Senin, 21 September 2026
02:31 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Hutan Dwaita

Hutan dalam Mahabharata

Hutan Dwaita atau Dwaitawana (Dewanagari: द्वैतवन; ,IAST: Dvaitavana, द्वैतवन) adalah suatu hutan yang termaktub dalam wiracarita Hindu Mahabharata. Wilayah hutan tersebut juga mencakup suatu danau yang bernama Dwaita. Sastra Hindu menyebutkan bahwa hutan tersebut terbentang di sebelah selatan hutan Kamyaka, di pinggiran sungai Saraswati, menjadikannya sebagai tempat paling barat daya di kerajaan Kuru.

Etimologi

Menurut pustaka Shatapatha Brahmana, nama Dwaitawana berasal dari seorang penguasa kerajaan Matsya yang bernama Dwasana Dwaitawana. Raja tersebut tercatat telah mempersembahkan empat belas kuda kepada Dewa Indra sebagai tanda keberhasilannya dalam melangsungkan upacara aswamedha di pinggir danau di wilayah hutan tersebut. Maka tempat itu dinamai Dwaitawana untuk mengenang sang raja.[1]

Dalam Mahabharata

Wiracarita Mahabharata bagian Wanaparwa menceritakan kisah pengasingan lima Pandawa (Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa) beserta istri mereka (Dropadi) di suatu hutan selama dua belas tahun karena kalah bertaruh dengan sepupu mereka, para Korawa. Sebelumnya, Yudistira meminta saran dari adik-adiknya tentang hutan yang akan dipilih sebagai tempat pengasingan. Arjuna menyarankan agar mereka berdiam di hutan Dwaita, karena memiliki suatu danau, serta banyaknya petapa dan orang suci yang tinggal di sana. Para Pandawa lainnya setuju, dan saat tiba di sana, mereka mendapati bahwa jumlah satwa yang menghuni tempat itu sangat melimpah. Mereka pun menemukan kawasan permukiman para petapa dan hidup berdampingan. Resi Markandeya dan Baka mengunjungi kawasan pertapaan sekaligus menjenguk para Pandawa. Resi Byasa juga mengunjungi kelima bersaudara tersebut dan menyarankan Arjuna untuk memperoleh banyak senjata pusaka untuk memperkuat Pandawa. Sang resi juga menyarankan agar para Pandawa pindah dari hutan tersebut, sementara Arjuna bertualang, dengan menimbang berkurangnya jumlah flora dan fauna di sana. Para Pandwa pun menuruti saran sang resi lalu pindah ke hutan Kamyaka.[2]

Referensi

  1. Drury, Naama (1981). The Sacrificial Ritual in the Śatapatha Brāhmaṇa (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass Publishers. hlm. 54. ISBN 978-81-208-2665-6.
  2. Vyasa's Mahabharatam (dalam bahasa Inggris). Academic Publishers. 2008. hlm. 197–205. ISBN 978-81-89781-68-2.
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Ikon rintisan

Artikel bertopik Mahabharata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan