Minggu, 20 September 2026
23:54 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Gempa

Goncangan di permukaan benda langit

Gempa adalah fenomena yang terjadi ketika gelombang seismik merambat ke seluruh bagian suatu satelit, planet, atau bintang yang pada akhirnya menyebabkan guncangan hebat di permukaannya.[1][2][3] Gempa seperti ini umumnya disebabkan oleh faktor geologi dalam atau peristiwa luar.

Klasifikasi gempa termasuk:

Gempa bumi

Artikel utama: Gempa bumi

Gempa bumi adalah guncangan pada Bumi yang disebabkan oleh gelombang seismik yang bergerak di atas atau di bawah di permukaan Bumi dan menyebabkan: patahan permukaan, getaran, likuifaksi, tanah longsor, gempa susulan dan/atau tsunami.[4] Gempa bumi timbul dari pelepasan energi regangan elastis tektonik yang disimpan dalam volume batuan - dengan lempeng cepat pada sesar yang sudah ada atau baru.[5] Gempa bumi menimbulkan tiga efek utama - pecahan patahan (dengan rekahan tambahan), guncangan tanah akibat perambatan gelombang, dan perubahan tegangan (± tekanan fluida) - yang memengaruhi berbagai proses geologi pada jarak yang berbeda-beda.[6] Gempa bumi yang terjadi di bawah laut berpotensi menghasilkan tsunami seperti gempa Aceh-Andaman dan tsunami Samudra Hindia tahun 2004 berkekuatan 9,1 Mw.[7][8][9]

Gempa bulan

Gempa bulan adalah aktivitas seismik yang terjadi di Bulan. Gempa bulan yang direkam oleh jaringan seismik Apollo menunjukkan karakteristik sinyal yang berbeda, dan berasal dari lima jenis sumber yang awalnya diklasifikasikan sebagai dampak buatan, tabrakan meteoroid, gempa bulan dangkal, gempa bulan dalam, dan peristiwa tak terklasifikasi.[10] Dibandingkan dengan gempa bumi, Fenomena tersebut adalah peristiwa momen seismik yang kecil, dan akibatnya, Fenomena tersebut yang direkam oleh misi Apollo menghasilkan sinyal kecil, sering kali dengan amplitudo lebih kecil dari suara mikroseismik di Bumi, bahkan di kubah seismik terbaik di Bumi.[11] Fenomena tersebut yang teramati sebagian besar berukuran kurang dari 3 skala Richter dan yang terbesar tercatat memiliki magnitudo antara 5 dan 5,7.[12] Fenomena tersebut terkonsentrasi pada kedalaman yang sangat dalam - antara 600 km dan 1000 km - yang lebih dalam dari gempa bumi.[13]

Gempa Mars

Artikel utama: Gempa Mars

Gempa Mars adalah gempa yang terjadi di planet Mars. Seperti gempa bumi, gempa di planet Mars berupa guncangan pada permukaan atau kerak Mars yang diakibatkan oleh pelepasan energi secara tiba-tiba di bagian dalam planet. Sebagaimana gempa di Bumi, gempa di Planet Mars juga disebabkan aktivitas lempeng tektonik. Gempa ini mungkin juga berasal dari titik panas vulkanik seperti Olympus Mons atau Tharsis Montes. Deteksi dan analisis gempa Mars bisa menjadi informasi penting untuk menyelidiki struktur bagian dalam Mars, serta mengidentifikasi keaktifan gunung berapi atau aktivitas vulkanik di planet Mars.

Gempa matahari

Artikel utama: Helioseismologi

Gempa matahari adalah getaran seismik yang terjadi di Matahari. Helioseismologi lokal telah mengungkapkan suar yang disertai dengan getaran akustik (gempa matahari) yang menyebar di bawah permukaan yang terlihat. Mekanisme gangguan suar, yang berasal dari atmosfer Matahari tinggi, tidak diketahui pasti.[14] Kemajuan terkait gempa matahari sangat signifikan. Sebuah penelitian telah mendemonstrasikan bahwa hanya sebagian kecil, kurang dari 10−3 dari energi suar yang diperlukan untuk memicu transien seismik di fotosfer.[15] Meski begitu, hanya sebagian kecil suar yang dijaitkan dengan gempa matahari.[16]

Referensi

  1. "Faults and Earthquake Geology". www.usgs.gov. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-12-13. Diakses tanggal 2020-12-14.
  2. Greicius, Tony (2018-03-28). "'Marsquakes' Could Shake Up Planetary Science". NASA. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-12-11. Diakses tanggal 2020-12-14.
  3. "What Is an Earthquake? | NASA Space Place – NASA Science for Kids". spaceplace.nasa.gov. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-05. Diakses tanggal 2020-12-14.
  4. "WHO | EARTHQUAKES - Technical Hazard Sheet - Natural Disaster Profile". WHO. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-01-25. Diakses tanggal 2020-12-14.
  5. Brace, W. F.; Byerlee, J. D. (1966-08-26). "Stick-Slip as a Mechanism for Earthquakes". Science. 153 (3739): 990–992. doi:10.1126/science.153.3739.990. ISSN 0036-8075. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-30. Diakses tanggal 2020-12-14.
  6. Sibson, Richard H. (Desember 2011). "The scope of earthquake geology". ResearchGate (dalam bahasa Inggris). doi:10.1144/sp359.18. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-01-13. Diakses tanggal 2020-12-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "Earthquake Geology". Earth Observatory of Singapore (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-12-02. Diakses tanggal 2020-12-14.
  8. "What is it about an earthquake that causes a tsunami?". www.usgs.gov (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-07. Diakses tanggal 2020-12-14.
  9. Špičák, Aleš; Vaněk, Jiří (2016-02-01). "Earthquake swarms reveal submarine magma unrest induced by distant mega-earthquakes: Andaman Sea region". Journal of Asian Earth Sciences (dalam bahasa Inggris). 116: 155–163. doi:10.1016/j.jseaes.2015.11.017. ISSN 1367-9120.
  10. Parker, Charles Thomas; Taylor, Dorothea; Garrity, George M (2003-01-01). "Exemplar Abstract for Rummeliibacillus pycnus (Nakamura et al. 2002) Vaishampayan et al. 2009 and Bacillus pycnus Nakamura et al. 2002". The NamesforLife Abstracts. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-30. Diakses tanggal 2020-12-14.
  11. Lammlein, David R.; Latham, Gary V.; Dorman, James; Nakamura, Yosio; Ewing, Maurice (2014-03-03). 1977, Reviews of Lunar Sciences. Washington, DC: American Geophysical Union. hlm. 1–21. ISBN 978-1-118-78211-8. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-30. Diakses tanggal 2020-12-14.
  12. Taylor, Stuart Ross (2007). Encyclopedia of the Solar System. Elsevier. hlm. 227–250. ISBN 978-0-12-088589-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-30. Diakses tanggal 2020-12-14.
  13. Albee, Arden L. (2003). Encyclopedia of Physical Science and Technology. Elsevier. hlm. 825–837. ISBN 978-0-12-227410-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-30. Diakses tanggal 2020-12-14.
  14. "ON THE ORIGIN OF A SUNQUAKE DURING THE 2014 MARCH 29 X1 FLARE". THE ASTROPHYSICAL JOURNAL (dalam bahasa Inggris). 2014. doi:10.1088/0004-637x/796/2/85#.
  15. Donea, A.-C.; Lindsey, C.; Braun, D.C. (2000). "Salinan arsip". Solar Physics. 192 (1/2): 321–333. doi:10.1023/a:1005280327665. ISSN 0038-0938. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-30. Diakses tanggal 2020-12-14.
  16. Chen, Ruizhu; Zhao, Junwei (2016-10-01). "A Survey of Sunquake Events in Solar Cycle 24": 115. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-30. Diakses tanggal 2020-12-14.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan