Minggu, 20 September 2026
17:49 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Jaimini

Jaimini

seorang resi pada zaman India Kuno

Jaimini
250px-Jaimini_and_the_birds.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahirca Abad ke-4 sampai ke-2 SM[1]
Filsafat
Mimamsa
Minat utama
Bagian dari seri
Filsafat Hindu
250px-Shankara-Disciples-River.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ortodoks
Hinduisme OM Filsafat India

Jaimini (Dewanagari: जैमिनि; ,IAST: Jaimini, जैमिनि) adalah seorang resi pada zaman India Kuno yang mendirikan perguruan Mīmāṃsā, salah satu perguruan filsafat Hindu. Ia merupakan salah satu murid Resi Weda Wyasa (Byasa), putra Resi Parasara (Parāśara). Secara tradisional ia diakui sebagai penulis Mimamsa Sutra[2][3] dan Jaimini Sutra.[4][5] Ia diperkirakan hidup sekitar abad ke-4 sampai ke-2 Sebelum Masehi.[4][1][6] Beberapa peneliti menyatakan bahwa ia mungkin hidup pada masa 250 SM dan 50 M.[7] Perguruannya dianggap non-teistik,[8] tetapi menekankan pelaksanaan ritual-ritual Weda sebagai hal utama terkait darma.[9] Jaimini dikenal karena kajiannya terhadap ritua-ritual Weda kuno.

Guru Jaimini adalah Badarayana,[3] yang mendirikan perguruan filsafat Hindu Wedanta, menekankan pengetahuan yang menjadi bagian dari Weda, dan dikatakan sebagai penulis Brahma Sutra.[10] Baik Badarayana maupun Jaimini saling mengutip dan menganalisis teori satu sama lain. Badarayana menekankan pada pengetahuan, sementara Jaimini menekankan kepada ritual, kadangkala sepaham, kadangkala bertentangan, sering kali teori yang satu menolak yang lainnya.[10]

Referensi

  1. 1 2 James Lochtefeld (2002), The Illustrated Encyclopedia of Hinduism, Vol. 1, Rosen Publishing, ISBN 978-0823931798, pages 310, 438, 537-538
  2. James Lochtefeld (2002), The Illustrated Encyclopedia of Hinduism, Vol. 1 & 2, Rosen Publishing, ISBN978-0823931798, pages 438, 437-438, 746
  3. 1 2 Radhakrishna, Sarvepalli (1960). Brahma Sutra, The Philosophy of Spiritual Life. hlm. 22 with footnote 3 and 4.
  4. 1 2 "Jaimini Sutras".
  5. P.S.Sastri (2006). Maharishi Jaimini's Jaimini Sutram (complete) (Edisi 2006). Ranjan Publications. ISBN 9788188230181.
  6. Klostermaier, Klaus K. (1994-01-01). A Survey of Hinduism: Second Edition (dalam bahasa Inggris). SUNY Press. ISBN 978-0-7914-2109-3.
  7. Adamson, Peter; Ganeri, Jonardon (2020-03-26). Classical Indian Philosophy: A History of Philosophy Without Any Gaps, Volume 5 (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. ISBN 978-0-19-885176-9.
  8. FX Clooney (1997), What’s a god? The quest for the right understanding of devatā in Brāhmaṅical ritual theory (Mīmāṃsā), International Journal of Hindu Studies, August 1997, Volume 1, Issue 2, pages 337-385
  9. P. Bilimoria (2001), Hindu doubts about God: Towards Mimamsa Deconstruction, in Philosophy of Religion: Indian Philosophy (Editor: Roy Perrett), Volume 4, Routledge, ISBN978-0-8153-3611-2, pages 87-106
  10. 1 2 Paul Deussen, The System of the Vedanta: According to Badarayana's Brahma-Sutras and Shankara's Commentary thereon, Translator: Charles Johnston, ISBN978-1519117786, page 20
Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan