Minggu, 20 September 2026
22:52 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Dilipa

Dalam mitologi Hindu, Dilipa (Sanskerta: दिलीप; Dilīpa) adalah nama raja dari kalangan Dinasti Surya atau Suryawangsa, keturunan Ikswaku, yang memerintah Kosala dengan pusat pemerintahan di Ayodhya. Tercatat ada dua Dilipa dalam Dinasti Surya, yaitu Dilipa putera Ansuman dan Dilipa putera Duliduha alias Khatwang Dilipa. Dilipa putera Ansuman lebih dahulu lahir dan menjadi leluhur Khatwang Dilipa.

Dilipa putera Ansuman

Dilipa putera Ansuman merupakan salah seorang raja dari kalangan Dinasti Surya. Sebelum Dilipa naik tahta, enam puluh ribu kakeknya tewas terbakar karena mereka melakukan suatu kesalahan terhadap Resi Kapila. Untuk menyucikan arwah kakeknya, Dilipa mencoba melakukan tugas yang berat, yaitu membawa Gangga turun dari surga karena hanya air suci Gangga yang dapat membersihkan arwah gentayangan supaya mereka mampu mencapai surga. Namun ia tidak berhasil melakukannya. Setelah Dilipa wafat, ia digantikan oleh Bhagiratha.

Ramayana mengatakan bahwa meskipun Raja Dilipa hidup dalam kemegahan, tetapi ia wafat dalam kesedihan karena tidak mampu membawa Gangga turun ke bumi untuk menyucikan arwah kakeknya.

Didahului oleh:
Ansuman
Raja Ayodhya Diteruskan oleh:
Bhagiratha

Dilipa putera Duliduha

Dilipa putera Duliduha alias Katwang Dilipa merupakan seorang raja gagah berani dari kalangan Dinasti Surya. Ia tidak dianugerahi seorang anak pun sehingga membebani pikirannya. Dalam persoalan untuk mendapatkan keturunan, ia mendapat nasihat dari Resi Wasista. Sang Resi berkata bahwa ketika Dilipa pulang setelah bertarung dengan para dewa, ia tidak menyampaikan salam sebagai rasa hormat kepada Kamadhenu, seekor sapi keramat, tetapi hanya lewat dan mengabaikannya begitu saja. Karena Kamadhenu merasa marah, maka ia mengutuk Dilipa agar tidak memiliki keturunan. Kemudian Resi Wasista menyarankan agar Dilipa melayani sapi Nandini, puteri sapi Kamadhenu, untuk meniadakan kutukan yang menimpanya.

Dengan setia, Dilipa melayani Nandini selama dua puluh satu hari. Ia tidur di mana pun Nandini tidur, makan ketika Nandini makan, dan memandikan Nandini serta merawatnya dengan penuh kasih sayang. Pada hari kedua puluh dua, ketika Nandini sedang merumput, tiba-tiba muncul seekor singa hendak memakannya. Dilipa ingin membunuh singa tersebut, tetapi ia tidak bisa sebab sang singa mengeluarkan mantra sehingga Dilipa tak bisa bergerak, hanya mampu berbicara saja. Dilipa memohon kepada sang singa agar ia mengabaikan sapi Nandini dan sebagai gantinya ia bersedia dimakan untuk menggantikan Nandini. Karena melihat ketulusan hati Dilipa, sapi Nandini sangat terharu. Ia kemudian menjelaskan bahwa peristiwa tersebut hanya dirancang untuk menguji kesetiaan Dilipa. Kemudian Nandini menyingkirkan kutukan yang menimpa Dilipa sehingga Dilipa mampu memiliki keturunan. Ia memiliki putera bernama Raghu yang berarti "Ia yang mengerti sastra dan menaklukkan musuh dalam peperangan".

Didahului oleh:
Duliduha
Raja Ayodhya Diteruskan oleh:
Raghu

Lihat pula

Pranala luar

Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan