Minggu, 27 September 2026
21:48 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Kakudmi

Kakudmi
ककुद्मि
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaKakudmi
Ejaan Dewanagariककुद्मि
Ejaan IASTKakudmi
Nama lainRewata
Kitab referensiMahabharata, Devi Bhagavatam, Bhagawatapurana
KediamanKusasthali
Kastakesatria
DinastiSurya
AnakRewati

Dalam mitologi Hindu, Kakudmi, alias Raiwata (putra Rewata) adalah Raja Kusasthali, keturunan Suryawangsa. Ia merupakan ayah Rewati, suami Baladewa. Kisahnya terdapat dalam sejumlah susastra Hindu, seperti Mahabharata, Devi Bhagavatam, dan Bhagawatapurana.

Kisah

Menurut Mahabharata, Rewati putri Kakudmi sangatlah cantik dan saat menginjak usia dewasa, ia menjadi sosok gadis yang ideal dengan kepribadian tak tercela, sampai-sampai Kakudmi berpikir bahwa tiada seorang pun di Bumi yang layak untuk menjadi suaminya. Maka dari itu, ia dan putrinya pergi menghadap dewa pencipta, Brahma, di Brahmaloka untuk mendapatkan saran tentang jodoh yang tepat bagi Rewati.

Saat mereka tiba di Brahmaloka, Brahma sedang menikmati pertunjukan musik yang dimainkan para gandarwa. Maka dari itu, mereka menghadap ketika pertunjukan selesai. Kakudmi menjelaskan kepada Brahma tentang daftar calon menantu yang dipilihnya dan meminta saran sang dewa untuk memilih yang terbaik di antara mereka. Brahma tertawa, lalu menjelaskan kepada Kakudmi bahwa terdapat perbedaan waktu yang sangat jauh berbeda antara dunia manusia dengan Brahmaloka. Waktu yang berjalan di Brahmaloka, mulai dari saat Kakudmi tiba hingga menghadap Brahma, setara dengan 27 mahayuga di dunia manusia. Maka dari itu, orang-orang yang dijadikan calon menantu oleh Kakudmi, termasuk anak, cucu, cicit, hingga keluarga mereka sebanyak tujuh turunan sudah tiada.[1][2]

Kakudmi tercengang setelah mengetahui kenyataan tersebut.[2] Akan tetapi, Brahma menenangkan perasaan sang raja. Brahma menyatakan bahwa saat itu Dewa Wisnu sedang turun ke dunia dalam wujud Kresna dan Baladewa. Ia menyarankan Baladewa sebagai suami yang tepat bagi Rewati.

Kakudmi dan Rewati kembali ke dunia seakan-akan mereka pergi hanya beberapa jam saja. Namun, mereka terkejut saat menyaksikan bahwa keadaan dunia saat mereka pergi sudah jauh berbeda dengan keadaan saat mereka kembali. Tidak hanya kondisi alam yang berubah, tetapi moral manusia juga mengalami degradasi. Bagaimanapun, Kakudmi dan Rewati segera mencari Baladewa. Lamarannya disetujui dan pernikahan pun segera dilaksanakan.

Setelah pernikahan putrinya berlangsung, Kakudmi merasa bahwa tugasnya sebagai ayah sudah terlaksana. Dengan mengikuti saran Brahma, ia pergi menuju Badrinath, kota di wilayah pegunungan Himalaya (tempat Dewa Nara-Narayana dipuja saat ini) untuk melaksanakan tapa brata, yoga, dan semadi. Ia berada di tepi sungai saat ajalnya tiba, lalu jiwanya menuju tempat para dewa.[3]

Referensi

  1. ↑ Bhag-P, 9.3.32 (see texts 29-32)
  2. 1 2 Vishnu-Purana (see Book IV, chap I)
  3. ↑ Devi Bhagavatam, 7.8 (see texts 44-46)

Pranala luar


Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan