dewa Agni mengabulkan permohonan tersebut. Ia memberi anak pada Buti sehingga sifat sang resi mengalami banyak perubahan. Putra sang resi disebut Botya. Ia ditakdirkan menjadi Manu pada manwantara keempat belas atau manwantara terakhir pada masa yang akan datang. Botya memiliki putra bernama Uru and Gambira.

Pada manwantara terakhir, yang menjadi para dewa adalah para Caksusa dan Pawitra, dan yang menyandang gelar Indra adalah Suci. Tujuh resi agung (saptaresi) pada manwantara tersebut yaitu: Agnidara, Agnibahu, Suci, Mukta, Madawa, Sakru, dan Ajita. Setelah manwantara tersebut berakhir, maka berakhirlah periode satu kalpa. Pada saat itu, alam semesta akan dihancurkan.

Lihat pula

Didahului oleh:
Rocya (Dewasawarni) Manu
Manu ke-14
Manwantara XIV
Diteruskan oleh:
Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan