Minggu, 18 Oktober 2026
11:26 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Museum Pong Tiku

Museum Pong Tiku

museum di Indonesia

Bagikan:
Museum in Toraja Utara, Sulawesi SelatanTemplat:SHORTDESC:Museum in Toraja Utara, Sulawesi Selatan
Museum Pong Tiku
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Pong_Tiku&revid=29060411&groups=_028b40581c239d801b95f093d425f59186bb7a88&parser=parsoid
Didirikan2002
LokasiJalan Landorundun, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan[1]
Koordinat2°58′12″S 119°53′52″E / 2.9700189°S 119.89773476°E / -2.9700189; 119.89773476
JenisMuseum
Situs webhttps://museum.kemdikbud.go.id/museum/profile/museum+%22pong+tiku%22+%28museum+pemkab%2C+toraja+utara%29
250px-Museum_Pong_Tiku_Toraja_Utara_31.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Museum Pong Tiku Toraja Utara

Museum Pong Tiku atau Museum Toraja Utara[2] dalah museum umum yang menyediakan koleksi yang berkaitan tentang masyarakat suku Toraja yang berada di Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Penamaan museum ini berasal dari nama tokoh pejuang kemerdekaan Toraja, Pong Tiku.[3]

Museum Pong Tiku beralamat di Jalan Landorundun, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Titik koordinatnya adalah 2°58’11.3” Lintang Selatan dan 119°53’52.7” Bujur Timur. Museum ini dicapai dari Bandar Udara Pongtiku sejauh 17,8 km atau dari Terminal Makale sejauh 17 km.[4]

Pong Tiku adalah adalah pahlawan dari Toraja. Lahir di Rindingallo tahun 1846. Ayahnya Siambo Karaeng sebagia penguasa adat di Pangala` di antara enam bersaudara, Pong Tiku mewarisi sifat ayahnay sebagia pemimpin dan pejuang. Pongtiku mulai terkenal ketika memimpin pertempuran dalam perang saudara anata Pangala dan Baruppu dalam pertempuran biasanya Pangala terpukul mundur kali ini Pong Tiku berhasil memukul mundur pasukan pangala dan sekaligus menjadikan Baruppu sebagai wilayah kekuasaanya. tidak puas Pong Tiku memperluas wilayah kekuasaanya dengan menggalang penguasa adat di Tiraja untuk menghusir pasukan dari Bugis Sidenreng Bone dan Luwu yang telah lama menguasai perdagangan kopi di Toraja. [5]

Bangunan

Bangunan museum berada di dalam Kompleks Art Center Rantepao[4] dan museum ini dibangun menyerupai rumah adat Toraja yang terdiri dari 2 lantai. Lantai pertama untuk benda-benda yang berhubungan dengan kehidupan setelah kematian dan lantai kedua menyimpan koleksi lumbung padi dan peralatan dari suku Toraja yang berorientasi pada kehidupan.[2]

Sejarah

Pembangunan museum ini berawal dari pemerintah Kabupaten Toraja Utara yang merasa perlu untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai budaya Toraja. Selain itu juga, pembangunan museum diharapkan dapat mendukung Toraja sebagai daerah kebudayaan dan pariwisata, serta menjadi media untuk melestarikan kebudayaan dan media komunikasi kepada generasi selanjutnya.[6]

250px-Museum_Pong_Tiku_Toraja_Utara_32.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ruang Utama Lantai Dasar Musuem Pong Tiku

Landasan hukum pendirian museum Pong Tiku adalah Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia yang dikeluarkan pada 2 November 2002 oleh Megawati Soekarnoputri. Berikutnya, kepemilikan museum diberikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Toraja Utara dan pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara.[4]

Koleksi

Museum Pong Tiku mengoleksi benda etnografi dan arkeologi. Koleksi unggulannya adalah 3 mumi dan tau-tau.[4] Koleksi mumi yang pertama adalah mumi wanita dewasa yang badannya menyusut dengan kondisi muka masih terbentuk dan memiliki rambut. Mumi kedua berukuran boneka mainan seperti jenglot dan mumi ketiga adalah mumi yang menyisakan tengkorak saja. Ketiga mumi tersebut diselubungi kain merah dan biru serta disimpan di lemari pajangan dari kaca. Selubungnya hanya dibuka oleh petugas dan tidak diperkenankan untuk dokumentasi.[6]

Selain mumi, di Museum Pong Tiku juga terdapat replika erong atau peti mati yang berbentuk babi dan kerbau.[2]

Acara

Pada 28-30 November 2022, Museum Pong Tiku berpartisipasi dalam Pameran Nasional Kain Tradisional Nasional bersama 8 museum lainnya. Kegiatan ini memperkenalkan kain tradisional Tenun Sa'dan Toraja kepada para peserta tenun dari luar daerah.[7]

Pada 8-9 November 2023, Museum Pong Tiku bersama 7 museum lainnya berpartisipasi dalam Festival Museum se-Sulawesi Selatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan melalui UPT Museum dan Taman Budaya (Museum La Galigo). Selain memamerkan koleksi masing-masing museum di kegiatan Pameran Temporer, terdapat juga Workshop Konservasi dan lompa permainan tradisional.[8]

Tiket Masuk

Untuk berkunjung ke Musuem Pong Tiku Kalian tidak perlu khawatir karena kalian bisa membayar sukarela tanpa ada tarif tertentu.

Waktu Berkunjung

Musuem Pong Tiku bisa dikunjungi kapan saja mulai dari pukul 08.00-16-00 Wita.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Rantepao". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2025-06-01.
  2. 1 2 3 Adams, Kathleen (2020). "The Politics of Indigeneity and Heritage Indonesian Mortuary Materials and Museums" (PDF). Museum Worlds: Advances in Research. 8: 68–87. doi:10.3167/armw.2020.080106.
  3. ↑ "Museum "Pong Tiku" (Museum Pemkab, Toraja Utara) - Sistem Registrasi Nasional Museum". Sistem Registrasi Nasional Museum Kemdikbud. Diakses tanggal 2024-05-23.
  4. 1 2 3 4 Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid II (PDF). Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 392. ISBN 978-979-8250-67-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Rizal, Hannabi (2004). Profil Raja dan Pejuan Sulawesi -Selatan. Lambaselo, Gowa: Buana Sungguminasa. hlm. 157.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Redaksi (2024-01-11). "Kunjungi Museum Pong Tiku, Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Dinda Indah Jelita Foto dengan Mumi, Gak Bahaya Tah?". Universitas Teknorat Indonesia. Diakses tanggal 2024-05-28.{{cite news}}: |last= memiliki nama generik
  7. ↑ Syahra, Safriana (2022-11-22). "Kakanwil Kemenkumham Sulsel Hadiri Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara". Nawacita Post. Diakses tanggal 2024-05-28.
  8. ↑ DisBudPar Sulawesi Selatan. "FESTIVAL MUSEUM SE-SULAWESI SELATAN 2023". disbudpar.sulselprov.go.id. Diakses tanggal 2024-05-28.
Daerah Istimewa Yogyakarta
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Bengkulu
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Papua Pegunungan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan