Senin, 21 September 2026
06:53 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Dewapi

Dewapi
देवपि
Tokoh Mahabharata dan Purana
NamaDewapi
Ejaan Dewanagariदेवपि
Ejaan IASTDevāpi
Kitab referensiMahabharata, Wisnupurana, Bhagawatapurana, Matsyapurana, Nirukta
AsalHastinapura, Kerajaan Kuru
Kastakesatria
DinastiKuru
AyahPratipa
IbuSunanda

Dewapi (Dewanagari: देवपि; ,IAST: Devāpi, देवपि) atau Dewapi Arstisena (Dewanagari: देवप अर्षटिषेण; ,IAST: Devāpi Arṣṭiṣeṇa, देवप अर्षटिषेण) adalah nama seorang resi, putra sulung Pratipa dari Dinasti Kuru, menurut cerita Hindu dalam Mahabharata, Purana, dan Nirukta. Ia merupakan seorang bangsawan dan pangeran yang budiman tetapi menolak untuk mewarisi takhta sebab ia tidak tertarik untuk menjadi raja; ia lebih memilih untuk mengabdikan hidupnya demi alam semesta. Versi lain menyatakan bahwa ia menderita kusta sehingga dewan kerajaan menolaknya sebagai pewaris takhta.[1] Oleh karena hal tersebut, adiknya yang bernama Santanu diangkat menjadi Raja Kuru. Dalam berbagai versi dikisahkan bahwa Dewapi pergi ke hutan untuk bertapa (bersuluk) setelah Santanu dinobatkan sebagai pewaris takhta.

Menurut kitab Matsyapurana dan Bhagawatapurana, ia dan resi Maru akan tetap hidup sampai akhir Kaliyuga di suatu tempat bernama Kalapagrama, dan akan memulai kembali Bangsa Paurawa yang baru pada Satyayuga berikutnya.[2]

Kemarau di Kerajaan Kuru

Dalam Wrehaddevata karya Sonaka diceritakan bahwa setelah 12 tahun Dewapi mengasingkan diri ke dalam hutan untuk menjadi pertapa, Santanu dan para brahmana mendiskusikan mengapa hujan tidak turun di kerajaan Kuru, yang menyebabkan kemarau selama jangka waktu tersebut. Akhirnya, Santanu beserta abdinya menganggap bahwa hal itu terjadi karena Dewapi—selaku putra sulung raja—tidak dipilih sebagai pewaris takhta, sehingga mereka pergi ke hutan untuk menemui Dewapi dan menyerahkan takhta Dinasti Kuru. Namun Dewapi tetap menolak. Alih-alih menjadi raja, Dewapi bersedia menjadi purohita (pendeta) bagi Santanu lalu menyelenggarakan yadnya untuk memohon hujan.[3]

Versi Wisnupurana juga menceritakan bahwa kerajaan Kuru dilanda kemarau selama 12 tahun setelah Dewapi bersuluk. Akhirnya Santanu beserta dewan kerajaan membuat kesimpulan bahwa Dewapilah yang seharusnya menjadi raja, sebab hanya putra sulung yang boleh menjadi raja. Bila bukan putra sulung yang menjadi raja, maka itu adalah pelanggaran. Kemudian Santanu mengutus menterinya yang bernama Asmasari untuk menjadi pengkhotbah di tengah hutan. Asmasari menyebarkan ajaran yang bertentangan dengan kitab suci agar perlahan-lahan Dewapi melenceng dari ajaran kitab suci. Ketika para brahmana dan Santanu masuk ke tengah hutan, mereka bertemu dengan Dewapi dan menawarkan kerajaan. Namun saat ditemui, Dewapi sudah melenceng dari ajaran kitab suci sehingga ia tidak layak menjadi raja. Akhirnya Santanu kembali ke kerajaannya dan meneruskan tugasnya sebagai raja. Kemudian turunlah hujan di kerajaannya.[4][5]

Dalam susastra Weda

Dalam susastra Weda, Dewapi senantiasa disebut Devāpi Arṣṭiṣeṇa, meskipun dalam kitab-kitab yang disusun belakangan, yaitu Mahabharata dan Purana menyebutkan bahwa Devāpi dan Arṣṭiṣeṇa merupakan orang yang berbeda.[6] Rujukan pertama ditemukan dalam Regweda (X.98). Para ahli masa kini tidak seia sekata tentang arti Arṣṭiṣeṇa yang sebenarnya. F. E. Pargiter (1852–1927) berpendapat bahwa kata itu berarti 'Devapi putra Raja Ṛṣṭiṣeṇa', sehingga Santanu dan Dewapi sebenarnya merupakan cucu Pratipa,[2] tetapi para ahli lainnya, termasuk S.N. Pradhan dan V.S. Misra percaya bahwa setelah Dewapi menjadi brahmana, ia bergabung dengan gotra Ṛṣṭiṣeṇa.[1]

Silsilah

Para Raja KuruWangsa PaurawaPara Raja Chedi
PratipaSunandaBasuAdrika
DewapiBahlikaGanggaSantanuSatyawatiParasara
SomadataBismaCitranggadaWicitrawirya2 istriByasapelayan
2 putraBurisrawaGandariDretarastrapelayanKuntiPanduMadri
100 KorawaDursilawatiYuyutsu5 PandawaWidura

Catatan kaki

  1. 1 2 Misra, V.S. (2007). Ancient Indian Dynasties, Mumbai: Bharatiya Vidya Bhavan, ISBN81-7276-413-8, pp.83-4
  2. 1 2 Pargiter, F.E. (1972). Ancient Indian Historical Tradition. Delhi: Motilal Banarsidass. pp.165, 165ff
  3. Brihaddevata, vii,155-7, viii.1-9
  4. Thapar, Romila (1978, reprint 1996). Ancient Indian Social History Some Interpretations, New Delhi: Orient Longman, ISBN81-250-0808-X, pp.271-2
  5. Wilson, Horace Hayman (2009) [1840]. The Vishnu Purana. Vol. 2. BiblioBazaar, LLC. hlm. 138–9. ISBN 978-0-559-05467-9.
  6. Pargiter, F.E. (1972). Ancient Indian Historical Tradition. Delhi: Motilal Banarsidass. p.165ff

Referensi

250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan