Kamis, 22 Oktober 2026
12:38 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Museum Wayang Kekayon

Museum Wayang Kekayon

museum di Indonesia

Bagikan:
Museum wayang in Daerah Istimewa Yogyakarta, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Museum wayang in Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Museum Wayang Kekayon
250px-Museum_wayang_Kekayon.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pintu masuk Museum Wayang Kekayon
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Wayang_Kekayon&revid=30053892&groups=_a882625d5c1d92025dbdf1e4c6ae275545ef0649&parser=parsoid
Didirikan1990
LokasiJl. Jogja-Wonosari Km.7 No.277 Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia[1]
Koordinat7°49′S 110°25′E / 7.82°S 110.41°E / -7.82; 110.41
JenisMuseum wayang

Museum Wayang Kekayon (carakan: ꦩꦸꦱꦶꦪꦸꦩ꧀​ꦮꦪꦁ​​ꦏꦺꦏꦪꦺꦴꦤ꧀) adalah sebuah museum wayang yang berada di luar Kota Yogyakart, tepatnya di Jl. Jogja-Wonosari Km.7 No.277, kurang lebih 1 km dari Jl. Majapahit (Ring Road Timur) secara adiministratif berada di Kalanagan, Kalurahan Batutetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.[2]

Museum Kekayon merupakan museum wayang yang didirikan oleh Yayasan Sosial Kekayon pada 23 Juli 1990 berdasarkan akta notaris Nomor 129/90. Pendirian museum ini diprakarsai oleh Prof. Dr. dr. KPH. Soejono Prawirohadikusumo yang telah memulai proses perintisannya sejak tahun 1973.[3]

Museum ini memiliki koleksi berbagai wayang dan topeng serta menampilkan sejarah wayang yang diperkenalkan mulai dari abad ke-6 sampai abad ke-20. Wayang-wayang di dalam museum ini terbuat baik dari kulit, kayu, kain, maupun kertas.[4] Koleksinya mencakup Wayang Purwa, Wayang Golek, Wayang Klithik, hingga Wayang Madya, lengkap dengan atribut budaya seperti gamelan, keris, dan topeng. Bangunan museum bergaya arsitektur Jawa klasik, dilengkapi pendapa, auditorium, dan taman sejarah yang menggambarkan perjalanan peradaban Indonesia dari masa prasejarah hingga kemerdekaan.[5]

Sama halnya dengan Museum Wayang di Jakarta, museum ini mempunyai beberapa jenis wayang, seperti: Wayang Purwa, Wayang Madya (menceritakan era pasca perang Bharatayuddha), Wayang Thengul, Wayang Klithik (mengisahkan Damar Wulan dan Minakjinggo), Wayang beber, Wayang Gedog (cerita Dewi Candrakirana), Wayang Suluh (mengenai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia), dan lain lain. Berkaitan dengan wayang Purwa, museum ini memiliki beberapa poster yang menggambarkan strategi perang yang dipakai dalam perang Bharatayuddha antara keluarga Pandawa dan Kurawa, yaitu: strategi Sapit Urang dan strategi Gajah.[4]

Koleksi unggulan

Pada tahun 2014 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan buku berisi koleksi unggulan museum di Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya adalah koleksi unggulan yang dimiliki oleh Museum Wayang Kekayon. Koleksi unggulan Museum Wayang Kekayon adalah sebagai berikut:[6]

  1. Wayang Purwa Punakawan, Punakawan merupakan empat sekawan, figur penghibur khas Jawa yang terdiri dari Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.
  2. Wayang Golek Menak Gaya Yogyakarta, wayang golek adalah sejenis boneka yang dimainkan seperti wayang. Wayang ini menceritakan kisah bangsawan dari Arab.
  3. Wayang Purwa Karena Tandhing, dalam kisah Mahabarata, terdapat kisah peperangan antara dua orang kakak beradik namun berada di kubu yang berlawanan. Tokoh Karena menaiki kereta perang yang dipandu oleh Prabu Salya untuk melawan tokoh Arjuna menaiki kereta perang yag dipandu oleh Prabu Sri Bathara Kresna.[7]

Selain koleksi unggulan, Museum Wayang Kekayon memiliki koleksi ribuan jenis wayang dari seluruh kawasan Nusantara dan mancanegara yang terdapat di dalam sepuluh unit bangunan museum yang terdiri atas :

Unit 01 : Wayang Purwa gaya Yogyakarta

Unit 02 : Wayang Purwa gaya Surakarta

Unit 03 : Wayang Madya dan Gedhog

Unit 04 : Wayang Klithik, Krucil, dan Beber

Unit 05 : Wayang Madura, Dupara, Kartasuran, Kidang Kencana, dan lain-lain

Unit 06 : Wayang Bali, Suluh, Golek Menak, Golek Tengul, dan lain-lain

Unit 07 : Wayang Jawa, Tutur, Diponegaran, Golek Cepak, Sejati, dan lain-lain

Unit 08 : Aneka Topeng, Yogya, Bali & aneka kesenian tradisional

Unit 09 : Wayang Kontemporer, Wayang Thailand, Amerika, India, dan lain-lain

Unit 10 : Wayang satu abad, khusus Kraton, dan lain-lain

Koleksi masterpiece adalah wayang kulit seratus kurawa dan koleksi yang unik lainnya adalah hubungan zodiak/ bintang anda dengan tokoh wayang.[8]

Layanan

Jam buka layanan sebagai berikut:

  • Senin - Jumat : Pukul. 08.30 - 14.00 WIB
  • Sabtu             : Pukul. 08.30 - 12.00 WIB
  • Minggu           : TUTUP (Kecuali ada reservasi sebelumnya)

Untuk bea masuk museum sebagai berikut:

  • Pelajar/umum: Rp. 7.000,-/orang
  • Wisatawan asing: Rp. 10.000,-/orang
  • Biaya membawa kamera: Rp. 10.000,-
  • Rombongan: via konfirmasi ke pengelola museum.[9]

Rombongan diskon 20% (di atas 10 orang).[8]

Referensi

  1. ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Banguntapan". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 31 Mei 2025. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=; no-break space karakter dalam |access-date= pada posisi 7
  2. ↑ Anggah. "Melihat Koleksi Museum Wayang Kekayon Bantul, Ini Jadwal Buka-Tiketnya". detikjateng. Diakses tanggal 2026-10-11.
  3. ↑ Marijan, Kacung (2012) Album budaya: direktori museum Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. hlm. 363
  4. 1 2 "MUSEUM WAYANG KEKAYON". budaya.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2022-05-28.
  5. ↑ "Peta Potensi Investasi Menjanjikan (Pepes Ikan) Kabupaten Bantul". petapotensi.bantulkab.go.id. Diakses tanggal 2026-10-11.
  6. ↑ Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. (2014). Koleksi Unggulan Museum Yogyakarta. Yogyakarta, Indonesia: Penulis.
  7. ↑ Gloria, Nuvola (2022-06-21). "Mengenal 3 Museum Wayang di Indonesia dan Sejarah Berdirinya". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2026-10-11.
  8. 1 2 "MUSEUM WAYANG KEKAYON". budaya.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2026-10-11.
  9. ↑ "Museum Wayang Kekayon » Budaya Indonesia". versilama.budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2026-10-11.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Museum Wayang Kekayon.
Daerah Istimewa Yogyakarta
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Bengkulu
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Papua Pegunungan
Menurut
media
Kulit
Kayu
Orang
Bambu
Kain
Rumput
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Papieren_wajangpop_voorstellende_Arjuna_%28kinderspeelgoed%29_TMnr_809-46c.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail


250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Pauzeteken_uit_het_wajangspel_van_karbouwenhuid_TMnr_21-63.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Houten_wajangpop_voorstellende_Arjuna_Sasra_Bahu_TMnr_4283-59.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menurut
asal
Inovasi
Properti dan
kesenian
pendukung
Sumber
cerita
Organisasi
Museum
Ikon rintisan

Artikel bertopik museum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan