Minggu, 27 September 2026
00:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Museum Noken

Museum Noken

museum di Papua

Museum Noken
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Noken&revid=27683300&groups=_298c8ddeeab7408a0ff8a1492cd5cc47c116d735&parser=parsoid
Didirikan2013
LokasiWaena, Abepura, Jayapura
Koordinat2°35′45″S 140°37′54″E / 2.59588285°S 140.63169106°E / -2.59588285; 140.63169106
JenisMuseum
Situs webhttps://ich.unesco.org/en/USL/noken-multifunctional-knotted-or-woven-bag-handcraft-of-the-people-of-papua-00619
250px-Noken_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Noken khas Papua, yang telah ditetapkan menjadi salah satu Warisan Budaya Takbenda[1].

Museum Noken adalah museum yang menyimpan kerajinan tangan khas Papua berupa sebuah tas tradisional yang disebut Noken. Museum ini didirikan dengan tujuan melestarikan berbagai koleksi Noken asli Papua yang telah ditetapkan oleh UNESCO menjadi salah satu warisan dunia [2][3] Museum ini terletak di Waena, Abepura, Jayapura dan diresmikan pada tahun 2013.[2][4] Pembangunan museum ini menggunakan dana dari APBN yang dianggarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kini, Museum noken ini sudah dihibahkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Pemerintah Provinsi Papua.[5] Museum Noken bisa digunakan untuk pameran dan tempat bagi mereka yang ingin berlatih membuat noken. Selain itu, para Mama juga bisa menjajakan noken yang telah dibuat di museum ini.[6] Kegiatan lainnya yang dilakukan di museum noken yaitu untuk meneliti dan pengumpulan data terkait inventarisasi Noken dari buku-buku hasil penelitian yang berkaitan dengan noken. Noken ini sangat unik bagi masyarakat Papua, karena digunakan baik oleh perempuan dan laki-laki. Biasanya digunakan untuk membawa hasil dari kebun, tangkapan dari laut, kayu bakar, hingga untuk menggendong bayi. Tas ini juga sering digunakan untuk upacara adat tradisional, atau menjadi persembahan yang diberikan dalam perdamaian.[7]

Sejarah

Pada tanggal 4 Desember 2012, UNESCO dan PBB mengesahkan tas unik dari Papua yang dinamakan noken sebagai warisan budaya dunia tak benda. Oleh karena itu, setiap tanggal 4 Desember sering diperingati sebagai Hari Noken Sedunia. Salah satu aktivis Papua yang terlibat langsung yaitu Titus Pekei, Ia banyak meneliti tentang noken, mulai dari mencari filosofi dari tas unik Papua tersebut. Dari hasil penelitiannya, Titus menyebutkan bahwa noken bukan bermakna tas saja, tapi memiliki makna simbol kedewasaan dari perempuan Papua, diibaratkan seperti rahim kedua, pengikat hati sesama, hingga bisa melambangkan kondisi strata sosial. Setelah noken disahkan menjadi warisan budaya dunia, pemerintah Indonesia mendirikan Museum Noken di Kota Jayapura, yang berdekatan dengan Museum Negeri Papua. Pada 10 April 2013, Muhammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) secara simbolis meletakkan batu pertama sebagai penanda dimulainya pembangunan museum tersebut.[8]

Koleksi

Bangunan ini dibangun dengan dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk kantor, di mana museum ini diurus dengan 15 orang pegawai. Di lantai dua disajikan koleksi noken yang kebanyakan hadir dari wilayah adat Mee pago. Selain itu, ada juga koleksi noken yang dipamerkan dari koleksi museum Domberai, Bomberai, Mamta, Saireri, Lapago dan Anim Ha.[8]

Referensi

  1. ↑ "Warisan Budaya Takbenda | Beranda". warisanbudaya.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2022-05-28.
  2. 1 2 Kebudayaan, Direktorat Pelindungan (2015-07-24). "Tata Pamer Museum Noken akan Tuntas Tahun Ini". Direktorat Pelindungan Kebudayaan. Diakses tanggal 2022-05-28.
  3. ↑ "UNESCO Dorong Upaya Pelestarian Noken Papua". Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (dalam bahasa Inggris). 2021-12-13. Diakses tanggal 2022-05-28.
  4. ↑ "Mendikbud M Nuh Resmikan Pembangunan Museum Noken di Papua". detiknews. Diakses tanggal 2022-05-28.
  5. ↑ Yustica (2022-03-24). "Museum Noken Papua". Tribunnews. Diakses tanggal 2024-05-19.
  6. ↑ You, Abeth (2020-11-14). "Museum Noken di Waena harus segera difungsikan". arsip.jubi.id. Diakses tanggal 2024-05-19.
  7. ↑ Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan (2021). "UNESCO - Noken multifunctional knotted or woven bag, handcraft of the people of Papua". ich.unesco.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-19.
  8. 1 2 JPatading (2022-08-12). "Museum Noken Papua, Riwayatmu Kini". Fokus Papua (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-05-19.

Pranala luar

Daerah Istimewa Yogyakarta
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Bengkulu
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan