Minggu, 27 September 2026
12:45 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Citrasena

Citrasena
Tokoh Mahabharata
NamaCitrasena
Kitab referensiMahabharata
Kediamankahyangan
Golongangandarwa
Profesiraja gandarwa

Citrasena (Dewanagari: चित्रसेन; ,IAST: Citrasena, चित्रसेन) adalah raja gandarwa dalam wiracarita Mahabharata, yang mengajarkan cara menari dan menyanyi kepada Arjuna. Ia tinggal di kahyangan Indra bersama para bidadara dan bidadari. Ia bertempur dengan laskar Duryodana saat para Pandawa menjalani hukuman pengasingan.

Guru tari Arjuna

Citrasena disebutkan dalam Wanaparwa, kitab ketiga Mahabharata, sebagai guru musik di kahyangan Indra. Indra meramalkan bahwa Arjuna akan hidup dalam penyamaran selama setahun di keputren Raja Wirata, sebagai orang kasim, sehingga ia perlu pengetahuan tentang musik dan tari untuk mendidik putri dan para dayang di keputren tersebut. Indra ingin agar Arjuna dilatih langsung oleh raja gandarwa, Citrasena. Citrasena segera memulai pengajarannya, dan sejak saat itu mereka menjadi sahabat.[1]

Setelah Urwasi mengutuk Arjuna agar menjadi orang kasim seumur hidup, Citrasena dan Indra membujuk Urwasi agar meringankan kutukan tersebut menjadi hanya satu tahun saja. Citrasena berhasil membujuknya setelah menceritakan kisah para Pandawa dan keberanian Arjuna.[2]

Pertempuran dengan Korawa

Pada kisah lain dalam kitab Wanaparwa, suatu laskar yang dipimpin oleh Duryodana dan seratus saudaranya (para Korawa), beserta Sangkuni, berkemah di Dwetawana dengan maksud memata-matai sekaligus mengolok-olok kehidupan para Pandawa yang sedang dalam masa pengasingan. Mereka tiba di suatu hutan dan terpikat dengan pesonanya. Duryodana bermaksud untuk berenang di suatu telaga di hutan tersebut. Tanpa ia ketahui, Citrasena sudah lebih dahulu berkemah di dekat sana, beserta laskar gandarwanya yang berjumlah lebih besar daripada yang dibawa Duryodana. Citrasena melakukannya berdasarkan petunjuk Indra, sebab Indra tahu akan maksud buruk Duryodana, sehingga ia memerintahkan Citrasena untuk menggagalkan rencana tersebut.

Duryodana marah setelah prajurit Citrasena melarangnya memasuki kawasan telaga. Ia pun mengerahkan pasukan Korawa dan melancarkan serangan kepada laskar gandarwa yang dipimpin Citrasena. Pada akhirnya, Citrasena berhasil mengalahkan Duryodana dan menawannya sebagai tahanan perang.

Beberapa prajurit Korawa berhasil kabur dan menuju ke tempat pengasingan para Pandawa untuk mencari cara membebaskan Duryodana. Yudistira, Pandawa yang sulung, menyuruh adik-adiknya untuk menyelamatkan Duryodana yang ditawan laskar gandarwa. Dengan berat hati, adik-adiknya menurut dan bersedia melawan laskar gandarwa. Setelah pertempuran singkat berlangsung, atas permohonan Arjuna, Citrasena bersedia membebaskan Duryodana.

Referensi

  1. ↑ Chandra Roy, Pratap. The Mahābhārata of Krishna-Dwaipayana Vyasa. Forgotten Books. hlm. 98–99. ISBN 9781451018240.
  2. ↑ Chandra Roy, Pratap. The Mahābhārata of Krishna-Dwaipayana Vyasa. Forgotten Books. hlm. 100–102. ISBN 9781451018240.
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Ikon rintisan

Artikel bertopik Mahabharata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan