Kamis, 05 November 2026
06:55 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Kubalayaswa

Kubalayaswa

Raja dalam mitologi Hindu

Bagikan:
Kubalayaswa
कुवलयाश्व
Kubalayaswa membunuh para danawa. Lukisan karya Evelyn Paul.
Kubalayaswa membunuh para danawa. Lukisan karya Evelyn Paul.
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaKubalayaswa
Ejaan Dewanagariकुवलयाश्व
Ejaan IASTKuvalayāśwa
Nama lainDundumara
GelarRaja Kosala; Pembunuh Raksasa Dundu
Kitab referensiPurana
AsalAyodhya, Kerajaan Kosala
KediamanAyodhya
KastaKesatria
ProfesiRaja
DinastiSurya
AyahWrehadaswa
AnakDredaswa, Candraswa, Kapilaswa, dan puluhan putra lainnya.

Dalam mitologi Hindu, Kubalayaswa (Dewanagari: कुवलयाश्व; ,IAST: Kuvalayāśwa, कुवलयाश्व) alias Dundumara adalah nama seorang raja, keturunan Ikswaku dari Dinasti Surya. Ia merupakan putra Wrehadaswa.[1] Ia memerintah di Kerajaan Kosala dengan pusat pemerintahan (ibu kota) Ayodhya. Ia memperoleh julukan Dundumara karena ia berhasil mengalahkan raksasa Dundu. Hanya sedikit kitab yang mencatat kisah hidupnya, dan biasanya ditemukan dalam Purana.

Riwayat

Dalam kitab Brahmapurana diceritakan bahwa setelah Wrehadaswa memutuskan untuk pensiun dan menyerahkan tahtanya pada Kubalayaswa, Resi Utangka muncul ke hadapan Wrehadaswa untuk meminta bantuan. Sang resi terusik dengan keberadaan seorang raksasa bernama Dundu. Raksasa tersebut tinggal di bawah pasir di pesisir pantai, tempat sang resi biasa bertapa. Hembusan napas yang ditimbulkan oleh raksasa tersebut sangat hebat sehingga mampu menimbulkan gempa dan menerbangkan debu pasir yang kemudian menghalangi cahaya matahari. Wrehadaswa menolak untuk membantu Resi Utangka karena ia merasa sudah tua dan layak untuk hidup di hutan. Sebagai gantinya, ia memerintahkan putranya yang baru saja naik tahta, yaitu Kubalayaswa untuk membantu sang resi.

Bersama dengan seratus putranya, Kubalayaswa datang ke pantai kediaman raksasa Dundu. Setibanya di pantai, Kubalayaswa memerintahkan para putranya untuk menggali pasir sedalam-dalamnya demi menemukan sang raksasa. Karena merasa terusik dengan para putra Kubalayaswa, sang raksasa menjadi marah lalu membunuh mereka. Hanya tiga putra Kubalayaswa yang selamat, yaitu Dredaswa, Candraswa, dan Kapilaswa.[1] Setelah terjadi pertarungan yang sengit, Kubalayaswa berhasil membunuh Dundu, sehingga ia mendapat julukan Dundumara. Sebagai ucapan terima kasih, Resi Utangka memberkati para putra Kubalayaswa yang gugur agar mereka bisa mencapai surga.

Kubalayaswa memerintah Kerajaan Kosala hingga akhirnya ia digantikan oleh putranya, Dredaswa. Dari Dredaswa, diturunkanlah para raja Dinasti Surya yang mahsyur dalam mitologi Hindu, di antaranya: Trisangku (Satyabrata), Hariscandra, Sagara, Bhagiratha, Raghu, Dasarata, dan Rama.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "The Downfall of Saubari Muni", Shrimad-bhagavatam: Canto 9 - Chapter 6, Srimad-Bhagavatam.com
Didahului oleh:
Wrehadaswa
Raja Ayodhya Diteruskan oleh:
Dredaswa


Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan