Senin, 19 Oktober 2026
16:09 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Wesampayana

Wesampayana

Bagikan:
330px-Sauti_recites_the_slokas_of_the_Mahabharata.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi dari Razmnama (1605), menggambarkan penuturan Mahabharata oleh Resi Wesampayana dan Maharesi Sonaka saat upacara sarpa-yadnya yang diselenggarakan oleh Raja Janamejaya di hutan Nemisa. Razmnama merupakan terjemahan Mahabharata ke bahasa Persia yang dipersembahkan untuk para Kaisar Mughal.

Wesampayana (Dewanagari: वैशंपायन; ,IAST: Vaiśampāyana, वैशंपायन) adalah narator dalam wiracarita Mahabharata, salah satu wiracarita Hindu yang termasyhur. Ia berasal dari Takshashila (kini disebut Taxila, di negara Pakistan), dan disanalah wiracarita tersebut dituturkan untuk yang pertama kali.[1][2][3]

Menurut legenda Hindu, ia merupakan murid Resi Byasa, yang mengajarinya Jaya, yaitu 8.800 sloka asli dari kitab Mahabharata. Kemudian ia mengembangkan Jaya menjadi 24.000 sloka dengan nama Bharata, yang kemudian ia tuturkan kepada Raja Janamejaya sehabis pelaksanaan sarpa-yadnya atau sarpa-satra (pengorbanan ular). Kitab Hariwangsa juga disampaikan olehnya.

Ia juga merupakan seorang resi yang pertama kali mengajarkan Krishna Yajur-weda. Dalam kitab Ashvalayana Grihya Sutra, ia disebut sebagai Mahabharatacharya. Namanya juga disebut dalam Taittiriya Aranayaka dan Ashtadhyayi karya Pāṇini.[4]

Referensi

  1. ↑ Krishnan, Bal (1978). Kurukshetra: Political and Cultural History. B.R. Publishing Corporation. hlm. 50. Diakses tanggal 31 Mei 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Davis, Richard H. (2014). The "Bhagavad Gita": A Biography. Princeton University Press. hlm. 38. ISBN 9781400851973. Diakses tanggal 31 Mei 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Britannica Online Encyclopedia, article:Taxila. "The great Indian epic Mahabharata was, according to tradition, first recited at Taxila at the great snake sacrifice of King Janamejaya, one of the heroes of the story."
  4. ↑ Raychaudhuri, H.C. (1972). Political History of Ancient India: From the Accession of Parikshit to the Extinction of the Gupta Dynasty, Calcutta: University of Calcutta, p.38
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan