Senin, 19 Oktober 2026
14:15 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis
Sambarana

Sambarana

Raja dalam mitologi Hindu

Bagikan:
Sambarana
संवरण
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaSambarana
Ejaan Dewanagariसंवरण
Ejaan IASTSaṃvaraṇa
Nama lainReksaputra; Bhārata
Kitab referensiMahabharata; Purana
AsalKerajaan Kuru
GolonganCandrawangsa
Kastakesatria
Profesiraja
DinastiBharata
AyahReksa
IstriTapati (putri Surya)
AnakKuru
Para Raja
Hastinapura
250px-A_king_with_nobles.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh wiracarita Mahabharata

Sambarana (Dewanagari: संवरण; ,IAST: Saṃvaraṇa, संवरण), dalam mitologi Hindu, adalah nama seorang raja India dari kalangan Wangsa Candra (para raja keturunan Candra). Ia merupakan putra Reksa. Sambarana dikenal pula sebagai Bhārata, secara harfiah berarti keturunan Barata. Ia menikah dengan Tapati, dan berputra Kuru, yang keturunannya kemudian dikenal sebagai para Korawa.[1] Menurut kitab Wamanapurana, Sambarana diangkat menjadi raja pada usia muda. Ia berguru pada Resi Wasista, dan menjadi pemuja Wisnu yang taat.[2]

Pemerintahan

Dikisahkan bahwa ketika Sambarana berkuasa, banyak penduduk yang meninggal karena kelaparan, penyakit pes, kekeringan, dan wabah. Kemudian kerajaannya mendapat serbuan dari Panchala. Dalam keadaan tersebut, para kesatria Wangsa Candra terpukul mundur oleh tentara musuh. Kerajaan Panchala dengan sepuluh aksohini (divisi) mengalahkan Wangsa Candra. Kemudian Sambarana melarikan diri bersama istri, menteri, dan kerabatnya ke sebuah hutan di tepi sungai Sindhu, yang termasuk wilayah dari kaki pegunungan di sebelah barat. Setelah mereka tinggal di sana dalam jangka waktu yang cukup lama, suatu hari Resi Wasista datang mengunjungi tempat pengasingan tersebut, dan membantu Sambarana merebut kembali kerajaannya.[2]

Pernikahan

Pada suatu hari, Sambarana berburu ke hutan Waibhraja setelah menyerahkan tanggung jawab atas kerajaannya kepada Resi Wasista. Di dalam hutan, Sambarana bertemu dengan sekelompok bidadari. Salah satu bidadari tersebut bernama Tapati, putri Dewa Surya yang menghuni sungai Tapti. Terpesona akan kecantikan Tapati, Sambarana terjatuh dari kudanya hingga tak sadar diri. Beberapa gandarwa menolongnya lalu mengantarnya pulang. Semenjak kejadian tersebut, Sambarana selalu memikirkan Tapati. Resi Wasista mengetahui hal tersebut dan ia heran karena Sambarana tak kunjung menikahi Tapati. Akhirnya sang resi menghadap Dewa Surya dan memintanya agar menerima Sambarana sebagai menantunya. Dewa Surya merestui hubungan mereka. Resi Wasista bertindak selaku pemimpin upacara pada pernikahan Sambarana dengan Tapati.

Keturunan

Dari pernikahannya dengan Tapati, Sambarana memiliki putra yang diberi nama Kuru. Setelah Sambarana mangkat, Kuru diangkat menjadi raja dan membebaskan kerajaannya dari jajahan musuhnya. Namanya membuat dataran Kurujanggala (sebelah timur Haryana) menjadi masyur di seluruh dunia. Ia melakukan tapa di sebuah tempat bernama Kurukshetra dan semenjak itu tempat tersebut suci dan keramat. Dari Sang Kuru, diturunkanlah para raja Dinasti Kuru, meliputi para Pandawa dan Korawa yang diceritakan dalam wiracarita Mahabharata.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Monier Williams Sanskrit-English Dictionary (1899), S. 1116,1
  2. 1 2 Mbhr. 1.89.27–43 (Pune Critical Edition)
Didahului oleh:
Reksa
Raja Dinasti Candra
Leluhur Dinasti Kuru
Diteruskan oleh:
Kuru
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan