Sabtu, 26 September 2026
15:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Laksmi

Laksmi

Laksmi
Dewi rezeki, kemakmuran, keberuntungan, kesuburan, kekayaan, dan kecantikan[1][2]
Dewi utama umat Waisnawa[3]
Anggota Tridewi
250px-Lakshmi_Painting.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lain
  • Sri
  • Bargawi
  • Kamala
  • Padma
  • Narayani
  • Waisnawi
  • Jagatmata
Dewanagariलक्ष्मी
Genderwanita
AfiliasiTridewi, Mahadewi
Kediaman
MantraOṃ Śrīṃ Mahālakṣmyai Namaḥ
Oṃ Śrīṃ Śriye Namaḥ
Simbol
  • Sriwatsa
  • Padma (teratai)
  • Jnyanamudra
  • Abayamudra
  • Waradamudra
  • keping emas
Wahana
PohonTulasi
HariJumat
Pemujaan
KepercayaanHindu
Perayaan
Keluarga
SaudaraAlaksmi
SuamiWisnu[5]

Laksmi (Dewanagari: लक्ष्मी; ,IAST: Lakṣmī, लक्ष्मी) adalah dewi kekayaan, kebahagiaan, kesetiaan, ketulusan, kebaikan, kesuburan, kemakmuran, kemenangan, keberuntungan, keabadian, kehidupan, kecantikan, keadilan, dan kebijaksanaan serta kedamaian dalam agama Hindu.

Dalam kitab-kitab Purana, Dewi Laksmi adalah Ibu dari seluruh alam semesta, sakti dari Dewa Narayana (Wisnu). Dewi Laksmi memiliki ikatan yang sangat erat dengan Dewa Narayana. Dewi Laksmi menemani hampir seluruh inkarnasi Dewa Wisnu selama Dewa Wisnu berinkarnasi ke bumi. Tempat tinggal Dewi Laksmi adalah Manidwipa, Waikuntha, Goloka dan Nitya Dwarka.

Inkarnasi Laksmi

Dalam berbagai teks dan kitab suci, Laksmi menjelma sebagai berikut:

Wedawati – Wedawati adalah pemilik Weda dan juga dianggap sebagai kelahiran sebelumnya dari dewi Sinta.

Bhumi – Bhumi adalah dewi Bumi dan permaisuri Varaha inkarnasi ke-3 Wisnu.

Varahi – Varahi adalah energi perempuan dan pasangan Varaha. Dia adalah komandan Matrikas.

Pratyangira – Pratyangira adalah permaisuri Narasimha inkarnasi Wisnu ke-4, ia juga adalah manifestasi murni dari murka Tripurasundari.

Namagiri Thayar – Namagiri Thayar adalah ratu dari Narasimha.

Dharani – Dharani adalah istri bijak Parashurama, inkarnasi Wisnu ke-6.

Sinta – Sinta adalah tokoh protagonis wanita dalam epos Hindu Ramayana yang merupakan permaisuri dan pasangan feminim Rama, inkarnasi ke-7 Wisnu. Dia adalah dewi utama dalam tradisi Hindu yang berpusat pada Rama, ia merupakan dewi kecantikan, pengabdian, dan bumi.

Radha – Radha adalah dewi cinta, kelembutan, kasih sayang, dan pengabdian. Dia adalah permaisuri utama dan abadi dari Kresna, inkarnasi ke-8 Wisnu. dia merupakan personifikasi Mūlaprakriti, yang merupakan pasangan feminin dan potensi internal ( hladini shakti ) dari Kresna.

Rukmini – Rukmini adalah ratu pertama Kresna dan ratu Dwaraka. Dia adalah dewi keberuntungan.

Jembawati – Jambavati adalah ratu kedua Kresna.

Satyabama – Satyabama adalah ratu ketiga Kresna yang dijuluki sebagai 'ratu ksatria', ia adalah inkarnasi dewi Bhumi.

Kalindi – Kalindi adalah ratu keempat Krishna dan dipuja sebagai dewi sungai Yamuna.

Nagnajiti – Nagnajiti adalah ratu kelima Kresna dan inkarnasi Niladevi.

Mitravinda – Mitravinda adalah ratu keenam Kresna.

Charuhasini – Charuhasini adalah ratu ketujuh Kresna.

Bhadra – Bhadra adalah ratu kedelapan Kresna (bervariasi).

Subhima – menurut Harivamsa Subhima adalah ratu kedelapan Kresna.

Gopi – Gopi dianggap sebagai pemuja ilahi Kresna, dan perwujudan dewi Radha, di antara semua pemuja Radha Krishna , Lalita adalah yang paling menonjol.

Istri-istri muda Kresna – Mereka berjumlah ribuan wanita, Kresna menikahi mereka setelah menyelamatkan mereka dari iblis Narakasura , Rohini dianggap sebagai ratu pemimpin di antara mereka semua.

Vrinda – Vrinda adalah salah satu ratu Kresna. Dia merupakan inkarnasi dewi Tulasi yang merupakan salah satu aspek dewi Laksmi.

Rewati – Rewati adalah dewi Kemewahan dan istri Balrama , yang dianggap sebagai inkarnasi Wisnu dalam beberapa tradisi.

Vatikā – Vatikā adalah istri dari resi Wyasa , yang dianggap sebagai inkarnasi sebagian dari Wisnu.

Padmawati – Padmawati adalah permaisuri Wenkateswara, inkarnasi Wisnu. Dia adalah dewi Tirupati.

Bhargavi – Bhargavi adalah putri bijak Bhrigu dan istrinya Khyati.

Vaishnavi – Vaishnavi dipandang sebagai potensi Wisnu dan dipuja sebagai inkarnasi gabungan kekuatan Mahakali, Mahalaksmi dan Mahasaraswati, menurut legenda Vaishnavi akan menjadi permaisuri Kalki inkarnasi ke-10 Wisnu yang muncul di akhir Kaliyuga.

Padmavat - Padmavat adalah ratu pertama dan istri utama dari Kalki.

Ramaā - Ramaā adalah ratu kedua dari Kalki.

Ranganayaki – Ranganayaki adalah permaisuri utama Ranganatha, inkarnasi Wisnu. Dia adalah dewi Srirangam.

Andal – Andal adalah pasangan Ranganatha dan personifikasi Bhumi. Dia adalah satu-satunya pendeta perempuan di India Selatan.

Archi – Archi adalah pasangan Prithu, inkarnasi Wisnu.

Bentuk-bentuk Laksmi

Enam aspek

Dalam kitab Atharva Weda pada bagian Sita Upanishad, Dewi Laksmi memiliki tiga aspek manifestasi diri, namun ada juga yang mengatakan lima di beberapa Purana yakni :

  • Sridevi (Shri) yang merupakan dewi kemakmuran dan kekayaan. Pada era Mahabharata, ia dipercaya menitis pada Rukmini, istri Kresna.
  • Bhudevi (Bhumi) yang merupakan dewi pelindung bumi. Pada era Mahabharata, ia dipercaya menitis pada Satyabama, istri Kresna.
  • Niladevi (Lila) yang merupakan dewi pelindung langit (terkadang diasosiasikan menjadi matahari dan bulan), kasih sayang, dan kedermawanan. Pada era Mahabharata, ia dipercaya menitis pada Jembawati dan Nagnajiti, istri Kresna.
  • Vaishnodevi (Vaishnavi) merupakan aspek manifestasi dari dewi ibu Hindu Lakshmi meskipun dalam beberapa kepercayaan Vaishno Devi dipercaya sebagai inkarnasi gabungan Mahakali , Mahalakshmi , dan Mahasaraswati, menurut kisahnya Vaishnodevi adalah inkarnasi dewi Lakshmi yang ingin menikah dengan dewa Wisnu saat ia berinkarnasi sebagai Rama tapi Rama menolak dan berkata akan menikahinya di akhir zaman Kaliyuga lalu Vaishnodevi memutuskan bermeditasi dan terus memuja dewa Wisnu dengan setia di suatu gunung, Vaishnodevi dianggap sebagai dewi keberanian, dewi ibu dan dewi kekuatan spritual, saat era Mahabharata Vaishnodevi tidak berinkarnasi meskipun ada sedikit kepercayaan yang menganggap ia berinkarnasi sebagai Radha atau Jembawati.
  • Vrajadevi (Yamuna) adalah dewi kehidupan dan dewi sungai suci dia disebut sebagai salah satu sungai suci yang disebut airnya bisa menyembuhkan penyakit dan menghilangkan dosa. Pada era Mahabharata dia menitis menjadi Yamuna atau dipanggil juga Kalindi, istri Kresna.
  • Tulasidevi (Tulsi) adalah dewi tanaman suci, manifestasi dewi Tulasi di bumi diyakini sebagai kemangi suci oleh umat hindu, menurut Padma Purana seseorang yang dikremasi dengan ranting kemangi suci di tumpukan kayu pemakamannya akan memperoleh moksha. Pada era Mahabharata ia dipercaya menitis menjadi Vrinda atau dipanggil juga Tulsi, istri Kresna.
  • Mahalakshmi adalah penyatuan dari keenam aspek tersebut dipercaya bahwa Mahalakshmi menitis pada Devi Rukmini, istri Kresna dalam era Mahabharata.

Budaya Indonesia

Dewi Laksmi juga dikenal sebagai Dewi Sri yang merupakan dewi padi, sandang pangan dan sumber daya alam, dan juga Dewi Pertiwi (nama lain dari dewi Bumi yang tak lain adalah salah satu manifestasi dirinya) yang merupakan dewi penguasa bumi. Dalam pewayangan Jawa, Dewi Laksmi lebih dikenal dengan nama Srisekar atau Sri Widowati (diambil dari nama Wedawati, salah satu avatar Laksmi yang terlahir sebelum Sita/Sinta). Diceritakan Dewi Srisekar terlahir dari sebuah benda pusaka Cupu Linggamanik milik Dewa Antaboga, dewa ular penguasa lapisan terbawah bumi, yang pada saat itu sedang menangis. Air mata Antaboga jatuh ke dalam pusaka tersebut sehingga memunculkan sebuah permata yang kemudian berubah menjadi bayi. Ketika beranjak dewasa, kecantikan dan kebaikan hati Dewi Srisekar membuat banyak pria jatuh hati padanya. Dewi Srisekar memilih Batara Wisnu menjadi suaminya. Dewi Srisekar bersama Batara Wisnu selalu bersama-sama turun ke bumi untuk melindungi dan menjaga keseimbangan dunia dari tindakan keserakahan dan angkaramurka yang sewaktu-waktu bisa membuat kerusakan pada bumi.

Dewi Srisekar dan Batara Wisnu sering menitis menjadi sepasang suami istri dan juga kakak beradik, walaupun mereka akan melewati berbagai rintangan. Karena hal ini, Dewi Srisekar beserta seluruh titisannya menjadi incaran para pria berwatak angkara murka untuk mendapatkannya, di antara adalah Rahwana atau Prabu Dasamuka (raja Alengka) dan Batara Dewasrani (putra dari Batara Guru dan Batari Durga). Rahwana yang terus memaksakan obsesi cintanya kepada Srisekar beserta seluruh titisannya, membuat Widowati memilih membakar diri daripada harus dinodai oleh Rahwana (alasan Rahwana tidak menodai Sinta disebut karena sempat disumpahi Widowati di kehidupan sebelumnya). Selain itu, Batara Dewasrani dikisahkan tergila-gila pada Dewi Srisekar meskipun sudah berstatus sebagai istri dari Batara Wisnu. Srisekar yang ketakutan karena terus dikejar-kejar oleh Dewasrani terpaksa harus meninggalkan kahyangan dan menetap di bumi dalam waktu yang lama, sehingga menyebabkan Dewasrani membuat kerusakan di bumi dan juga kahyangan. Batara Wisnu yang dikenal memiliki sifat penyabar, pada akhirnya kehabisan kesabaran sehingga mengutuk Dewasrani menjadi babi hutan.

Menurut versi pewayangan Jawa, Dewi Srisekar menitis menjadi Citrawati ketika Dewa Wisnu menjelma menjadi Arjunasasrabahu. Selain menjadi pasangan suami istri, Srisekar dan Wisnu menitis menjadi kakak beradik. Dalam era Mahabarata versi Jawa, selain menitis menjadi Rukmini, Dewi Srisekar menitis menjadi Sembadra, yang tak lain adalah adik dari Kresna yang merupakan titisan Dewa Wisnu. Dewi Srisekar dan Dewa Wisnu kemudian menitis juga menjadi Sri dan Sadana, dewa dan dewi sandang pangan papan.

Menurut kepercayaan masyarakat Bali yang mayoritas menganut agama Hindu, pemujaan terhadap Dewi Laksmi (terkadang disebut sebagai Batara Rambut Sadana, Sanghyang Sri Nini, dan Batari Manik Galih) dilakukan setiap hari Rabu Wage (disebut Buda Cemeng) pada wuku Ukir, Warigadean, Langkir, Merakih, Menail, dan Kulawu. Setiap hari Rabu Wage, umat Hindu—terutama masyarakat yang berprofesi sebaga pedagang atau pebisnis—menyiapkan sesajen berupa canang sari, banten pejati, dan banten otonan/ayaban tumpeng 7, dan uang sebagai persembahan untuk Dewi Laksmi yang dipercaya sedang melimpahkan rejeki, kekayaan, kemakmuran dan kesejahteraan. Selama menjalani ibadah pada hari Rabu Wage, umat Hindu memercayai mereka tidak boleh menggunakan uang untuk hal-hal yang tidak berwujud barang, seperti membayar utang atau menabung, karena dipercaya uang atau kekayaan tersebut tidak akan kembali selamanya. Dan tidak boleh juga menggunakan uang untuk tujuan keserakahan pribadi seperti perbuatan boros atau berjudi, karena uang atau harta tersebut akan membawa sumber penderitaan.

Catatan kaki

  1. ↑
  2. ↑ lakṣmī Diarsipkan 20 May 2015 di Wayback Machine., Monier-Williams' Sanskrit–English Dictionary, University of Washington Archives
  3. ↑ Lakshmi Tantra, Volumes -13. Motilal Banarasidas Publishers. 2007. hlm. 70. ISBN 978-81-208-1735-7.
  4. ↑ "Translating the secrets of Makara Sankranti". Times of India. 14 Januari 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Anand Rao (2004). Soteriologies of India. LIT Verlag Münster. hlm. 167. ISBN 978-3-8258-7205-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Desember 2018. Diakses tanggal 22 September 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan