Sabtu, 07 November 2026
05:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Hutan Dwaita

Hutan dalam Mahabharata

Bagikan:

Hutan Dwaita atau Dwaitawana (Dewanagari: द्वैतवन; ,IAST: Dvaitavana, द्वैतवन) adalah suatu hutan yang termaktub dalam wiracarita Hindu Mahabharata. Wilayah hutan tersebut juga mencakup suatu danau yang bernama Dwaita. Sastra Hindu menyebutkan bahwa hutan tersebut terbentang di sebelah selatan hutan Kamyaka, di pinggiran sungai Saraswati, menjadikannya sebagai tempat paling barat daya di kerajaan Kuru.

Etimologi

Menurut pustaka Shatapatha Brahmana, nama Dwaitawana berasal dari seorang penguasa kerajaan Matsya yang bernama Dwasana Dwaitawana. Raja tersebut tercatat telah mempersembahkan empat belas kuda kepada Dewa Indra sebagai tanda keberhasilannya dalam melangsungkan upacara aswamedha di pinggir danau di wilayah hutan tersebut. Maka tempat itu dinamai Dwaitawana untuk mengenang sang raja.[1]

Dalam Mahabharata

Wiracarita Mahabharata bagian Wanaparwa menceritakan kisah pengasingan lima Pandawa (Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa) beserta istri mereka (Dropadi) di suatu hutan selama dua belas tahun karena kalah bertaruh dengan sepupu mereka, para Korawa. Sebelumnya, Yudistira meminta saran dari adik-adiknya tentang hutan yang akan dipilih sebagai tempat pengasingan. Arjuna menyarankan agar mereka berdiam di hutan Dwaita, karena memiliki suatu danau, serta banyaknya petapa dan orang suci yang tinggal di sana. Para Pandawa lainnya setuju, dan saat tiba di sana, mereka mendapati bahwa jumlah satwa yang menghuni tempat itu sangat melimpah. Mereka pun menemukan kawasan permukiman para petapa dan hidup berdampingan. Resi Markandeya dan Baka mengunjungi kawasan pertapaan sekaligus menjenguk para Pandawa. Resi Byasa juga mengunjungi kelima bersaudara tersebut dan menyarankan Arjuna untuk memperoleh banyak senjata pusaka untuk memperkuat Pandawa. Sang resi juga menyarankan agar para Pandawa pindah dari hutan tersebut, sementara Arjuna bertualang, dengan menimbang berkurangnya jumlah flora dan fauna di sana. Para Pandwa pun menuruti saran sang resi lalu pindah ke hutan Kamyaka.[2]

Referensi

  1. ↑ Drury, Naama (1981). The Sacrificial Ritual in the Śatapatha Brāhmaṇa (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass Publishers. hlm. 54. ISBN 978-81-208-2665-6.
  2. ↑ Vyasa's Mahabharatam (dalam bahasa Inggris). Academic Publishers. 2008. hlm. 197–205. ISBN 978-81-89781-68-2.
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Ikon rintisan

Artikel bertopik Mahabharata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan