Jumat, 06 November 2026
12:55 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Wena

Bagikan:
Wena
वेन
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaWena
Ejaan Dewanagariवेन
Ejaan IASTVēna
Kitab referensiPurana, Weda
Kastakesatria
Profesiraja
DinastiSurya
AnakNishada dan Pertu

Dalam mitologi Hindu, Wena (Dewanagari: वेन; ,IAST: Vēna, वेन) adalah nama seorang raja pada masa India Kuno, keturunan Manu. Ia merupakan putra Angga dan Sunita. Kakek dari pihak ibunya bernama Mertyu, yang terkenal sebagai orang yang bersifat buruk dan jahat.

Riwayat

Dalam berbagai kitab Purana disebutkan bahwa ayah Wena adalah seorang raja yang adil dan bijaksana, dan selalu rajin mengadakan upacara agama. Namun, sifat tersebut tidak menular kepada Wena. Semenjak kecil, Wena senang bergaul dengan kakeknya sehingga sifat-sifat buruk kakeknya menular kepada dirinya. Pada usia dewasa, sifat Wena sangat bertolak belakang dengan ayahnya. Ia tidak mau mengadakan upacara kepada para dewa, dan ia mengumumkan kepada rakyatnya bahwa hanya dirinya yang patut disembah. Ia melarang segala bentuk penyembahan kepada Tuhan.

Namun, kitab Padmapurana memberikan informasi berbeda tentang Wena. Menurut kitab Padmapurana, Wena adalah anak yang baik, sehingga ia diangkat menjadi raja. Ia memimpin kerajaannya bijaksana. Pada suatu hari, datanglah seseorang yang berpakaian tidak lazim ke kerajaannya. Orang tersebut mengaku sebagai penganut suatu agama baru. Ia menganjurkan agar sang raja tidak menyelenggarakan upacara suci, sebab tidak bermanfaat. Karena terhasut oleh doktrin yang disebarkan orang tersebut, Wena menghentikan seluruh upacara keagamaan di kerajaannya dan tidak lagi mengakui Weda sebagai kitab sucinya.

Para resi yang dipimpin oleh Marici datang menemui Wena. Mereka meminta Wena untuk meninggalkan jalan sesat. Namun, usaha para resi sia-sia, sebab Wena tidak mau berbuat baik dan benar. Karena para resi sadar bahwa Wena tidak dapat dibujuk lagi, maka mereka menangkap Wena lalu membunuhnya dengan menggunakan jerami, setelah mengucapkan mantra terlebih dahulu.

Keturunan

Setelah Wena meninggal tanpa keturunan, kerajaan menjadi kehilangan pemimpin. Untuk memulihkan jalannya pemerintahan, para resi memutuskan untuk mengadakan upacara meminta anak. Dalam upacara tersebut, jasad Wena digunakan sebagai sarana upacara.

Saat upacara berlangsung, para resi meremas-remas paha kanan Wena. Kemudian, dari peremasan tersebut, munculah sesosok manusia kerdil nan hitam. Karena Resi Atri terkejut dengan kemunculan makhluk tersebut, ia berseru Nishada, yang berarti "duduk." Semenjak saat itu, keturunan makhluk itu disebut Suku Nishada. Seluruh sifat buruk Wena menurun kepada makhluk tersebut. Setelah kemunculan Nishada, para resi meremas tangan kanan Wena. Dari peremasan tersebut, munculah seorang anak lelaki yang gagah rupawan, dengan membawa busur dan anak panah. Tubuhnya bersinar bagaikan nyala api dan menyebar ke empat penjuru. Anak tersebut diberi nama Pertu. Akhirnya, takhta Wena diwariskan kepada Pertu.[1] [2]

Silsilah

Silsilah Swayambu Manu dan keturunannya
  1. ↑ menurut versi Bhagawatapurana, putra sulung Pertu adalah Wijitaswa.
  2. ↑ menurut versi Matsyapurana, Pertu berputra Srikandi, ayah Susila.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ www.wisdomlib.org. "The Kings Vena and Prithu". Wisdom Library. Diakses tanggal 2016-04-21.
  2. ↑ O'Flaherty, Wendy Doniger (1980-01-01). The Origins of Evil in Hindu Mythology (dalam bahasa Inggris). University of California Press. ISBN 9780520040984.

Referensi

Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan