Minggu, 20 September 2026
23:25 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Arci

Dalam mitologi Hindu, Arci (Dewanagari: अर्ची; ,IAST: Arcī, अर्ची) atau Arcisa adalah nama istri Pertu, maharaja titisan Wisnu. Arci muncul bersama dengan Pertu dari tubuh Wena dalam suatu ritual permohonan anak yang dilakukan para resi.[1][2] Ia dipandang sebagai awatara/inkarnasi (penjelmaan) dari Laksmi, dewi kesejahteraan dan kemakmuran dalam agama Hindu.[3]

Mitologi

Dalam kitab Bhagawatapurana diceritakan, sebelum kelahiran Pertu dan Arci, Wena — keturunan Druwa — dibunuh oleh para resi karena perbuatannya telah menyimpang dari ajaran agama dan tidak layak menjadi raja. Wena wafat tanpa keturunan, sehingga para resi membawa tubuh Wena dan meremas-remasnya dalam sebuah ritual khusus. Setelah makhluk kerdil keluar (sifat buruk Wena) dari tubuh Wena,[3] maka muncullah Pertu dan Arci, titisan Wisnu (dewa pemelihara alam semesta) dan Laksmi (dewi kesejahteraan dan kemakmuran).[3][4]

Pertu menikahi Arci dan menjadi raja dan ratu dunia. Mereka memiliki putra bernama Wijitaswa, Haryareksa, Dumrakesa, Wreka dan Drawina. Setelah Pertu pensiun dari jabatannya, ia menempuh kehidupan sebagai seorang sanyasin dan hidup mengasingkan diri di hutan. Arci mengikutinya dengan setia. Di dalam hutan, mereka berpuasa dan bersemedi. Sementara Pertu meninggal dunia dengan tenang, Arci masih hidup dan tubuhnya kurus. Ia menumpuk kayu bakar di sebuah bukit sebagai ranjang bagi jenazah suaminya.[5][6] Kemudian ia menyulut kayu bakar tersebut, sebagai ritual pembakaran jenazah. Kemudian ia menjatuhkan dirinya ke dalam api pembakaran tersebut.[7] Atma Pertu dan Arci diangkut oleh wahana surgawi menuju planet yang tertinggi.[8]

Silsilah

Silsilah Swayambu Manu dan keturunannya
  1. menurut versi Bhagawatapurana, putra sulung Pertu adalah Wijitaswa.
  2. menurut versi Matsyapurana, Pertu berputra Srikandi, ayah Susila.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.15.4". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-11-22. Diakses tanggal 2010-11-01.
  2. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.15.5". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-11-22. Diakses tanggal 2010-11-01.
  3. 1 2 3 Dharmakshetra. "THE BHAGAVATA PURANA". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-10-28. Diakses tanggal 2010-11-01.
  4. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.15.6". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-11-22. Diakses tanggal 2010-11-01.
  5. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.23.20".[pranala nonaktif permanen]
  6. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.23.21".[pranala nonaktif permanen]
  7. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.23.29".[pranala nonaktif permanen]
  8. Bhaktivedanta VedaBase. "Srimad Bhagavatam 4.23.26".[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan