Jumat, 25 September 2026
03:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Hidimba

Hidimba
हिडिंब
Tokoh Mahabharata
NamaHidimba
Ejaan Dewanagariहिडिंब
Ejaan IASTHidiṁba
Nama lainArimba (pewayangan)
Kitab referensiAdiparwa
Kediamanhutan Kamyaka
Rasraksasa
SaudaraHidimbi

Dalam wiracarita Mahabharata, Hidimba (Dewanagari: हिडिंब; ,IAST: Hidiṁba,; dalam pewayangan Jawa disebut Arimba) adalah seorang raksasa pemakan daging manusia dan merupakan makhluk penghuni hutan. Dikisahkan bahwa ia tergoda dengan bau tubuh para Pandawa dan hendak memakan mereka. Kemudian adiknya yang bernama Hidimbi berubah menjadi wanita cantik dan memperingatkan para Pandawa akan ancaman dari Hidimba. Akhirnya, Hidimba bertarung dengan Bima ( Pandawa yang terkuat ) lalu tewas dalam perkelahian tersebut.

Kisah

Cerita Hidimba tercatat dalam kitab pertama Mahabharata, yaitu Adiparwa, bagian Hidimbawadhaparwa. Kisah ini berlatar belakang kejadian pasca kebakaran Laksagreha. Dikisahkan bahwa para Pandawa dan ibu mereka berhasil menyelamatkan diri dari musibah kebakaran. Akhirnya mereka berjalan sampai ke tengah hutan yang bernama Kamyaka. Di sana ada Hidimba, raksasa yang dideskripsikan sebagai makhluk dengan tenaga besar, seorang kanibal berwajah suram, bergigi panjang dan tajam.[1] Tanpa mengetahui keberadaan Hidimba, para Pandawa dan ibu mereka terlelap di hutan tersebut, sementara Bima, Pandawa yang bertenaga paling kuat tidak ikut beristirahat demi melindungi dan mengamankan mereka.

Bau kehadiran manusia di hutan Kamyaka akhirnya terendus oleh Hidimba. Maka ia mengutus adiknya yang bernama Hidimbi (kadangkala disebut Hidimbā) untuk mencari sumber bau tersebut, agar dijagal dan dibawa ke hadapannya. Hidimbi pun mencari sumber bau, lalu menemukan para Pandawa dan ibu mereka sedang terlelap, dan perhatiannya tertuju kepada sosok Bima yang berbadan tegap, sedang menjaga mereka. Hidimbi justru jatuh cinta saat melihat Bima. Dia pun mengubah wujudnya menjadi wanita cantik, dan mengabaikan perintah kakaknya untuk menjagal para Pandawa. Hidimbi memperingatkan Bima akan ancaman dari Hidimba, dan menyarankan agar mereka menyelamatkan diri. Namun Bima bersikeras untuk tetap tinggal di sana karena tidak mau membangunkan saudara-saudara dan ibunya yang sedang beristirahat. Bima pun tidak gentar setelah mendengar peringatan dari Hidimbi.[1]

Hidimba pergi mencari sumber bau manusia yang diendusnya karena Hidimbi tak kunjung datang. Akhirnya ia sampai di tempat para Pandawa beristirahat. Di sana Hidimba merasa berang setelah mengetahui bahwa adiknya lebih memilih untuk memperingatkan para Pandawa daripada menjalankan perintahnya untuk menjagal mereka. Hidimba juga mencela dan menghina adiknya, karena dianggap tidak bersifat sebagaimana kaum raksasa pada umumnya. Ia pun memutuskan untuk membunuh Hidimbi, tetapi Bima turut campur karena merasa bahwa tidak sepantasnya seorang wanita mendapatkan kekerasan. Ia pun menantang Hidimba untuk duel, dan Hidimba menyanggupinya. Duel tersebut menimbulkan suara dan guncangan yang keras, sehingga membangunkan para Pandawa dan ibu mereka. Hidimbi menjelaskan situasi yang sedang terjadi kepada mereka yang kebingungan. Akhirnya setelah pertarungan sengit, Hidimba berhasil dibunuh oleh Bima.

Referensi

  1. 1 2 Kisari Mohan Ganguli, "Hidimva-vadha Parva. Section CLIV", The Mahabharata, Book 1: Adi Parva, Sacred-Text.com

Pranala luar

250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa


Ikon rintisan

Artikel bertopik Mahabharata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan