Kamis, 08 Oktober 2026
14:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Caksusa Manu

Bagikan:

Caksusa Manu (Dewanagari: चाक्षुष मनु; ,IAST: Cākṣuṣa manu, चाक्षुष मनु) adalah pemimpin manwantara keenam menurut kepercayaan Hindu. Menurut kitab Markandeyapurana, Caksusa Manu pernah dilahirkan dari mata dewa Brahma (bahasa Sanskerta, cākṣu = mata). Dalam kehidupan selanjutnya, ia dilahirkan sebagai putra Resi Anamitra dan Badra, dan dibesarkan oleh Raja Wikranta, hingga akhirnya menjadi Manu yang keenam.

Pada manwantara keenam, yang menjadi dewa adalah para Adya, Prasuta, Bhawya, Perthuka, dan Lekha. Yang bergelar sebagai Indra adalah Manojawa, sedangkan yang menjadi tujuh resi agung (saptaresi) yaitu: Sumeda, Wiraja, Hawismana, Utama, Madu, Ati (Kurmapurana menyebut Abimana), dan Sahisnu. Menurut kitab Matsyapurana, saptaresi pada manwantara tersebut yaitu: Sudama, Wiraja, Wiwaswana, Nada, Bregu, Atinama, dan Sahisnu.

Legenda

Caksusa Manu terlahir sebagai seorang jatismara, yaitu orang/makhluk yang mampu mengingat kehidupannya pada masa lampau. Saat ia berumur tujuh hari, ia sudah mampu berbicara. Ketika ibunya memeluk dan menciumnya, ia berkata bahwa ibunya tidak mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Badra menjadi tersinggung dengan kata-kata anaknya, lalu ia meninggalkan anaknya sendirian. Kemudian, seorang raksasa perempuan bernama Jataharini menculik anak Badra. Pada saat itu, seorang raja bernama Wikranta baru saja menyambut kelahiran putranya. Tanpa diketahui, Jataharini menculik anak Wikranta yang sedang tidur di sisi ibunya. Ia menukarnya dengan anak Badra. Kemudian, anak Wikranta ditukar dengan seorang anak dari keluarga brahmana. Anak brahmana itu disantap oleh Jataharini. Wikranta yang tidak mengetahui bahwa anak yang tidur di sisi istrinya bukanlah anaknya, kemudian mengasuhnya dan membesarkannya selayaknya putra seorang kesatria. Anak tersebut diberi nama Ananda, dan ditakdirkan sebagai calon Manu keenam.

Ananda dididik oleh seorang guru, yang di kemudian hari menyuruh Ananda untuk bersujud di kaki ibunya. Namun Ananda berkata, "Kaki ibu yang mana yang harus kusentuh? Ibu yang melahirkanku atau yang membesarkanku?" Mendengar hal tersebut, sang guru menjadi terkejut. Kemudian Ananda menjelaskan bahwa dirinya adalah putra Anamitra dan Badra yang diculik oleh Jataharini. Putra Wikranta yang asli sedang diasuh oleh keluarga brahmana, dan putra keluarga brahmana tersebut disantap oleh Jataharini. Sang guru terkejut dan tidak mengetahui bagaimana hal itu bisa terjadi. Ananda menyarankan agar putra Wikranta dijemput dari rumah keluarga brahmana tersebut dan dikembalikan kepada orangtuanya yang sesungguhnya, yaitu Wikranta. Sedangkan Ananda memutuskan pergi hutan untuk bermeditasi.

Di dalam hutan, dewa Brahma muncul di hadapan Ananda dan menghentikan meditasinya. Ia memberi tahu bahwa Ananda sesungguhnya ditakdirkan menjadi Manu keenam. Semua yang telah terjadi semata-mata untuk mengantarkan Ananda menuju kebahagiaan sejati. Kemudian, Brahma mengganti nama Ananda menjadi Caksusa. Caksusa menikahi Widarba, putri Raja Ugra. Caksusa menyandang gelar Manu, dan memerintah seluruh dunia pada manwantara tersebut.

Lihat pula

Didahului oleh:
Raiwata Manu
Manu ke-6
Manwantara VI
Diteruskan oleh:
Waiwaswata Manu
Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan