Selasa, 29 September 2026
00:09 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Dewa Srani

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Dewa Srani" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Dewasrani adalah Dewa dan pangeran penguasa neraka atau dunia ketiga dari Dewi Durga dengan Batara Kala atau dalam versi lain, Manikmaya (Batara Guru). Menurut versi ini, Dewasrani merupakan putra bungsu dari Manikmaya dengan Bathari Durga. wujud Dewi Umayi setelah terkena kutukan Sanghyang Manikmaya. Ia lahir di istana siluman, Setragandamayit.[1]

Perwujudan

Dewasrani memiliki wajah tampan dan karakter yang tangguh, baik secara fisik maupun pikiran. Ia dikaruniai dengan kekuatan tak terkalahkan yang diberikan oleh sang ibu dalam manifestasi Dewi Durga. Dewasrani dikenal sebagai tokoh sakti yang memiliki Aji Kawrastawan, kemampuan untuk beralih rupa menjadi apa saja sesuai kehendaknya. Namun, Bathara Dewa Srani juga memiliki sifat serakah, bengis, kejam, suka membuat keributan, dan selalu ingin dianggap benar. Berkali-kali ia menciptakan keributan di Jonggringsaloka dengan berbagai tuntutan yang aneh. Dewasrani bahkan pernah mengejar Dewi Sri Laksmi dan Dewi Srisekar, istri Bathara Wisnu, hingga keluar dari Kahyangan Untarasegara. Karena perbuatannya itu, ia dikutuk oleh Bathara Wisnu menjadi babi hutan, dan hanya dapat kembali ke wujud aslinya setelah diruwat oleh ibunya.

Reinkarnasi

Setelah memiliki masalah dengan Bathara Wisnu saat berada di kahyangan, Dewasrani dikutuk menjadi babi hutan dan diperintahkan untuk melakukan reinkarnasi ke bumi untuk menebus dosa yang ia perbuat karena ia mengamuk di alam kedewataan.

Diyakini bahwa Dewasrani turun ke bumi dengan mengambil wujud seorang pria tampan yang memiliki daya pikat dan karisma, serta tubuh yang kuat dan tak terkalahkan. Selain itu, diperkirakan Dewasrani akan dilahirkan dalam keluarga dengan kasta kesatria atau raja (pejuang), sebagai bentuk takdirnya yang terhubung dengan keberanian dan kekuatan.

Ulah di Dunia Manusia

Di dunia manusia (Marcapada), Dewasrani sering membuat ulah kepada Para Pandawa, terutama kepada Arjuna dan Puntadewa. Dalam lakon Dewa Amral, Dewasrani menawan empat Pandawa (Wrekodara , Arjuna, Nakula, dan Sadewa) hanya karena sang sulung Pandawa memiliki imbuhan -dewa pada namanya. Hal itu juga menyebabkan kesabaran Puntadewa habis dan berubah sebagai raksasa bernama Dewa Amral yang mengamuk dan menghancurkan kahyangan. Meski begitu, Dewasrani hanya dihukum ringan.[2] Dalam lakon Wisanggeni Lair, Dewasrani dengan backing dari Batari Durga dan Batara Guru, memaksakan untuk menikahi Batari Dresanala, putri Brahma yang kala itu sudah dinikahi Arjuna. Hal itu dibayar kontan dengan mengamuknya Wisanggeni, putra Arjuna dengan Dresanala di kahyangan. Setelah mengetahui siapa jati dirinya, Wisanggeni dan Arjuna berhasil merebut kembali Dresanala dari tangan Dewasrani.[3]

Senjata

  • Pedang

Kekuatan

Daya tahan fisik dan pikir yang kuat (sehingga memiliki gelar tak terkalahkan), Ajian Kawastrawam (bisa mengubah wujud fisik sesuka hati)

Referensi

  1. ↑ "Dewasrani, Batara". 2013-01-22. Diakses tanggal 2023-06-21.
  2. ↑ Purwanto, Heri (Sabtu, 08 Desember 2018). "Album Kisah Wayang: Dewa Amral". Album Kisah Wayang. Diakses tanggal 2023-06-21.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ "Wisanggeni". Sejarah dan Budaya Nusantara (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-06-21.
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan