Jumat, 23 Oktober 2026
22:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Durna gugur

Durna gugur

Bagikan:
250px-Pandhita_Durna_-_Prabu_Duryudana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pandhita Durna dan Prabu Duryodana (Kurawa).

Durna gugur adalah salah satu lakon wayang paling menggetarkan dalam kisah wayang Bharatayuda. Setelah Resi Bisma gugur karena dihujani panah oleh Srikandi, istri Arjuna, dan Basukarna atau Prabu Karna juga meninggal oleh panah Pasopati Arjuna, maka begawan Durna menjadi panglima perang dari pihak Kurawa. Durna, guru dari para Kurawa dan Pandawa, merupakan tokoh sakti dan linuwih dalam ilmu senjata dan sastra. Di medan Kurusetra pada hari kelima belas dan sebagai mahasenapati Kurawa, kesaktian Durna membuat pasukan Pandawa kewalahan dan banyak prajurit yang tewas. Tiada kesatria yang sanggup mengalahkannya, sebab Durna bertempur dengan aji-aji yang ampuh dan sakti.[1]

Setelah Abimanyu di pihak Pandawa gugur akibat terperangkap dalam barisan Cakrabiyuha (Cakrabirawa), Sri Kresna yang dikenal sebagai penasehat dan kusir kereta perang Pandawa (Arjuna) lalu menyusun siasat halus dan strategis. Ia memerintahkan Werkudara untuk membunuh gajah bernama Aswatama, lalu mengabarkan kepada Durna bahwa Aswatama telah gugur. Mendengar nama putranya disebut, hati Durna terguncang. Ia mendatangi Yudistira untuk memastikan kabar itu. Dengan berat hati, Yudistira yang terkenal karena kejujurannya menyatakan “Aswatama gugur,” namun suaranya ditenggelamkan oleh bunyi genderang perang, menyembunyikan kata "gajah". [2]

Kepercayaan diri Durna akhirnya runtuh. Senjata saktinya terlepas dan hilang, serta semangat perangnya sirna. Saat itulah Drestajumena maju menunaikan sumpahnya membalas kematian ayahnya, Prabu Drupada. Drestajumena tanpa basa basi lalu mengayunkan pedangnya yang tajam untuk memenggal kepala Resi Durna sehingga meninggal dalam keadaan pasrah, dan menandai tumbangnya kebijaksanaan yang terseret arus angkara. Lakon ini mengajarkan bahwa kecerdikan tanpa kebijaksanaan batin dapat membawa kehancuran dari keangkara murkaan pihak Kurawa, bahkan bagi seorang guru / pandita Durna sekalipun.[3]

Referensi

  1. ↑ "Sepenggal Kisah Pilu: Begawan Durna Gugur". kompasiana.com. Diakses tanggal 24 Jan. 2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. ↑ "LAKON WAYANG, Durna Gugur". radarmadiun.jawapos.com. Diakses tanggal 24 Jan. 2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. ↑ "TRANSFORMASI BAGAWADGITA DAIAM LAKON BISMA DAN DURNA GUGUR". jurnal.isi-ska.ac.id. Diakses tanggal 24 Jan. 2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=

Lihat juga

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Durna gugur.
Menurut
media
Kulit
Kayu
Orang
Bambu
Kain
Rumput
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Papieren_wajangpop_voorstellende_Arjuna_%28kinderspeelgoed%29_TMnr_809-46c.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail


250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Pauzeteken_uit_het_wajangspel_van_karbouwenhuid_TMnr_21-63.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Houten_wajangpop_voorstellende_Arjuna_Sasra_Bahu_TMnr_4283-59.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menurut
asal
Inovasi
Properti dan
kesenian
pendukung
Sumber
cerita
Organisasi
Museum
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan